3 Alasan Milenial Dicap Tak Akan Mampu Beli Rumah

Advertorial - detikNews
Kamis, 17 Jan 2019 00:00 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta - Generasi milenial kini menjadi pembicaraan hangat di masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Walaupun memiliki semangat perubahan yang tinggi dan berani berpendapat, beberapa kebiasaan milenial membuat masyarakat, terutama generasi di atasnya, tak percaya dengan kemampuan milenial. Misalnya kemampuan milenial dalam mengelola keuangan dan berinvestasi.

Bahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Sofyan Djalil, mengatakan 90% generasi milenial tak mampu punya rumah. Benarkah begitu? Ada beberapa alasan mengapa pernyataan ini dilayangkan oleh Sofyan maupun beberapa pihak lain. Berikut alasannya.

Payah Mengatur Keuangan

Generasi milenial dikenal dengan generasi yang boros akan gaya hidupnya. Sebagian besar milenial menghabiskan uang hanya untuk penampilan dirinya sehingga tak memiliki tabungan apalagi untuk membeli rumah. Maka milenial dikatakan payah dalam mengatur keuangan.

Hal ini disebabkan banyak milenial yang belum mengerti dasar mengelola keuangan. Sebenarnya tak susah mengelola keuangan. Tentukan tujuan apa yang ingin dicapai dan buat skema rencana keuangan yang jelas dan konsisten. Misalnya sisihkan 50% penghasilan untuk kebutuhan harian, 30% untuk kebutuhan pribadi, dan sisanya 20% untuk investasi seperti mencicil rumah.

Lebih Memilih Pengalaman dan Sistem Sewa

Coba ingat-ingat ke mana larinya penghasilan bulanan kamu? Jika dibuat daftarnya, mungkin penghasilan kamu habis karena membayar layanan streaming entertainment seperti film dan musik. Selain itu, tabungan seringkali terkuras untuk traveling maupun menonton konser artis mancanegara favoritmu.

Kebiasaan ini membuktikan bahwa milenial cenderung gemar membeli pengalaman dan nyaman menyewa dibandingkan memiliki. Apalagi sebagian besar milenial memiliki moto hidup You Only Live Once alias YOLO sehingga tidak memikirkan kehidupan di masa depan. Itulah yang membuat kepemilikan aset pada milenial menurun dan akhirnya menyebabkan sulit memiliki rumah di masa depan.

Tidak Punya Target

Walaupun milenial sudah memiliki tujuan punya rumah, tak jarang langkahnya salah. Faktornya adalah milenial tidak menetapkan target dengan tepat. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat target seperti kapan hendak membeli rumah, misalnya dalam jangka waktu 2 atau 5 tahun ke depan. Setelah itu, hitung berapa persentase penghasilan yang harus disisihkan untuk mencapai jangka waktu yang telah ditentukan.

Tiga alasan itulah yang menyebabkan milenial dianggap tak mampu punya rumah. Namun jangan khawatir, jika kamu para milenial berhasil mengubah tiga kebiasaan tersebut, dijamin bisa punya rumah di masa depan.

Apalagi rumah123.com punya solusi yang tepat buat para milenial, yakni menyediakan rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu takut kehabisan karena ada lebih dari 900 ribu properti yang ditawarkan.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi mengenai investasi terbaik dan rumah idaman di rumah 123.com. Sebab, rumah 123.com punya informasi lengkap mengenai properti bahkan informasi terkini. Yuk ubah kebiasaan burukmu, mulailah menabung, dan cari rumah di rumah 123.com!

Milenial juga bisa punya rumah kok! (adv/adv)