detikNews
Kamis 04 April 2019, 00:00 WIB

Dukung Keluarga Berkualitas, BKKBN Ajak Warga Kembali ke Meja Makan

Advertorial - detikNews
Dukung Keluarga Berkualitas, BKKBN Ajak Warga Kembali ke Meja Makan Keluarga di Padang ikut gerakan Kembali Meja Makan yang diinisiasi oleh BKKBN (Foto: dok. BKKBN)
Jakarta -

Demi mendukung keluarga Indonesia mampu menghadapi pengaruh industri 4.0, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan kegiatan gerakan Kembali Ke Meja Makan.

Gerakan Kembali ke Meja Makan dibuka di acara Gowes Nusantara 2019 yang digelar di Lapangan Parkir Dispora, Padang, Minggu (31/3/2019). Turut hadir pada acara ini antara lain Wali Kota Padang, Ketua DPRD Kota Padang, Kepala Dinas pemuda dan Olahraga Sumatera Barat, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, dan pejabat tinggi pratama BKKBN.

Melalui gerakan Kembali ke Meja Makan, seluruh keluarga di Indonesia diajak kembali menjadikan momen makan bersama sebagai wadah keluarga untuk dapat berinteraksi dan mempererat rasa kasih sayang. Sehingga akan terbentuk keluarga yang berkualitas.

Dukung Keluarga Berkualitas, BKKBN Ajak Warga Kembali ke Meja Makan

Gerakan Kembali Meja Makan yang diinisiasi oleh BKKBN mendukung terciptanya keluarga berkualitas (Foto: dok. BKKBN)

Gerakan ini merupakan komitmen BKKBN selaku lembaga negara yang melayani hajat hidup keluarga Indonesia sekaligus menciptakan regenerasi SDM berkualitas, dalam berkontribusi menyukseskan Making Indonesia 4.0.

Faktanya, laju Industri 4.0 secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada pembentukan peranan dan relasi antara suami dengan istri, orang tua dengan anak, lansia dengan cucu, keluarga inti dengan keluarga besar, dan setiap anggota keluarga dengan peranannya sosialnya.

Dampak lebih jauhnya lagi, industri 4.0 akan mempengaruhi pembangunan kualitas SDM. Sebab, bagi keluarga yang tidak siap menghadapi fenomena tersebut, cenderung tidak optimal dalam menjalankan delapan fungsi keluarga.

Jika pembangunan keluarga tidak mampu menjawab berbagai peluang dan tantangan industri 4.0, hal tersebut bisa membuat pembangunan nasional menuju 10 besar ekonomi dunia pada 2030 mendatang akan terhambat.

Apalagi perkembangan teknologi internet membawa tantangan tersendiri pada masyarakat di lingkup luas hingga keluarga di lingkup kecil. Di lingkungan keluarga, internet khususnya media sosial membuat interaksi sesama anggota keluarga berkurang.

Bahkan internet mengubah pola asuh orang tua kepada anaknya. Sosok orang tua kini tidak lagi menjadi referensi tunggal bagi anak karena banyaknya informasi yang tersebar di dunia digital. Fenomena tersebut lah yang melatarbelakangi BKKBN menggalakkan gerakan Kembali ke Meja Makan.

Dukung Keluarga Berkualitas, BKKBN Ajak Warga Kembali ke Meja Makan

Keluarga di Padang ikut gerakan Kembali Meja Makan yang diinisiasi oleh BKKBN (Foto: dok. BKKBN)

M. Yani mengatakan masyarakat dapat mengambil bagian meminimalisir dampak negatif revolusi industri 4.0. Misalnya dalam lingkup kecil keluarga, budaya untuk makan bersama di meja makan perlu diterapkan setiap hari agar terbentuk karakter yang baik. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan wadah pertama dan utama pendidikan karakter.

Yani pun mengimbau agar keluarga Indonesia lebih sering meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama keluarga.

"Paling tidak pada saat makan bersama minimal 15 menit dalam sehari. Tanpa gadget, hanya ada anggota keluarga," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan gerakan Kembali ke Meja Makan merupakan sebuah upaya penguatan keluarga. Jika orang tua dan anak-anak sehat, tandanya ketahanan keluarganya baik.

Gerakan Kembali Ke Meja Makan merupakan upaya bersama untuk mengingatkan kembali keluarga-keluarga Indonesia akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama anggota keluarga. Meja makan bukan berarti harus ada meja makan dalam artian sesungguhnya, tetapi mengandung makna menggunakan kesempatan atau momentum makan untuk berkumpul.

Momentum tersebut juga dapat digunakan keluarga Indonesia untuk berkomunikasi langsung pada sebelum atau sesudah makan dan bukan pada saat makan (mengunyah makanan). Sehingga sama sekali tidak bertentangan dengan kearifan lokal yang meyakini tidak baik atau tidak etis makan sambil berbicara.

Makan bersama keluarga di rumah juga merupakan momen kebersamaan yang sangat berharga meski terdengar sederhana atau sepele. Namun kegiatan ini menyimpan dampak positif yang bisa membantu menguatkan keharmonisan keluarga yang menentukan eratnya hubungan antaranggota keluarga.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com