Brumm.. Melihat Aksi Trenggalek 'Ride For Earth'

Advertorial - detikNews
Selasa, 26 Mar 2019 00:00 WIB
Aksi Trenggalek 'Ride For Earth' (dok Pemkab Trenggalek)
Jakarta - Isu pencemaran dan perusakan lingkungan memang sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak hutan gundul karena pembalakan liar sehingga mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.

Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga sangat kurang, emisi gas buang kendaraan dan efek rumah kaca menjadikan panas bumi semakin hari semakin naik.

Beberapa hal inilah yang membuat Plt. Bupati Trenggalek H.Moch Nur Arifin tergugah untuk membuat rencana aksi, memelopori upaya penyelamatan lingkungan, demi keberlangsungan hidup makhluk di Bumi.

Pria yang akrab disapa Cak Ipin ini menggaet para pengendara motor dari berbagai komunitas untuk mengikuti aksi peduli kelestarian lingkungan. Lewat kegiatan "Ride For Earth" yang berlangsung Sabtu Pagi (23/3/2019), pengendara dari berbagai komunitas motor di Trenggalek diajak touring oleh Cak Ipin dari titik start Alun-alun menuju Pantai Kili-kili.

Setiap peserta yang mengikuti touring dari Alun-alun menuju Pantai Kili-Kili di kenakan biaya Rp 10.000 untuk setiap 50cc mesin kendaraan yang dipakai. Hal ini merupakan bentuk kompensasi atas emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin para pengendara motor, nantinya uang yang terkumpul akan digunakan untuk pembelian bibit bambu.

Selain Plt.Bupati, aksi kepedulian lingkungan ini diikuti oleh Sekda Trenggalek, Kapolres Trenggalek, komunitas motor, dan relawan pegiat lingkungan.

Brumm.. Melihat Aksi Trenggalek 'Ride For Earth'

Aksi Trenggalek 'Ride For Earth' (dok Pemkab Trenggalek)

Perjalanan dilalui dengan komando Cak Ipin yang berada di depan rombongan. Di tengah perjalanan, para rider ini berhenti di Kantor Kecamatan Dongko yang menjadi titik check point touring. Di sini para pemotor berhenti untuk istirahat sejenak sembari memeriksa kondisi kendaraan mereka.

Usai dari checkpoint di Kecamatan Dongko, seluruh pengendara bergegas melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kili-kili Panggul. Pantai kili-kili yang merupakan salah satu tempat konservasi penyu yang ada di Kabupaten Trenggalek, di pantai ini pula rombongan pengendara touring bersama seluruh pelajar dan pegiat lingkungan ikuti apel singkat yang dilanjutkan bersama-sama membersihkan sampah yang ada di Pantai Kili-kili.

Dengan menggunakan alat sederhana dan karung, semua yang hadir bergerak memunguti sampah yang berserakan di sepanjang Pantai Kili-kili, mulai dari sampah daun, ranting, dan sampah plastik semuanya dibersihkan dari bibir pantai Kili-kili.

Saat berkesempatan bertatap muka dengan para rider, penggiat lingkungan dan warga masyarakat di Pantai Kili-kili Kecamatan Panggul Cak Ipin tidak bisa menutupi rasa sedihnya karena pencemaran pantai sangat luar biasa.

"Kita dulu ke pantai, carinya cari ikan sekarang dapatnya malah ini, coba tunjukkan (petugas sambil menunjukkan sampah sandal jepit dan tumpukan sampah plastik yang menumpuk). Sekarang ini isi laut kita," ujar Cak Ipin.

Ditambahkan oleh pemimpin muda ini, bukan sekedar ikan ternyata laut kita berisi sampah kardus, plastik dan jenis sampah yang lainnya.

"Kalau sekarang ini komunitas ngumpul beberapa orang terus membersihkan pantai, masalah tidak akan selesai. Karena kita bersihkan yang di sini, namun yang di atas tetap membuang sampah seenaknya. Makanya Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini akan segera meluncurkan program Adipura Desa, Adipura Kelurahan dan Adipura Kedinasan," tegas Cak Ipin.

Brumm.. Melihat Aksi Trenggalek 'Ride For Earth'

Plt Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin melakukan bersih-bersih (dok Pemkab Trenggalek)

"Jadi nantinya Adipura ini akan dilombakan selama setahun penuh dan yang paling bersih akan kita berikan bantuan keuangan daerah. Siap siap gotong royong bagi masyarakatnya ya, kita dukung program ini," ajak Cak Ipin.

Cak Ipin menegaskan aksi ini merupakan bentuk dari keseriusan Pemkab Trenggalek dalam permasalahan pengelolaan sampah plastik. Tingkat pencemaran laut akibat sampah plastik dipandang olehnya sudah sangat mengkhawatirkan, banyak ekosistem laut yang terganggu kelestariannya akibat banyaknya sampah plastik dilautan.

"Selain kita memperingati hari air, tapi juga kita ingin mendeklarasikan satu aksi Trenggalek yang lebih bersih untuk masa depan yang lebih baik. Jadi ada 2 hal yang menjadi concern, satu pengurangan sampah plastik dan yang kedua adalah bagaimana kita mengkompensasi air bersih," lanjut Cak Ipin.

"Ayo bila kita melihat sampah tidak pada tempatnya kita pungut dan buang pada tempatnya. Selain itu kurangi penggunaan kantong plastik dan wadah plastik sekali pakai. Kalau perlu gunakan botol air yang bisa digunakan ulang agar kita dapat mengurangi sampah plastik dan bisa mengontrol kebutuhan minum kita, ajak pemimpin muda Trenggalek ini," paparnya.

Brumm.. Melihat Aksi Trenggalek 'Ride For Earth'

Bambu dipilih karena mempunyai fungsi ekologi dan juga fungsi ekonomi (dok Pemkab Tranggalek).


Ditambahkan oleh Cak Ipin, saat ini sudah bukan waktunya para rider hanya sekedar keren-kerenan. Para pengendara di Kabupaten Trenggalek harus mengetahui bahwa setiap kendaraan bermotor yang ada akan mengeluarkan emisi karbon yang membuat suhu di bumi semakin panas.

"Makanya kita harus mengkompensasi itu dengan menanam penghijauan yang lebih banyak biar karbon-karbon ini bisa di ikat kemudian diubah jadi oksigen. Kita pilih tanamannya bambu, setiap rider yang ikut kegiatan hari ini harus melakukan donasi untuk kita belikan bibit bambu," imbau Cak Ipin.

Bambu dipilih karena mempunyai fungsi ekologi dan juga fungsi ekonomi. Fungsi ekologinya bambu bisa mengikat tanah cukup kuat jadi kalau ditaruh di daerah lereng bisa mengurangi risiko tanah longsor.

Di samping itu bambu juga mempunyai fungsi ekonomi yang sangat tinggi, banyak sekali produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa dihasilkan dari tamanan bambu yang dapat membantu perekonomian masyarakat. (adv/adv)