Akeylanaraya Alyandina (9) yang kerap disapa Akey tersenyum ketika berbincang dengan Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati. Bersama Ibunya, Akey hadir sebagai pelaku usaha kreatif di Pameran Kerajinan terbesar di Indonesia saat ini, yaitu Inacraft 2019.
Akey dan Ibunya memang aktif sebagai anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) Binaan BNI di Bekasi, Jawa Barat. Sebagai mitra RKB BNI ini pula lah yang membawanya beruntung berjumpa dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Inacraft 2019.
Di usianya yang masih muda, Akey sudah dikenal sebagai desainer cilik yang memiliki karya menarik yaitu Batik Karya Unik. Karyanya ini mampu menahan Presiden Jokowi di booth-nya untuk berhenti dan melihatnya. Batik dan hasil karya Akey inilah yang membawanya ke berbagai event besar seperti Fashion Show di Indonesia Days, Antonim University of Beirut Lebanon, dan Diplomat Spouses Assosiation of Libanon di Hotel Phenucia, Lebanon.
Akey tidak melakukan segalanya seorang diri, ia dibantu oleh tim yang hebat dibelakangnya, beberapa diantaranya adalah Fairuz dan Zahwa Rahmawati yang merupakan penyandang difabel tuna rungu. Mereka berdua adalah pebatik dengan teknik canting yang menghasilkan karya menakjubkan.
Zahwa sendiri adalah siswi kelas 1 SMP yang telah menekuni batik sejak satu tahun terakhir dan tergabung dalam komunitas batik Bekasi. Hasil karya Zahwa biasanya didistribusikan ke instansi-instansi pemerintahan di Bekasi yang dijual seharga Rp 80.000 - Rp100.000 ribu per meternya.
Selain Akey, terdapat sembilan pengusaha dengan karya-karya unik lainnya yang ikut serta di Inacraft 2019. Salah satunya Naldo, pengrajin kayu yang hasil karyanya sudah menembus bagian Barat benua Eropa yaitu Belgia.
"Di Inacraft 2019 ini, saya memperlihatkan hasil karya dari kayu jati yang sudah dibuat dalam bentuk set meja dan kursi tamu di booth Jati Aji di area khusus RKB Binaan BNI. Semenjak bergabung di RKB BNI Ngawi Jawa Timur, saya merasakan manfaat karena BNI seringkali memberikan pelatihan. Kami menjadi semakin mudah memasarkan produk kami secara online di blanja.com. Kami juga menjadi akrab di dunia pemasaran online yang berbasis media sosial," ungkapnya.
Pelaku usaha lainnya yang beruntung diajak pameran di Inacraft 2019 adalah Anakkayuasal, pelaku usaha asal RKB BNI Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Usaha kreatif yang dibangun sejak tahun 2017 lalu sebagian besar memanfaatkan limbah. Kami juga memproduksi talenan berbahan kayu ulin, pohon yang saat ini sudah sangat langka. Menariknya, dalam usaha kami mengusahakan tidak ada barang yang tersisa, bahkan sekecil apapun sisa dari produksi kami akan diolah menjadi satu kreasi baru yg mempunyai seni tersendiri," ungkapnya.
Ketujuh pengusaha lainnya yang diajak di Inacraft 2019 yaitu Brosvita Tembaga dan Ajeng Leather Bag asal RKB BNI Sleman, lalu pengusaha kain tenun CV Khazanah dan kerajinan kulit HPR Leather asal RKB BNI Cilacap. Kemudian Decoupage Craft asal RKB BNI Tegal, Rind's Tenun asal RKB BNI Pontianak, dan Duck Bag asal RKB BNI Padang.
Dukungan BNI di Inacraft 2019
![]() |
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sejak tahun 2005 hingga sekarang menunjukkan konsistensinya dalam mendukung acara kerajinan tangan terbesar di Indonesia, yaitu INACRAFT, yang tahun ini diselenggarakan pada tanggal 24-28 April 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center.
Direktur Ritel Banking BNI, Tambok P Setyawati mengatakan, sebagai salah satu bentuk dukungan BNI terhadap INACRAFT, pada tahun ini BNI akan memberikan panggung tersendiri bagi debitur BNI dan mitra dari Rumah Kreatif BUMN khususnya pengusaha muda untuk dapat melakukan showcase produk-produk kerajinan yang telah dihasilkan kepada masyarakat luas.
"BNI senantiasa ingin turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial, terutama pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah melalui pemberdayaan industri kreatif nasional berupa produk kerajinan tangan, atau handicraft," jelas Tambok.
Hingga saat ini, BNI telah memiliki 44 Rumah Kreatif BUMN dengan 164.226 Mitra Binaan dan 21 Kampoeng BNI dengan 977 Mitra Binaan yang tersebar di seluruh Indonesia.












































