Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengatakan dalam Gebyar UKM ini para pakar UKM dan sejumlah perusahaan yang menjadi mitra memberikan pembekalan berbagai ilmu bisnis. Pembekalan ini mulai dari strategi produksi hingga pemasaran.
Para ahli juga melakukan kurasi beberapa produk terpilih sehingga bisa lebih melakukan pengembangan pasar dan meningkatkan produksi.
Sebelum pelaksanaan Gebyar UKM hari ini, Emil mengawali kegiatan dengan menggelar gala dinner di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraga Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak ICSB untuk lebih aktif menjawab berbagai tantangan UKM.
"ICSB juga harus mendorong konsep aliansi UKM sehigga menambah daya saing dan mengelola potensi risiko dengan baik," kata Emil dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Academic Director ICSB dan perwakilan ICSB Jatim mengapresiasi ide Bupati Trenggalek tersebut dan menyatakan kesiapan untuk lebih aktif mewadahi 11 juta UKM di Jawa Timur.
Bukan hanya itu, Asuransi Jiwasraya dan Bank Jatim juga siap mendorong produk keuangan bagi usaha mikro seperti asuransi kredit dan pinjaman usaha mikro.
Gebyar UKM yang digelar di Pendopo Trenggalek pun berlangsung meriah. Ratusan peserta dari berbagai kalangan pengusaha UKM dengan antusias mengikuti berbagai pembekalan yang diberikan para pakar. Pembekalan tersebut termasuk pembekalan bisnis yang diberikan oleh ahli dari sejumlah perusahaan besar di Indonesia.
"Ini tentunya menjadi sebuah kehormatan bagi Trenggalek dan daerah sekitarnya. Karena para pelaku UKM kita mendapatkan suntikan pengetahuan langsung dari para ahli. Semoga kiprah UKM ini terus maju sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat," kata Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin.
Menurutnya, perkembangan bisnis UKM saat ini berkembang pesat, mulai dari pengelolaan produksi hingga proses pemasaran. Produk-produk yang diciptakan para pengusaha lokal juga mampu menarik peminat karena memiliki desain yang bagus dan berkualitas.
"Nah kebetulan kalau di Trenggalek ini kami mencoba untuk mengembangkan sistem komunal branding, di mana kami membuat sebuah brand atau merek yang bisa digunakan oleh seluruh pengusaha di Trenggalek. Ini tujuannya agar Trenggalek punya ciri khas dan akan mempermudah pengelolaan usaha, misalnya kalau kopi ya Kopi Wilis," katanya.
Dengan sistem tersebut, para pengusaha juga akan lebih ringan dalam melakukan promosi atau mengenalkan produknya. Ini karena dilakukan secara bersama-sama dengan standar produk yang sudah ditetapkan. Selain itu, belanja bahan baku maupun bahan lainnya juga akan lebih murah jika dilakukan dalam jumlah besar atau bersama-sama.
Sementara itu, Gebyar UKM di Trenggalek kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-32 oleh ICSB. Sebelumnya, Gebyar UKM juga dilaksanakan di Tangerang Selatan, Banten.
"Selain memiliki jiwa enterpreneur, UKM juga harus punya jiwa pemasaran karena yang paling penting dari membuka usaha adalah faktor market-nya atau pasar. Pasarnya ada atau tidak," ujar Founder dan Chairman MarkPlus In, Hermawan Kertajaya.
Simak juga video 'Tinggalkan Cara Lama, Kini Ada UKM Online':
[Gambas:Video 20detik] (adv/adv)










































