Investor Diajak Ambil Peran dalam Pembangunan Infrastruktur

Investor Diajak Ambil Peran dalam Pembangunan Infrastruktur

Advertorial - detikNews
Kamis, 25 Okt 2018 00:00 WIB
Investor Diajak Ambil Peran dalam Pembangunan Infrastruktur
Sesi panel diskusi pertama di BKPM-HSBC Infrastructure Forum (Foto: dok. HSBC)
Bali - Untuk mendorong pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan PT Bank HSBC Indonesia menyelenggarakan Infrastructure Forum.

Fokus pembangunan infrastruktur ini bertujuan demi merealisasikan visi Pemerintah Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2045. Untuk itu, forum ini menjadi wadah bagi para investor agar dapat berkomunikasi dengan pemerintah terkait berbagai peluang investasi infrastruktur di Indonesia.

Forum yang merupakan bagian dari Parallel Events IMF-WB Annual Meetings (AM) 2018 ini digelar di Ayana Resorts, Jimbaran, Bali, Kamis (11/10/2018). Forum ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta yang terdiri dari investor, corporate banking clients, private banking consumers dan fund management companies.

BKPM-HSBC Infrastructure Forum panel pertama berjudul 'Towards Indonesia 2045' menghadirkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, dan ekonom serta mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

Forum ini berlanjut ke panel kedua yang berjudul 'Realising Indonesia's Growth Ambition' dengan menghadirkan Presiden Direktur Pelindo II Elvyn G. Masassya, Head of Infrastructure Advisory Global Transport and Logistic Industry Leader Price Waterhouse Coopers Indonesia Julian Smith, Direktur Pengembangan Proyek dan Jasa Konsultasi PT Sarana Multi Infrastruktur Darwin Trisna Djajawinata, serta Chief Financial Official Power China International Ltd. Tianfu Yang.

Selain sesi panel, forum ini juga diisi dengan High Tea Event pada Infrastructure Forum antara Kepala BKPM Thomas Lembong dengan lima perusahaan dari berbagai negara, seperti China, Hongkong, Belanda, dan Malaysia. Kelima perusahaan tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$ 31,4 miliar untuk sektor infrastruktur yang meliputi bidang power plant, pelabuhan, konstruksi, dan logistik.

Deputy Chairman & Chief Executive HSBC Asia Pacific Peter Wong membuka acara BKPMHSBC Infrastructure Forum. (Foto: dok. HSBC)

Lembong menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, diperlukan konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter, fiskal, dan dunia usaha untuk mewujudkan pembangunan nasional.

"Infrastructure Forum ini merupakan forum komunikasi antara pemerintah dengan para investor dalam dan luar negeri, baik di sektor infrastruktur maupun keuangan dan lembaga perbankan, mengenai peluang pengembangan sektor infrastruktur di Indonesia serta perkembangan-perkembangan terkini dalam skema pendanaan infrastruktur," jelas Lembong dalam keterangan tertulis, Jumat (19/10/2018).

Lembong juga menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mengedepankan aspek disaster preparedness. Hal ini mengingat Indonesia yang baru saja diterpa berbagai musibah bencana alam seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Mayoritas infrastruktur vital di daerah-daerah tersebut, termasuk bandara, gardu listrik, pelabuhan, dan menara telekomunikasi, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Menteri Budi Karya Sumadi, Kementerian Perhubungan bersama dengan Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia. (Foto: dok. HSBC)

Lembong juga berharap forum tersebut dapat dioptimalkan untuk mendiskusikan strategi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang jauh lebih baik.

"Kiranya forum ini dapat kita optimalkan untuk mendiskuksikan strategi mewujudkan pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan tahan dari terpaan bencana. Selain itu, dari segi finansial, bagaimana penerapan manajemen risiko bencana dan inovasi-inovasi finansial lainnya yang dapat diterapkan untuk kesiapan menghadapi bencana," ucap Lembong.

Melihat kebutuhan sektor swasta untuk berperan lebih dalam merealisasikan pembangunan proyek infrastruktur Indonesia, Deputy Chairman and Chief Executive HSBC Asia Pacific Peter Wong menyampaikan pidato pembuka terkait potensi yang dimiliki oleh Indonesia dan harapannya untuk memperkenalkan ke kancah dunia.

"Tidak hanya besar di jumlah populasi penduduk, namun Indonesia juga memiliki banyak sekali potensi yang siap digali dan dimanfaatkan namun diperlukannya penghubung yang baik secara fisik, ekonomi, dan pembiayaannya. Dengan kata lain, infrastruktur adalah kuncinya," ucap Wong.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta juga turut berperan serta dalam menghubungkan nasabah global HSBC. Hal ini agar nasabah dapat ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

"Dalam rangka realisasi rancangan pembangunan infrastruktur Indonesia, pemerintah, dan pihak swasta membutuhkan skema pembiayaan yang baik dan solutif demi menunjang keberlanjutan pembangunan proyek infrastruktur di masa mendatang, salah satunya adalah melalui investasi di proyek pembangunan infrastruktur ini," jelas Sumit.

Dari data Asian Development Bank tercatat estimasi kebutuhan investasi infrastruktur Asia dari tahun 2016-2030 adalah US$ 22,6 triliun atau sekitar US$ 1,5 triliun per tahun. Dengan memperhitungkan mitigasi bencana dan adaptasi kenaikan biaya investasi yang dibutuhkan meningkat menjadi US$ 26,2 triliun atau US$ 1,7 triliun per tahun.

Sementara dalam periode 2016-2030 tersebut, Asia Tenggara membutuhkan investasi infrastruktur sebesar US$ 2,7 triliun dengan memperhitungkan mitigasi bencana dan adaptasi kenaikan bencana menjadi sebesar US$ 3,1 triliun. (adv/adv)

Berita Terkait