detikNews
Sabtu 15 Desember 2018, 00:00 WIB

Pemkab Trenggalek Rampungkan Jalan Strategis Pesisir Selatan

Advertorial - detikNews
Pemkab Trenggalek Rampungkan Jalan Strategis Pesisir Selatan Bupati Trenggalek Emil Dardak (Foto: dok. Pemkab Trenggalek)
Jakarta -

Urgensi pembangunan jalan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek di wilayah Panggul-Munjungan dan Munjunga-Watulimo meningkat setelah pemerintah pusat berencana membangun Jalan Prigi-Popoh pada tahun 2018.

Dengan momentum baik tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek akan merampungkan jalan lintas pesisir selatan Panggul-Munjungan dan Munjungan-Watulimo dalam 2 tahun anggaran (2018-2019).

Jalan sepanjang kurang lebih 13.000 meter akan menghubungkan koridor Yogyakarta-Malang sehingga cita-cita terdepan di pesisir selatan semakin dekat.

Bahkan saat meresmikan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan jalan ini pada Agustus lalu, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak hadir secara pribadi dan mewanti-wanti atas penting dan harapan suksesnya untuk jalan ini.

Pada tahun ini, telah dirampungkan pekerjaan peningkatan jalan dengan STA awal di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo dan STA akhir berada di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan untuk jalan sepanjang sekitar 4.400 meter dengan lebar badan jalan 4,5 meter serta bahu jalan beton rigid sisi kanan dan kiri masing-masing selebar 0,5 meter.

Dalam pengerjaanya pun digunakan laston lapis antara (AC-BC (L)) dan laston lapis aus (AC-WC (L)) dengan pondasi atas menggunakan CTB (Concrete Treated Base) dan beton rigid.

Nantinya, sisa pekerjaan jalan sepanjang kurang lebih 8.600 meter dengan spesifikasi yang sama dengan tahun ini akan rampung pada 2019. Ke depannya, dengan terhubung dan berada di tengah-tengah koridor ini, dipercaya Pemkab Trenggalek akan dapat meningkat perekonomian masyarakatnya.

Pemkab Trenggalek Rampungkan Jalan Strategis Pesisir SelatanPembangunan jalan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek (Foto: dok. Pemkab Trenggalek)

Diketahui sudah hampir 10 tahun jalan ini tidak pernah mendapatkan anggaran perbaikan jalan. Pengalokasian anggarannya pun memecahkan rekor anggaran yang pernah dilaksanakan oleh Pemkab Trenggalek karena belum pernah mengalokasikan anggaran sebesar itu untuk pembangunan jalan.

"Sebenarnya pembangunan jalan ini sudah berjalan. Tahun lalu kita fokusnya pada detail engineering design," jelas Emil.

Urgensi jalan menjadi meningkat karena mendapatkan pembangunan jalan dari Prigi menuju Popoh dengan dana Islamic Development Bank. Jika menunggu pembiayaan dari APBD tentunya tidak akan pernah tercapai. Namun dengan pendanaan dari IDB yang di-support dari pusat, titik yang paling berat untuk bisa menyambungkan Trenggalek menjadi bagian koridor Yogyakarta-Malang ini bisa teratasi.

"Karena itulah urgensi dari pembangunan jalan ini menjadi meningkat dan kami bersyukur sekali dari elemen-elemen seperti legislatif, tokoh masyarakat, maupun masyarakat pada umumnya merestui kita untuk melakukan prioritas anggaran," jelasnya.

"Namun bila kita tidak melakukan itu, kemudian Wilayah Prigi di Kabupaten Trenggalek tersambung ke Wilayah Popoh di Kabupaten Tulungagung maka nanti apapun pengembangan yang dilakukan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek malah akan banyak tertarik atau tersedot keluar Trenggalek. Justru itu Trenggalek harus memanfaatkan dan di sini kita harus menjadi yang di tengah," pungkasnya.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed