Bazar tersebut diisi dengan 132 stan yang menawarkan berbagai produk, seperti makanan, minuman, pakaian, busana muslim, perlengkapan rumah tangga, dan lain-lain.
Bazar tersebut diselenggarakan sebagai alternatif untuk karyawan Basarnas dan masyarakat sekitar kantor Basarnas.
"Basarnas menyelenggarakan bazar Ramadan ini adalah memberikan alternatif kepada pegawai Basarnas dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan harga yang murah untuk keperluan Lebaran," kata Sektretaris Utama Basarnas, Dadang Arkuni dalam keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).
Bazaar ini diisi dengan 132 stand yang menawarkan berbagai produk. (Foto: Basarnas) |
Menurut Dadang yang menyampaikan sambutan dari Kabasarnas Muhammad Syaugi, bazar tersebut digelar untuk melayani masyarakat.
Apalagi mengingat situasi permintaan akan bahan pokok yang meningkat jelang Lebaran. Hal itu dianggap akan berdampak pada kelangkaan barang.
Untuk itu, diperlukan pendistribusian yang merata seperti yang dilakukan oleh Basarnas dalam bazar yang digelar pada Selasa (5/6/2018) di lobby dan halaman kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta.
Selain untuk memberikan harga kebutuhan yang lebih murah, bazar ini juga diadakan untuk meningkatkan peran UKM sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial.
"Diselenggarakan di lingkungan kantor Basarnas merupakan wujud kepedulian dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan dan Lebaran, juga untuk meningkatkan peran aktif para pengrajin, industri kecil, berpromosi sekaligus mendapatkan keuntungan yang lebih serta ajang silaturahmi dan kepedulian sosial," ucap Dadang.
Pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya bazaar Ramadan. (Foto: Basarnas) |
Bazar Ramadan dibuka secara resmi oleh Ketua Dharma Wanita Basarnas, Luly Syaugi dengan pemotongan pita.
Selain Basarnas, ada berbagai pihak yang turut terlibat, yakni Kementerian Pertanian, Bulog, UKM dan Koperasi DKI Jakarta, serta Dharma Wanita Basarnas.
(adv/adv)













































