Ini Alasan Kenapa Hari Nyamuk Sedunia Penting untuk Diketahui

advertorial - detikNews
Senin, 20 Agu 2018 00:00 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta - Tahukah Anda bahwa setiap tanggal 20 Agustus ditetapkan sebagai Hari Nyamuk Sedunia? Walaupun terdengar tidak biasa, peringatan ini ternyata memiliki sejarah yang penting untuk diketahui. Pada tahun 1987 silam, dokter militer Inggris Ronald Ross melakukan penelitian tentang penularan penyakit mematikan malaria.

Saat ditugaskan di Secunderabad di India, Ross harus berhadapan dengan banyak pasien malaria. Ia pun membedah nyamuk untuk mendeteksi sekaligus mengidentifikasi parasit malaria, khususnya pada bagian lambung nyamuk anopheles.

Kemudian tepat pada 20 Agustus 1987, Ross berhasil menemukan sista-sista berpigmen parasit atau oosista malaria plasmodium falciparium pada dinding lambung nyamuk anopheles. Pada saat itu, Ross mengambil kesimpulan hanya nyamuk genus anopheles yang menularkan parasit malaria. Maka ia mendeklarasikan bahwa tanggal 20 Agustus merupakan Hari Nyamuk Sedunia.

Melalui penemuan bersejarahnya ini, Ross ingin mengingatkan masyarakat dunia bahwa keberadaan nyamuk harus diwaspadai. Faktanya, nyamuk bisa merenggut nyawa seseorang. Namun tak hanya nyamuk anopheles saja yang berbahaya, masih banyak penyakit lain di samping malaria yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah dan chikungunya.

Penyakit berbahaya lainnya yang dibawa oleh nyamuk adalah virus zika. Bahkan sampai saat ini, virus zika masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, virus yang pertama kali ditemukan di Uganda, Afrika ini telah menyebar hingga ke Amerika dan Asia. Pada 2015 lalu, 12 ribu wanita hamil di Kolombia terpapar virus zika dan akhirnya melahirkan bayi cacat. Bahkan hingga 2016, tercatat tiga warga Kolombia yang meninggal akibat virus zika.

Virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti ini berbahaya karena tidak menunjukkan gejala sakit. Kementerian Kesehatan pun mengeluarkan data bahwa hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi menunjukkan virus zika.

Foto: ShutterstockFoto: Shutterstock

Maka tak heran jika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengungkapkan nyamuk merupakan penyebab kematian terbanyak. Nyamuk diperkirakan bisa membunuh lebih dari 725 ribu orang tiap tahunnya. Mengerikan, bukan?

Menangani fenomena tersebut, WHO mengimbau agar masyarakat dunia melakukan berbagai cara demi menghindari gigitan nyamuk. Pertama, mengunakan pakaian berwarna terang karena nyamuk lebih menyukai tempat gelap. Kedua, kenakan pakaian yang menutupi tangan dan kaki saat tidur atau pasang kelambu di tempat tidur.

Ketiga, jangan simpan benda yang berpotensi menyimpan genangan air. Sebab, nyamuk suka bersarang di tempat yang ada genangan air. Keempat, pasang jaring halus pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tak masuk ke dalam rumah.

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan dengan praktis adalah menggunakan lotion anti nyamuk seperti Soffel untuk perlindungan di luar ruangan. Soffel memberikan dua perlindungan, yakni memiliki aroma dan rasa yang tidak disukai nyamuk. Varian aromanya pun beragam seperti bunga geranium, kulit jeruk, daun sereh, bengkuang dan apel.

Sedangkan untuk perlindungan di dalam rumah atau ruangan bisa menggunakan aerosol pemati nyamuk seperti Forcemagic 2in1. Aerosol ini dapat mematikan nyamuk 'zombie', nyamuk yang bisa hidup kembali jika disemprot dengan merek lain. Selain itu, Forcemagic 2in1 menggunakan eucalyptus oil sehingga dapat mencegah nyamuk dari luar ruangan masuk.

Sebagai bentuk kepedulian untuk mencegah bahaya nyamuk bersama, Soffel memberikan promo khusus. Anda bisa mendapatkan promonya di sini. Selain itu, Anda bisa mendapatkan promo Forcemagic 2in1, Pemati dan Penolak Nyamuk Jadi Satu. Dapatkan promonya di sini. (adv/adv)