Maka ia mengatakan Jabar membutuhkan pemimpin yang visioner dan memahami aspirasi masyarakat, seperti Kang Emil dan Kang Uu.
"Kang Emil dan Kang Uu memenuhi kriteria itu. Mereka sudah teruji ketika menjadi wali kota Bandung dan bupati Tasikmalaya," kata Ketua DPD Nasdem Jabar ini dalam keterangan tertulisnya.
Ketika memimpin Bandung, lanjutnya, Kang Emil melakukan beberapa terobosan untuk membangun kota dan menyejahterakan warganya. Begitu pula dengan Kang Uu yang mampu menaikkan kesejahtreraan rakyat melalui peningkatan produktivitas petani ketika memimpin Tasikmalaya selama dua periode.
Saan pun menjelaskan prestasi Kang Emil diakui oleh lembaga mancanegara. Buktinya, Kang Emil telah mendapatkan 347 penghargaan dari dalam dan luar negeri, terpilih sebagai Wali Kota Terbaik 2017 versi Kemendagri, serta masuk jajaran 50 besar Pemimpin Terbaik Dunia 2018 versi Majalah Fortune.
Kinerja ASN pun naik menjadi ranking 1 dari sebelumnya rangking 20. "Begitu pun Kang Uu, mampu menaikkan kinerja ASN-nya dari ranking 250 menjadi ranking 20," katanya.
Ia pun turut membeberkan prestasi Kang Uu. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama empat tahun berturut-turut sejak 2013.
Selain itu, Saan menilai pasangan Rindu memiliki keunggulan lain seperti sama-sama keturunan kiai. Kang Emil merupakan cucu dari KH Muhyidin, pendiri delapan pesantren pagelaran di Jabar. Sementara Kang Uu merupakan cucu dari KH. Choer Affandi, pendiri lebih dari sepuluh pesantren Miftahul Huda di Jabar.
"Mereka sosok pemimpin yang sederhana, lurus, dan bersih," tutupnya. (adv/adv)











































