Bahas soal Industri 4.0, Jababeka Hadirkan Profesor Asal Glasglow

Bahas soal Industri 4.0, Jababeka Hadirkan Profesor Asal Glasglow

advertorial - detikNews
Rabu, 05 Sep 2018 00:00 WIB
Bahas soal Industri 4.0, Jababeka Hadirkan Profesor Asal Glasglow
Jakarta - Jababeka ikut berpartisipasi dalam upaya meneruskan misi Presiden Joko Widodo yang meluncurkan Making Indonesia 4.0 pada April 2018. Hal itu merupakan komitmen Indonesia dalam memasuki era digital menuju Industri 4.0 untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global dan dapat membangun kembali perindustrian Indonesia ke era baru revolusi industri 4.0 serta merevitalisasi industri nasional secara menyeluruh.

Partisipasi tersebut direalisasikan oleh Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono dengan mengundang Prof. Frank Coton selaku Vice Principal dari Universitas Glasgow U.K untuk berbicara mengenai 'Masa Depan Perguruan Tinggi Menghadapi Industri 4.0'. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian Jababeka terhadap perkembangan SDM Indonesia dalam mengisi pembangunan di masa depan.

Kegiatan diselenggarakan di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

"Universitas Glasgow merupakan universitas di Inggris tertua ke-4 di dunia yang berdiri pada tahun 1451. Juga merupakan tempat bersejarah di mana penemu mesin uap James Watt dan ahli teori kapitalisme Adam Smith bernaung dan berkarya," ujar Honorary Research Fellow dari Universitas Glasgow, John Scott Younger yang juga sebagai International Rektor Universitas Presiden (President University) dalam keterangan tertulis.

Scott menambahkan bahwa Universitas Glasgow sangat berperan aktif dalam perkembangan teknik sipil dan infrasturktur di dunia dan banyak penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan, obat-obatan dan juga tehnik mesin yang terus berlangsung hingga saat ini.

Sementara itu, Universitas Presiden yang dibangun oleh Setyono Djuandi Darmono adalah universitas yang menggunakan bahasa inggris sebagai medium komunikasi bertaraf internasional yang terletak di kawasan industri Jababeka. Kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini merupakan lokasi dari 1.700 perusahaan multinasional seperti USA, Canada, Germany, UK, France, The Netherlands, Italy, China, Korea, Japan, Taiwan, Malaysia, Singapore, dan Australia. (adv/adv)
Berita Terkait