Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi akan tinggi, Pemkot Surabaya telah melakukan penambahan kapasitas rumah pompa. Ada 17 rumah pompa yang dilakukan penambahan kapasitas pompa, meliputi rumah pompa Jagir Kalimir, Simolawang, Gunungsari 2, Grahadi, Kebon Agung, Medokan Ayu Hilir, Kalisari, Kalibokor, Jeblokan, Tambak Wedi, Kenari, Bratang, Dinoyo, Kenjeran 1 dan Darmokali.
Masing-masing rumah pompa tersebut ditambah 3 meter kubik. Namun, untuk Morokrembangan ditambah dua pompa, masing-masing 3 meter kubik. Sementara untuk rumah pompa Balong 2, ditambah 5 meter kubik.
"Jadi seluruh rumah pompa itu kita tambah kapasitas pompanya. Itu sudah hampir semua selesai (pengerjaan). Sudah 99 persen selesai," kata Risma dalam keterangan tertulis, Selasa (25/9/2018).
Hal tersebut ia ungkapkan saat melakukan sidak di rumah pompa Jalan Kenari Surabaya, Selasa, (18/09/18).
Menurutnya, dulu rumah pompa tidak sampai menampung debit air 80 meter kubik. Namun sekarang, curah hujan yang tinggi mencapai tiga kali lipat membuat aktivitas rumah pompa meningkat sehingga debit air rata-rata mencapai 290 meter kubik.Oleh karena itu Pemkot Surabaya melakukan penambahan kapasitas rumah pompa tersebut.
Foto: dok. Pemkot Surabaya |
Bahkan, kata Risma, Pemkot Surabaya juga mempercantik rumah pompa dengan cat warna-warni dan mural untuk menghindari kesan kumuh di rumah pompa itu. Selain itu, rumah pompa yang tersebar di beberapa titik lokasi di Surabaya juga dilengkapi dengan genset dengan tujuan bisa dioperasikan saat listrik padam.
"Jadi kalau listrik mati, insyaallah kita bisa jalan. Dulu kita kalau ada listrik mati pasti trouble. Namun kita sekarang sudah ada genset. Jadi secara teori dan teknis itu sudah terpenuhi," terangnya.
Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya juga bakal memiliki rumah pompa baru di Jalan Petekan. Saat ini pengerjaannya sudah mencapai sekitar 10 persen. Risma juga mengaku selama ini flow dari air laut masuk ke dalam kota karena tidak adanya rumah pompa di lokasi tersebut. Sehingga aliran air masuk ke saluran-saluran kecil ke dalam kota dan menyebabkan debit air di sungai menjadi meningkat.
"Ini kan semakin lama semakin naik air lautnya. Makanya kita pasang di situ (rumah pompa). Kalau kita pasang di situ, kita bisa atur permukaan (debit air) yang ada di dalam kota," tutur Risma.
Di samping penambahan kapasitas rumah pompa, Risma mengaku peninggian tanggul laut juga menjadi salah satu prioritas utama dalam persiapan menghadapi musim penghujan.
"Jadi rumah pompa yang berbatasan dengan laut itu kita tinggikan semua termasuk tanggulnya, termasuk sekitaran Suramadu, Tambak Wedi. Kemudian di Wonorejo Rungkut itu kemarin kita juga tinggikan tanggul di sana," ungkapnya.
Foto: dok. Pemkot Surabaya |
"Untuk mengambil pengerasan tanah tersebut, untuk itu sungai kita dalamkan semua. Ke depan, sungai di Surabaya ini bisa digunakan untuk wisata air," pungkasnya.
Sementara itu untuk memastikan pengerjaan proyek box culvert Jalan Raya Sememi cepat rampung, Risma bersama Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati melakukan sidak ke lokasi tersebut. Proyek sepanjang 2 kilometer dari Jalan Raya Sememi hingga ke arah Kandangan itu pengerjaannya sudah mencapai 50 persen.
Risma menuturkan kendala yang dihadapi saat pengerjaan proyek itu adalah kepadatan masalah arus lalu lintas, sehingga harus dilakukan pola buka tutup jalan (bergantian). Menurutnya, awal tersendatnya proyek itu karena masalah jalanan yang sempit. Ia kemudian memutuskan untuk melakukan penutupan jalan. Ia berharap, proyek box culvert ini bisa selesai pada akhir Desember 2018.
"Di awal-awal kita tidak bisa tutup (jalan). Terus kita koordinasikan dengan Polres Gresik, dan Polres sini (Polrestabes Surabaya). Alhamdulillah kita bisa jalan (pengerjaan)," imbuhnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menambahkan, pengerjaan proyek box culvert yang saat ini dikerjakan merupakan proyek multiyears. Saat ini, pengerjaan box culvert sepanjang 2 kilometer itu kembali dikebut dari Jalan Raya Sememi hingga kawasan Kandangan. Selanjutnya, Erna memastikan akan melanjutkan pengerjaan box culvert itu sampai ke perbatasan Gresik.
"Yang kita kerjakan saat ini sepanjang 2 kilometer mulai Jalan Raya Sememi hingga ke arah timur (Kandangan). Selanjutnya, yang ke perbatasan Gresik dengan panjang yang sama yakni 2 kilometer," papar Erna.
(adv/adv)












































Foto: dok. Pemkot Surabaya
Foto: dok. Pemkot Surabaya