Infrastruktur Jalur Mudik Jateng Disiapkan Lebih Optimal

Advertorial - detikNews
Rabu, 23 Mei 2018 00:00 WIB
Jakarta - Infrastruktur jalur mudik Lebaran 2018 di wilayah Jawa Tengah secara umum sudah siap digunakan. Kondisi jalan tol dari Brebes hingga Sragen pun jauh lebih baik dibanding masa mudik tahun sebelumnya.

Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko menjelaskan jalan tol dari Brebes sampai Pemalang sudah operasional, kemudian ruas tol Pemalang - Batang- Semarang masih fungsional. Sementara, ruas Semarang-Salatiga operasional dan ruas Salatiga-Kartosuro fungsional. Sedangkan ruas Kartosuro-Sragen sebelum Lebaran 2018 akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Pendek kata, pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 jalur tol di Jateng sudah bisa digunakan. Meski ada yang sudah operasional maupun yang fungsional atau kondisinya belum sempurna 100 persen. Oleh karena itu para pengguna jalan harus berhati-hati terutama di titik rawan kemacetan, seperti di Manyaran, Kota Semarang," kata Heru dalam keterangan tertulisnya.

Hal itu disampaikanHeru saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka operasi kepolisian terpusat Ketupat Candi 2018 Polda Jateng di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (16/5/2018).

Rakor bertema 'Kita Sinergikan Kesiapan Pengamaman Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan yang Promoter Kepada Masyarakat' turut dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus F, serta instansi terkait lainnya.

Jalan pantura, tengah, dan selatan pun sudah siap dilintasi pemudik dari berbagai daerah, termasuk kesiapan jalur-jalur alternatif. Bahkan perbaikan jalan provinsi yang sedang dilakukan di beberapa daerah, antara lain ruas Pringsurat dan Banjarnegara akan selesai pada awal Juni 2018.

Selain persiapan infrastuktur jalan, lanjut Heru, berbagai kebutuhan masyarakat saat menjelang hingga usai Lebaran harus tercukupi. Seperti kebutuhan armada pemudik baik jalur darat, laut, maupun udara, kesiapan Pertamina, serta Bulog dan Satgas Pangan. Kesiapan bahan bakar dan pangan harus benar-benar terjamin karena kebutuhan akan melonjak akibat mobilitas manusia sangat tinggi.

"Pemerintah harus berbagi tugas, saling koordinasi agar semua terintegrasi. Meskipun Ramadan dan Lebaran terjadi setiap tahun, tapi semua harus dipersiapkan secara matang," pintanya.

Mantan Bupati Purbalingga ini berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan wilayah dari berbagai gangguan saat Lebaran. Terkait pengamanan masyarakat sampai tingkat desa, pihaknya berencana merevitalisasi keberadaan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kecamatan serta memperkuat sumber daya manusia di pemerintahan desa hingga RT dan RW.

"Terlebih saat ini marak teroris. Maka jika RT/RW lebih dihidupkan maka pelaku teroris juga bisa saja akan lebih mudah diketahui karena (Ketua) RT/ RW lebih gampang memantau warganya. Termasuk kesejahteraan dan kemiskinan akan diketahui lebih detail kalau RT dan RW diberdayakan," tegas Heru.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) VII Achmad Hery Marzuki mengungkapkan fungsional tol di wilayah Jateng diberlakukan satu lajur saat mudik dan balik Lebaran mulai H-10 Lebaran 2018.

"Untuk fungsional tol di beberapa ruas kondisinya beton tipis, sehingga insyaallah tidak banyak debu seperti tahun lalu," kata Hery.

Ia pun mengatakan ruas Batang-Krapyak sepanjang 75 kilometer merupakan fungsional paling panjang dibanding seksi lainnya, terutama ruas seksi 4. Daerah Ampelgading Kabupaten Pemalang sebagian sudah dibeton dan kondisi saat ini jauh lebih siap dan bagus dibanding musim mudik 2017.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menambahkan guna mewujudkan kelancaran arus mudik, kepolisian menyiapkan manajemen keselamatan dan kelancaran di jalan. Termasuk menyiagakan petugas gabungan antara Brimob dan Dinas Perhubungan, lengkap dengan armada PJR di jalur tol pada setiap lima kilometer.

Selain itu, jalur tol fungsional yang belum ada peneranganya akan diterangi dengan lampu dari polres dan polda yang jangkauannya sekitar 10 kilometer. Sehingga pemudik yang melintas pada malam akan merasa aman.

Pihaknya juga meningkatkan pengamanan di simpul-simpul keramaian dari ancaman teroris dan gangguan kejahatan lainnya, seperti stasiun, bandara, objek wisata, dan tempat umum lainnya.

"Setelah kegiatan ini saya meminta para kapolres dan kaop yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2018 segera melakukan simulasi mudik agar arus mudik 2017 berjalan lancar dan aman," kata Condro. (adv/adv)