Elven Ajak Napi Kelola Kedai Kopi Lewat Gerakan Secangkir Semangat

Elven Ajak Napi Kelola Kedai Kopi Lewat Gerakan Secangkir Semangat

Advertorial - detikNews
Sabtu, 29 Des 2018 00:00 WIB
Elven Ajak Napi Kelola Kedai Kopi Lewat Gerakan Secangkir Semangat
Foto: dok. Kapal Api
Jakarta -

Kegunaan harta tidak dimungkiri, tetapi ingatlah yang lebih tinggi ialah cita-cita yang mulia. Pepatah dari Buya Hamka tersebut bisa dibilang menggambarkan kisah Elven Aprilinico. Pria berusia 22 tahun ini memiliki cita-cita mulia yakni mendirikan coffee shop, tapi dengan cara unik. Coffee shop impiannya akan memberdayakan narapidana dan mantan narapidana di lembaga pemasyarakatan.

"Beberapa tahun ini saya pernah melakukan kegiatan sosial di lapas. Salah satunya adalah memberikan pengetahuan seputar kopi seperti memanggang dan menyeduh kopi kepada tahanan usia produktif dan yang masa tahanannya segera berakhir di Lapas Salemba," kata Elven.

Pria asal Bekasi ini merupakan salah satu dari 50 peserta yang berhasil terseleksi dari 5.000-an proposal Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu. Gerakan ini diinisiasi oleh Kapal Api dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi sociopreneur adalah cita-cita saya. Sociopreneur bukan hanya berpikir soal profit, namun ada yang lebih besar. Apakah yang saya lakukan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar itu, itulah yang jadi tantangan saya. Jadi sociopreneur adalah cita-cita saya 5 tahun ke depan. Semoga dengan program Gerakan Secangkir Semangat, cita-cita saya bisa bermanfaat bagi orang sekitar," ujarnya.

Elven melalui proposal bisnisnya berjudul 'Coffee Shop dan Roaster yang Memberdayakan Narapidana dan ex-narapidana di Lembaga Permasyarakatan' ingin mendirikan coffee shop dengan memberdayakan narapidana dan mantan narapidana. Tujuannya agar mereka dapat memanfaatkan waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan sehingga mereka tidak berpikir kembali untuk melakukan kejahatan lagi.

"Pada akhirnya memanusiakan manusia adalah misi utama dalam proposal bisnis yang saya ajukan," katanya.

Melalui Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu, Kapal Api menyediakan platform bagi anak muda yang mempunyai ide dan semangat socioprenership agar dapat menyalurkan aspirasinya. Anak muda bisa mendaftarkan diri di situs www.secangkirsemangat.id mulai 1 Juni sampai 30 September 2018.

"Kapal Api menyediakan wadah bagi anak muda agar berani membuat nyata tujuannya lewat mentoring sepanjang program. Mulai dari peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan hingga mampu membuat prototype yang siap dipresentasikan kepada juri.Di akhir periode program pada bulan Februari 2019 mendatang, peserta dengan nilai kompetitif terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang," jelas Group Brand Manager Kapal Api, Johnway Suwarsono.

Kini, Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu telah memasuki tahap seleksi 50 besar. Pada tahap ini, para peserta yang terpilih akan dibimbing oleh para mentor Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu untuk membuat business plan yang rapi sehingga mereka dapat menghasilkan prototype bisnis untuk dipresentasikan kepada para juri.

"Ke-50 peserta yang terpilih melalui proses penjurian yang sangat ketat. Adapun kriteria utama proposal yang terpilih antara lain harus unik, dapat diwujudkan, dan memiliki dampak sosial," ujar pendiri Indoestri Makerspace, Leonard Theosabrata.

Adapun beberapa mentor yang dipilih untuk mewujudkan 50 ide bisnis tersebut antara lain, Denica Flesch (Founder Sukkachitta) dan Helga Angeline (Founder Burgreens). Ide bisnis terbaik akan mendapatkan modal usaha hingga Rp 250 juta dan dibimbing langsung oleh Yoris Sebastian agar idenya benar-benar berjalan dengan baik.

Mau tahu bagaimana kisah Elven? Simak videonya di sini.

(adv/adv)
Berita Terkait