Finger Food Festival, Eksperimen Bir Non Alkohol Jadi Teman Makan

Finger Food Festival, Eksperimen Bir Non Alkohol Jadi Teman Makan

Advertorial - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 00:00 WIB
Finger Food Festival, Eksperimen Bir Non Alkohol Jadi Teman Makan
Acara Radler Food Festival (Foto: detikcom)
Jakarta -

Bagi sebagian orang, memilih minuman sebagai pendamping saat makan bukan saja sekadar pelengkap makan atau penghilang dahaga. Jika memilih minuman yang pas saat kulineran, makanan yang disantap bisa menambah kenikmatan rasa makanan di lidah.

Untuk menjawab rasa penasaran penikmat kuliner yang ingin mencoba bereksplorasi menikmati tegukan bir dan beragam makanan, PT Multi Bintang Indonesia Niaga Tbk menggelar Radler Finger Food Festival untuk pertama kalinya di Indonesia selama 15-16 Desember 2018 di Gandaria City, Jakarta.

Ini merupakan cara yang unik karena hampir semua tenant hanya menjual makanan dan camilan yang memungkinkan konsumen untuk lebih banyak mencoba dan mengeksplorasi berbagai jenis kuliner. Tentunya sambil menikmati Bintang Radler sebagai minuman pilihan mereka.

Menurut Chef Martin Praja yang menjadi instruktur memasak di Radler Finger Food Festival 2018, memilih minuman yang sempurna dan menyegarkan adalah hal yang selalu dipilih oleh kebanyakan orang saat menikmati makanan. Radler Finger Food Festival menjadi wadah penikmat kuliner bisa berburu sejumlah makanan maupun camilan yang bisa dinikmati dan dieksplorasi dengan bir.

Dikatakannya, kecapan rasa di lidah bisa jadi pas jika ditemani minuman bir dengan rasa autentik buah. Kesegaran dan cita rasa dari jus buah asli seperti lemon dan jeruk yang menyatu dengan minuman bir yang memiliki sifat khas berkarbonasi, setidaknya menciptakan 3 efek di lidah yakni cut, compelement, dan contrast.

Lebih lanjut, Martin menjelaskan karbonasi dan hops di dalam minuman bir rasa buah alami mampu 'memotong' rasa dan tekstur di lidah yang mampu memberi kesan di setiap gigitan terasa seperti gigitan pertama.

Finger Food Festival, Eksperimen Bir Non Alkohol Jadi Teman MakanSajian camilan di Radler Food Festival (Foto: detikcom)

Sementara itu, complement berarti memadukan bir dan makanan yang memiliki rasa dan karakter yang hampir sama. Akhirnya, contrast berarti memadukan rasa bir yang diformulasi dari buah asli yang bertemu dengan makanan yang memiliki selera dan karakter yang berbeda, sehingga ketika digabungkan akan menciptakan karakteristik rasa baru yang unik.

Martin sendiri mencoba varian bir yang sudah sangat populer di Indonesia, yakni Bintang Radler yang sudah cukup banyak digemari penikmat kuliner sebagai teman makan. Bintang Radler menawarkan double refreshments, yang terbuat dari kombinasi bir favorit Indonesia dan jus lemon dan jeruk asli.

Meski setiap orang memiliki standar rasa yang berbeda dari bir yang diminum sebagai teman makan, ada pedoman sederhana yang dapat diterapkan ketika ingin melakukan eksplorasi rasa menyantap kuliner.

"Ketika eksplorasi rasa, jangan takut untuk bereksperimen karena mungkin kita dapat menemukan kombinasi rasa baru dan unik yang tak terduga," kata Martin.

Misalnya, Martin menggabungkan steak dengan Bintang Radler Orange. Steak pada dasarnya memiliki rasa yang kuat, berlemak, dan kaya akan rasa. Dengan semua rasa yang ada, steak akan saling melengkapi dengan Bintang Radler Orange yang memiliki rasa agak manis, crispy, dan menyegarkan.

Dari beberapa kali percobaannya, bir yang memiliki varian non alkohol bisa menjadi penguat, pelengkap, termasuk penghilang atau pembilas rasa yang masih tersisa di lidah.

"Ketika memadukan Bintang Radler dan makanan, ada istilah menarik, yaitu 3C yaitu cut, complement, dan contrast," kata Chef Martin yang juga seorang influencer dengan puluhan ribu pengikut di Instagram.

Sementara itu, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga Mariska Van Drooge menjelaskan awalnya Radler muncul dari inisiatif tak sengaja dari ahli bir Jerman, Frans Kugler, yang ingin menyajikan minuman bir untuk pesepeda yang singgah di tempatnya. Lantaran persediaan birnya menipis, Frans mencoba mencampurkan bir yang tersisa dengan jus lemon dan jeruk.

"Ternyata rasa pencampuran bir dengan jus jeruk dan lemok enak sekali, itu asal-usulnya. Kami telah mengembangkan Bintang Radler sebagai alternatif minuman baru untuk menemani waktu makan para konsumen. Rasa manis Radler yang segar dalam kombinasi Bir Bintang 2% menjadikannya teman makan yang sempurna," kata Mariska.

Selain varian 0% alkohol, Bintang Radler juga memiliki varian bir rendah alkohol 2% yang menawarkan double refreshments dengan kombinasi Bir Bintang dan jus buah asli. Mariska menjelaskan Bintang Radler merupakan teman makan yang sempurna karena memiliki rasa manis dan kesegaran yang seimbang, sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia.

"Semua orang pasti akan mengalami eksplorasi rasa yang unik dan itulah yang membuat perpaduan Bintang Radler dan makanan menjadi sangat menyenangkan," terang Mariska.

(adv/adv)
Berita Terkait