Gagahnya TNI di Era Jokowi

Gagahnya TNI di Era Jokowi

Kerjo - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 00:00 WIB
Gagahnya TNI di Era Jokowi
Kabinet Kerja Jokowi terus meningkatkan alat utama sistem senjata (Foto: dok. Tim Kerjo)
Jakarta -

Pemerintahan Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo (Jokowi) dalam 4 tahun terakhir terus meningkatkan alat utama sistem senjata (alutsista). Tak sia-sia, lembaga pemeringkat kekuatan militer dunia, Global Firepower (GPF) dalam laporannya bertajuk 2019 Military Strength Ranking, menyebutkan Indonesia berada di urutan ke-15 dari 137 negara. Posisi Indonesia bahkan disebut setingkat di atas Israel yang berada di posisi ke-16.

[Gambas:Youtube]


Terkait alutsista, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mengalokasikan Rp 75 triliun untuk belanja alutsista. Besarnya alokasi anggaran tersebut tak lain untuk memperkuat keamanan pertahanan Indonesia termasuk dengan memodernisasi dan pengadaan beberapa alutsista untuk semua matra (angkatan). Di antaranya Tank Leopard, Rudal Arhanud, Pesawat F-16, Pesawat CN 235 MPA, Kapal Fregat RI RE Martadinata, hingga Kapal latih KRI Bima Suci. Selain itu, ada pula Meriam Caesar 155 dari Prancis, Roket Astros buatan Brasil, dan Meriam GS M109 buatan Belgia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahan Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi juga mendorong agar industri pertahanan di dalam negeri dapat terus berperan aktif dengan meningkatkan produksi dan kualitas. Kementerian Pertahanan mencatat rekapitulasi penjualan produk industri pertahanan atau ekspor Indonesia ke sejumlah negara mencapai US$ 284,1 juta atau setara Rp 4,5 triliun hanya pada kurun waktu 2015-2018.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, salah satu BUMN Indonesia, menjadi penyumbang nilai ekspor industri pertahanan dengan angka penjualan sebesar US$ 161 juta. Ekspor PTDI antara lain meliputi CN-235 sebanyak 2 unit ke Senegal, 3 unit NC-212 ke Vietnam, dan 2 unit NC-212 ke Thailand. Di sisi lain, PT Lundin juga melakukan ekspor ke Rusia dan Swedia dengan produk berupa kapal Sea Rider senilai US$ 3,6 juta.

Torehan positif juga diperlihatkan BUMN lainnya yang concern membuat alutsista, yakni PT PAL (Persero) yang membukukan nilai ekspor sebesar US$ 86,9 juta ke Filipina dengan produk berupa 2 unit kapal Strategic Sealift Vessel (SSV). BUMN bidang manufaktur alutsista lainnya, yakni PT Pindad (Persero) juga banyak mengekspor di antaranya produk panser Anoa, kendaraan tempur, senjata, dan amunisi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah negara di Asia Tenggara, Afrika, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Nigeria, dan Timor Leste.

Di sisi lain terkait program pengamanan perbatasan, pemerintah telah membangun Jalan Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) dan Jalan Administrasi (JA) di Kalimantan sepanjang 999,5 kilometer (km). Di saat bersamaan, sarana dan prasarana perbatasan darat juga sudah dilengkapi dengan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas), Border Sign Post (BSP), dan pilar perbatasan. Masih terkait pertahanan keamanan, Jokowi juga mendorong peningkatkan kesejahteraan dan profesional prajurit TNI. Dalam peningkatan kesejahteraan prajurit, pemerintah telah membangun 241.441 unit rumah negara untuk prajurit.

Jokowi juga menyerukan adanya peningkatan kualitas tentara Indonesia, terutama dalam penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

"Di bidang pertahanan, peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), pengembangan kualitas SDM TNI sangat diperlukan, mutlak diperlukan. Terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber karena ke depan perangnya adalah perang teknologi," ujar Jokowi saat debat capres, Sabtu (20/3/2019).

Jokowi berkomitmen akan terus meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan. Mari kembali dukung Jokowi agar kekuatan militer Indonesia menuju nomor satu di dunia.

(/)
Berita Terkait