Sesditjen AHU Danan Purnomo mengatakan bahwa daktiloskopi merupakan ilmu yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang ahli. Hal itu dikatakan saat pembukaan pelatihan pengelolaan perumusan sidik jari di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang.
"Pelatihan ini merupakan pengkaderan kembali calon-calon ahli perumus sidik jari yang dibutuhkan oleh Ditjen AHU ke depan," kata Danan dalam keterangan tertulis, Rabu (18/7/18).
Lanjut dia, sidik jari merupakan ciri tetap yang terdapat dalam setiap orang. Karenanya, sidik jari dianggap menjadi sumber terpercaya yang digunakan dalam penyelidikan.
Danan berharap daktiloskopi bisa menjadi bagian dari unit kerja Ditjen AHU yang melahirkan ilmu pengelolaan sidik jari untuk memenuhi kebutuhan lembaga dan instansi lain. Lebih dari itu, daktiloskopi juga diharapkan tak hanya menjadi subdit yang mati suri karena mempunyai sinergitas terhadap lembaga dan intansi lainnya.
"Kami berharap daktiloskopi dapat dikembangkan terus sehingga diharapkan menjadi ilmu pengetahuan dan sebuah kurikulum bagi tugas tertentu. Lembaga lain juga memerlukan daktiloskopi seperti dukcapil, kepolisian, dan lembaga lainnya," sambungnya.
Sesditjen AHU Danan Purnomo dalam Pelatihan pengelolaan sidik jari di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang (Foto: Ditjen AHU) |
Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian Ditjen AHU Nur Hikmah menuturkan bahwa pelatihan pengelolaan perumusan sidik jari ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dalam bidang daktiloskopi yang merupakan bagian dari unit ditjen AHU.
"Daktiloskopi sudah berkontribusi besar terhadap perkara sidik jari dan sudah membantu kebutuhan perumusan lembaga lain," tuturnya.
Salah satu peserta pelatihan, Bukori mengatakan bahwa ilmu daktiloskopi sangat penting untuk menangani beberapa kasus dan studi tentang sidik jari. Hal inilah yang menjadi alasan daktiloskopi menjadi menarik untuk dipelajari. Di samping itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mengkaderisasi calon ahli perumusan.
"Ilmu daktiloskopi ini memang langka dan kurang diminati sebagai pilihan dalam profesi. Ini adalah pengkaderan kembali ahli pengelolaan perumusan sidik jari yang semakin lama berkurang," ucapnya. (adv/adv)












































Sesditjen AHU Danan Purnomo dalam Pelatihan pengelolaan sidik jari di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang (Foto: Ditjen AHU)