Alumni President University Raih Beasiswa S2 di University of Glasgow

Advertorial - detikNews
Senin, 10 Sep 2018 12:30 WIB
Scherzo Wahid Naiborhu yang merupakan alumni President University ini memiliki banyak prestasi. (Foto: dok. Jababeka)
Jakarta - Mahasiswa tidak hanya dituntut pintar bila ingin mengambil gelar master di universitas ternama di luar negeri. Calon mahasiswa juga harus menyiapkan biaya yang cukup yang besar.

Oleh karena itu, banyak calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri mengajukan beasiswa terlebih dahulu. Namun sayangnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangatlah terbatas.

Sebagai kampus berstandar internasional, President University berkomitmen untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa dan alumninya untuk melanjutkan studi maupun program pertukaran pelajar di luar negeri.

Alumni President University Raih Beasiswa S2 di University of Glasgow

Karena prestasinya, Scherzo meraih beasiswa S2 di University of Glasgow, Inggris. (Foto: dok. Jababeka)

Salah satu alumni President University yang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri adalah Scherzo Wahid Naiborhu. Ia berhasil mendapatkan beasiswa S2 ke University of Glasgow, Inggris. Mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2012 yang diwisuda pada 2016 dengan IPK 3.79 ini sangat bersyukur bisa menerima beasiswa bergengsi tersebut.

Sejak 2016, anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Mesa Indra Naiborhu dan Agustini ini sudah 8 kali mengajukan beasiswa ke berbagai pihak seperti LPDP, Australia Awards, New Zealand Awards, Orange Tulip Scholarship, dan beberapa universitas lainnya tapi belum juga berhasil.

"Kemudian kesempatan datang dari President University yang telah menjalin kerja sama dengan University of Glasgow, salah satu universitas terbaik dan tertua di dunia. President University adalah satu-satunya universitas swasta di Indonesia yang memiliki kerja sama dengan University of Glasgow dan memiliki privilage untuk memberikan biaya kuliah penuh kepada alumninya. Saya angkat topi kepada International Partnerships Office President University, khususnya Pak Agus Canny selaku Vice Rector III," ujar alumni SMA Angkasa 1, Halim Perdanakusuma ini.

Alumni President University Raih Beasiswa S2 di University of GlasgowScherzo berdiskusi bersama rekan-rekannya. (Foto: dok. Jababeka)

Dengan melanjutkan pendidikan S2 ini, Scherzo memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai Commercial Credit Analyst di PT Bank UOB Indonesia. Pria berdarah Batak dengan motto hidup 'if you have a dream, you go get it!' ini merasa beruntung memilih President University sebagai tempat kuliahnya.

"Ada 4 poin utama yang membuat saya memutuskan untuk kuliah di Presuniv. Pertama, kegiatan belajar mengajar menggunakan Bahasa Inggris. Kedua, multinational and multicultural environment karena banyak mahasiswa dari negara lain seperti RRC, Vietnam, Afghanistan, Inggris, dan lain sebagainya yang juga kuliah di President Universty. Ketiga, tenaga pengajar tidak hanya dari kalangan akademisi namun juga dari kalangan praktisi. Dan keempat, konsep belajar yang dinamis, setiap minggu presentasi melatih kemampuan English Presentation dan Public Speaking," ungkap Scherzo yang berkonsentrasi pada Banking and Finance.

Menurutnya, proses belajar di President University yang full English sangat membantu dalam proses pengajuan beasiswa, yaitu tes IELTS, interview dan writing essays.

"Sistem presentasi di Presuniv memungkinkan saya untuk memiliki keterampilan berbicara di depan umum dan percaya diri dalam melakukan wawancara. Kualitas belajar dan dosennya juga luar biasa yang telah mempersiapkan saya untuk terjun dalam dunia kerja. Terima kasih President University," tegas Scherzo yang pernah magang di ING Bank, salah satu Investment Bank terbesar di Eropa asal Belanda.

Aktif di Organisasi dan Berprestasi

Alumni President University Raih Beasiswa S2 di University of Glasgow

Scherzo saat menyampaikan presentasi. (Foto: dok. Jababeka)

Semasa kuliah, Scherzo aktif di beberapa organisasi seperti President University Student Union (BEM President University) di Departemen Character Building (pengembangan karakter). Ia juga pernah mengikuti Golferation (Klub Golf) dan membuat satu NGO (Non Government Organisation) bernama Youth Corps Indonesia. Ia membentuk organisasi ini bersama beberapa teman kampus untuk mengembangkan soft-skills pemuda di seluruh Indonesia.

Selain aktif di organisasi, ia juga berhasil meraih banyak prestasi. Beberapa prestasinya antara lain Jakarta Ambassador and Indonesia Representative for International Youth Organization Forum & Beijing Sister City Youth Camp 2017, Top 15 UOB Regional Ideas Competition 2017, Indonesia Representative for World Culture Forum 2016, dan Indonesia Representative for Orange ASEAN 3rd Edition: Circular Economy in Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak hanya itu, ia juga berhasil meraih Indonesia Representative for ASEAN-Korea Youth Network Workshop 2016 in Bangkok, Thailand, Gold Medal for Non-Academic Achievement upon Graduation in President University, dan Winner of Kairos Sharing Table National Case Competition 2016.

"Pengalaman ikut berbagai kompetisi banyak sekali. Saya belajar time management, bagaimana bekerja secara efektif. Sebagai perwakilan Indonesia di kancah internasional, saya banyak dapat pengalaman mempromosikan Indonesia, melakukan public speaking, berdiplomasi dengan banyak pihak, mengembangkan koneksi, berdiskusi dengan teman-teman pemuda dari berbagai belahan dunia," ungkapnya.

Ia juga merupakan peraih beasiswa XL Future Leaders dari PT XL Axiata TBK, yakni beasiswa pelatihan soft-skills dan leadership selama dua tahun. Scherzo pun terpilih sebagai 1 dari 125 orang yang diseleksi dari 13.000 pendaftar di seluruh Indonesia.

(adv/adv)