Hasil itu diketahui setelah tumpukan material yang telah disingkirkan dengan alat berat eskavator dan anjing pelacak. Padahal informasi awal tim SAR mendapatkan laporan adanya korban di area tersebut.
"Informasi awal banyak korban karena waktu gempa bersamaan dengan salat magrib warga yang berjamaah. Informasi tersebut dikuatkan dengan keterangan para saksi yang mencium aroma mayat di lokasi," terang Direktur Operasi Brigjen TNI (mar) Bambang Suryoaji, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8/2018).
Saat menyampaikan hal tersebut, ia didampingi Kepala Kantor SAR Mataram I Nyoman Sidakarya, selaku SAR Mission di Posko Basarnas Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.
Setelah dilakukan analisis secara mendalam, sektor SRU Alfa dinyatakan clear. Tidak ada korban yang tertimbun. Saat reruntuhan bangunan dibongkar bau menyengat dilaporkan sudah tidak tercium lagi.
Tim SAR menduga kemungkinan aroma tersebut karena sisa darah korban yang sebelumnya berhasil dievakuasi dari lokasi tersebut. Selain itu, berdasarkan data dan informasi masyarakat setempat, tidak ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
"Informasi kalau banyak yang salat berjamaah adalah warga pendatang, informasi itu masih sumir, karena kami tidak menerima laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Karena itulah, operasi di sektor SRU Alfa kami nyatakan selesai," ujarnya.
Hal yang sama terjadi pada sektor SRU Bravo yang dikomando oleh Shandy, personel Basarnas Special Group (BSG) yang beranggotakan 18 orang. SRU Bravo beroperasi di Masjid Karang Pansor Dusun Bangsal. Dalam operasi ini tim juga melaporkan nihil. Kawasan tersebut dinyatakan clear.
"Namun begitu, jika ada informasi yang akurat bahwa di kedua sektor tersebut masih ada korban, maka operasi akan kami buka lagi," kata Bambang.
Sementara SRU Charlie yang dikomandoi Tius, personel Basarnas Special Group (BSG) beranggotakan 61 personel. SRU Charlie beroperasi di sektor Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan, dengan melakukan penyemprotan air menggunakan mesin alkon. Ini dilakukan mengingat kondisi bangunan dan tanah masih labil untuk membuat akses masuk eskavator.
Bambang bercerita, operasi di tempat tersebut cukup berisiko karena lokasi tanah rawan longsor. Selain itu, medan sektor ini cukup berat dan butuh banyak personel, peralatan berat maupun konvensional mengingat luasnya area pencarian.
"Informasinya ada 4 korban yang masih terkubur reruntuhan. Laporan itu kami nilai cukup akurat karena yang melaporkan adalah istri korban. Dia kehilangan suami dan dua anaknya, serta ada satu orang tua, tetangganya," jelasnya.
Bambang mengatakan, keempat korban tersebut sejak gempa yang terjadi Minggu (5/8/) malam belum kembali ke rumah. Sementara SRU Delta yang dikomando Erdi, rescuer dari Kantor SAR Jakarta dengan anggota 16 personil, beroperasi di sektor Dusun Sesait, Batu, Jombang, juga tidak menemukan korban. Sama dengan SRU Alfa dan Bravo, SRU Delta pun mendapati hasil nihil.
Longsoran yang diakibatkan gempa di Lombok. Foto: Basarnas. |
Selanjutnya, SRU Echo yang dikomando Qurais, personel Basarnas Special Group (BSG) dengan anggota 18 personel menindaklanjuti laporan warga bernama Darwis. Dilaporkan bahwa 1 korban tertimbun di Dusun Tampes, Sapir Jengker Timur, Kecamatan Rempek. Namun, setelah lokasi dibongkar alat berat dan pengerahan anjing pelacak, hasilnya pun nihil.
Sementara SRU Foxtrot yang dikomandoi Zul, personel Basarnas Special Group (BSG) dengan anggota 12 personel yang beroperasi di sektor Dusun Tanjung, Pemenang, Sire, juga nihil. Tumpukan material yang sebelumnya dicurigai masih ada korban tertimbun ternyata tidak terbukti.
"Kami sudah ratakan lokasi pencarian dengan eskavator, namun tidak menemukan adanya tanda-tanda korban," ungkap Zul.
Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Agus Haryono mengatakan secara keseluruhan operasi SAR hari ini nihil. Ia pun berencana untuk melanjutkan pencarian pada 4 korban yang diduga masih tertimbun longsoran di Dusun Dompu Indah
"Secara keseluruhan, operasi SAR hari ini nihil. Untuk rencana operasi besok (Jumat, 10/08/2018), kami akan fokus dengan locus dusun Dompu Indah Kecamatan Kayangan yang diduga kuat ada 4 korban tertimbun," terangnya .
Terkait gempa susulan dengan magnitudo 6,2 SR, hingga saat ini posko utama maupun posko Basarnas belum menerima laporan adanya korban yang membutuhkan bantuan SAR maupun evakuasi. Namun SRU Udara telah melaksanakan dropping logistik di Kecamatan Kayangan.
"Semua hasil operasi SAR hari ini telah kami laporkan ke posko utama," pungkasnya.
(adv/adv)












































Longsoran yang diakibatkan gempa di Lombok. Foto: Basarnas.