Basarnas Bantu Evakuasi Pendaki dan Warga yang Terdampak Gempa

Basarnas Bantu Evakuasi Pendaki dan Warga yang Terdampak Gempa

Kabar Basarnas - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 00:00 WIB
Basarnas Bantu Evakuasi Pendaki dan Warga yang Terdampak Gempa
Satu unit helikopter dan tambahan personel Basarnas dikerahkan menuju lokasi terjebaknya pendaki di Danau Segara / Foto: Basarnas
Jakarta -

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter yang mengguncang Lombok dan Sumbawa mengakibatkan terjadinya longsor di kawasan gunung Rinjani. Karena masih sering terjadi gempa susulan, jalur pendakian ke Gunung Rinjani pun ditutup.

Malangnya, ada 549 pendaki yang terjebak di atas gunung. Pada Senin (30/7/2018) pagi, tim SAR gabungan langsung diberangkatkan melalui jalur Sembalun untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak.

Sebanyak 56 personel yang diberangkatkan dibagi menjadi beberapa tim. Tim SAR pun berhasil mengevakuasi 543 pendaki dalam keadaan selamat. Seluruh pendaki menuruni gunung dengan didampingi beberapa personel gabungan yang tersebar di masing-masing pos jalur sembalun.

Proses evakuasi pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Rinjani / Foto: BasarnasProses evakuasi pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Rinjani / Foto: Basarnas

Berdasarkan informasi yang diterima dari tim di lapangan, masih ada 6 orang pendaki lagi (1 pejabat LKPP, 2 staf LKPP, 2 porter, dan 1 guide TNGR) yang terjebak di Danau Segara. Di samping itu, ada 1 pendaki asal Makassar yang meninggal dunia di antara Pos Pelawangan dengan Danau Segara.

Saat hari mulai gelap, personel gabungan di Pos Pelawangan menghentikan sementara pergerakannya dikarenakan faktor cuaca, medan, dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengevakuasi pendaki yang masih terjebak di Danau Segara.

Proses evakuasi pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Rinjani / Foto: BasarnasProses evakuasi pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Rinjani / Foto: Basarnas

Pada Selasa (31/7/2018), tim gabungan yang dibagi menjadi dua kembali bertugas di Pos Pelawangan. Tim pertama difokuskan untuk mengevakuasi jasad pendaki asal Makassar. Sementara tim kedua fokus untuk mengevakuasi keenam pendaki yang terjebak di Danau Segara.

Untuk membantu proses evakuasi, satu unit helikopter dan tambahan personel Basarnas juga dikerahkan menuju lokasi terjebaknya pendaki di Danau Segara dan lokasi jasad pendaki asal Makassar.

Sebanyak tiga pendaki yang terjebak akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter dan tiba di posko gabungan pukul 09.35 WITA. Sekitar 2 jam kemudian, helikopter yang membawa jasad pendaki asal Makassar juga tiba di posko gabungan.

Sementara tiga pendaki lainnya yang juga terjebak di Danau Segara dievakuasi secara manual. Mereka turun melalui Jalur Sembalun Bersama tim gabungan dan tiba di posko utama pukul 17.00 WITA.

Gempa yang terjadi pada Minggu (29/7/2018) ini juga menyebabkan ratusan rumah warga di Lombok Utara dan Timur rusak parah. Usai gempa, dilaporkan sedikitnya 11 warga meninggal dunia dan ratusan warga mengalami luka-luka.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerjunkan tim rescuenya sebanyak 41 personel yang bertugas di Kantor induk, Pos SAR Kayangan, dan Pos Siaga SAR Bangsal. Seluruh personel bersama dengan instansi/potensi SAR disebar ke tempat sekitar wilayah yang terkena dampak gempa untuk melakukan evakuasi.

Adapun instansi/potensi SAR yang terlibat antara lain TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, organisasi mahasiswa, hingga masyarakat setempat.

Semua warga yang terdampak gempa diungsikan ke posko-posko yang telah disediakan di beberapa tempat seperti di Obel-Obel Sambelia Lombok Timur dan Bayan Lombok Utara.

(adv/adv)
Berita Terkait