Penghijauan lingkungan terus menjadi komitmen dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation dalam mengurangi dampak pemanasan global. Langkah penghijauan terus dilakukan dari tahun ke tahun. Bahkan di akhir tahun ini, Djarum Foundation kembali menanam ribuan pohon trembesi di ruas jalan tol.
Sebanyak 8.400 pohon trembesi di tanam di dua ruas Tol Trans Jawa, yaitu di ruas Tol Surabaya - Mojokerto dan Gempol Pasuruan. Penanaman ini merupakan bagian dari program Djarum Trees for Life (DTFL) Trans Jawa yang telah dimulai sejak 2015 lalu. Dimulai dari Tol Cipali serta pada November 2018 lalu, 10.000 trembesi turut ditanam di Tol Semarang - Batang.
Penanaman trembesi di ruas Tol Jawa Timur ditandai dengan prosesi seremoni di Alun-Alun Sidoarjo, Rabu (5/11/2018) yang bekerja sama dengan PT. Jasamarga Surabaya-Mojokerto. Hadir pada acara ini antara lain Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya-Mojokerto Budi Pramono, Direktur Utama PT. Transmarga Gempol-Pasuruan Rahardjo, Vice President Djarum Foundation FX Supanji, dan Duta Lingkungan DTFL Band GIGI.
"Penanaman trembesi Trans Jawa dimulai dengan melakukan penanaman di Tol Cipali pada tahun 2015 hingga masa perawatan sampai 2018. Tahun ini program penanaman trembesi kembali kami lanjutkan pada ruas Tol Trans Jawa lainnya. Seperti sekarang ini di ruas Tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36 Kilometer, ruas tol Gempol-Pasuruan sepanjang 34 Kilometer dan juga ruas Tol Kertosono-Ngawi," jelas Vice President Djarum Foundation, FX Supanji, usai prosesi penanaman trembesi.
FX Supanji menjelaskan selain menanam, Djarum Trees For Life juga berkomitmen untuk melakukan perawatan terhadap 8.400 pohon trembesi selama tiga tahun, waktu yang diperlukan bagi trembesi untuk bisa hidup mandiri. Perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga penggantian bibit baru jika ada pohon yang rusak atau mati.
Perawatan pohon trembesi (Foto: dok. Djarum Foundation) |
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nandang Prihadi, menyambut baik program Djarum Foundation. Menurutnya, program ini menjadi teladan yang baik bagi perbaikan kualitas lingkungan kehidupan bagi sumber daya manusia. Ia juga mengatakan program penanaman trembesi perlu dukungan dari masyarakat dan swasta karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam hal ini.
"Kami sangat mendukung program penanaman pohon trembesi yang sudah mencapai ruas Tol Trans Jawa karena kegiatan ini termasuk dalam langkah pemulihan ekosistem. Melalui kegiatan nyata, secara tidak langsung kita juga telah ikut membantu program pemerintah tentang reboisasi dan program lingkungan. Lingkungan hidup dikatakan berkualitas baik jika berpengaruh positif atau menunjang kepentingan hidup makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya. Seperti halnya menyangkut kenyamanan, keindahan, keserasian yang bersangkutan dengan persepsi manusia atas lingkungan hidupnya," katanya.
Nandang turut mengapresiasi penanaman trembesi karena dapat menyerap polusi udara yang dihasilkan dari pembuangan gas kendaraan bermotor. Dengan adanya trembesi, lanjut Nandang, paling tidak akan mengurangi gas-gas CO2.
Sebaliknya, jika aktivitas penghijauan tidak dilakukan, pemanasan global akan semakin meningkat dan mengakibatkan perubahan iklim yang nantinya memperparah kualitas lingkungan makhluk hidup.
Ia berharap kegiatan ini juga menumbuhkan partisipasi aktif dan tanggung jawab masyarakat, memberikan wawasan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, serta menambah kesadaran masyarakat untuk terus menerapkan program penghijauan ini.
Grup band GIGI sebagai Duta Lingkungan DTFL ikut menanam pohon trembesi (Foto: dok. Djarum Foundation) |
Grup band GIGI sebagai Duta Lingkungan DTFL mengungkapkan kegiatan ini diperlukan karena berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan lingkungan. Sebagai musisi, GIGI ingin berkontribusi membangkitkan kesadaran kepada masyarakat.
Sang vokalis, Armand Maulana, mengatakan persoalan lingkungan membutuhkan perhatian dan upaya bersama dari semua pihak.
"Salah satunya dengan tindakan nyata menanam pohon, kita seperti memperpanjang napas anak cucu kita nanti. Kita memberikan cadangan oksigen bagi kelangsungan hidup manusia. Setidaknya dengan menanam pohon sudah membantu bumi menjadi lebih hijau. Kalau bukan kita yang memulai, lantas siapa yang akan memulai. Jangan tunggu sampai hal-hal yang tidak baik (bencana) menimpa bumi kita karena hanya segelintir orang yang benar-benar peduli dengan gerakan atau aksi nyata penghijauan," ujarnya.
Serupa dengan Armand, gitaris GIGI Dewa Budjana juga antusias mewujudkan kecintaannya pada bumi melalui kegiatan ini.
"Kami sangat senang karena dapat secara langsung mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan alam lewat program Penanaman Trembesi yang digagas Djarum Foundation. Ayo kita lebih peduli dari sekadar seruan Go Green," ucapnya.
Tak hanya trembesi, Djarum Foundation juga akan menanam jenis pohon berbunga dan pohon berbuah lainnya. Mulai dari 650 bibit tabebuya, 200 bibit kepoh hingga masing-masing 100 bibit flamboyan, maja, tanjung, eucalyptus, bunga kupu-kupu, ketapang, dan salam. Nantinya, pohon-pohon tersebut akan ditanam pada beberapa ruas seperti interchange, rest area, dan kantor pengelola.
Harapannya, ruas tol tersebut menjadi lebih hijau dan nyaman baik bagi pengguna jalan tol serta para karyawan dan pihak pengelola. Djarum Foundation juga memberikan bantuan dalam bentuk alat-alat tanam dan bibit pohon kepada 18 kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Total bibit yang diberikan sejumlah 1.800 meliputi 900 bibit pohon trembesi, 450 bibit pohon mangga, dan 450 bibit pohon kelengkeng. Untuk alat tanam, setiap kecamatan mendapatkan 10 buah cangkul dan totalnya mencapai 180 buah.












































Perawatan pohon trembesi (Foto: dok. Djarum Foundation)
Grup band GIGI sebagai Duta Lingkungan DTFL ikut menanam pohon trembesi (Foto: dok. Djarum Foundation)