UNICEF Bersama Wali Kota Risma Rumuskan Kota Ramah Anak Dunia

UNICEF Bersama Wali Kota Risma Rumuskan Kota Ramah Anak Dunia

Advertorial - detikNews
Kamis, 17 Mei 2018 00:00 WIB
UNICEF Bersama Wali Kota Risma Rumuskan Kota Ramah Anak Dunia
Wali Kota Tri Rismaharini beserta delegasi lainnya pada pertemuan 'Growing Up Urban Summit' di Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Guna menjadikan kota lebih aman dan lebih lestari bagi anak-anak, walikota, gubernur dan pakar tata kota dari 10 kota di Asia Timur berkumpul di Surabaya dalam pertemuan yang bertajuk 'Growing Up Urban Summit'.

Bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pertemuan ini penting karena berbicara mengenai masa depan suatu atau singkatnya membahas kota yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

"Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi perkotaan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak-anak," kata Risma dalam keterangan tertulis.

Menurut Risma, permasalahan anak kompleks sekali dan ketergantungan anak dengan orangtua, dan lingkungan sekitarnya juga sangat besar.

"Ini merupakan kesempatan yang langka bisa mengumpulkan wali kota dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman yang diharapkan bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi satu sama lain di masa mendatang," ujarnya.

Direktur Regional UNICEF se-Asia Pasifik Karin Hulshof mengatakan pertemuan yang didukung UNICEF ini membicarakan dampak urbanisasi terhadap dua periode pertumbuhan anak, yaitu di masa awal dan remaja.

Selain itu, diskusi ini membahas juga cara-cara inovatif untuk memastikan kota ramah anak untuk semua, terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Hulshof mengatakan melalui pertemuan ini, para wali kota juga akan merancang visi untuk perencanaan kota yang memastikan perkotaan tumbuh dengan inklusif, serta menyediakan peluang dan manfaat bagi setiap anak yang tinggal di sana.

"Masa depan bagi ratusan anak di Asia Timur adalah kota besar. Kawasan ini sangat urban yang menjadi rumah bagi 7 dari 10 kota terpadat di dunia," kata Hulshof.

Dipilihnya Kota Surabaya sebagai tuan rumah pertemuan kota layak anak, Karin menegaskan melihat banyak program-program tentang kepedulian terhadap anak yang telah digagas oleh Wali Kota Risma Surabaya membuat Kota Surabaya menjadi pilihan utama dijadikan pertemuan 10 negara yang tergabung dalam anggota UNICEF ini.

"Penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah, karena melihat kota ini sangat pantas. Banyak sekali program-program di Surabaya yang berkaitan dengan anak," jelasnya.

Sementara itu, Gunilla Olsson, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, menuturkan Kota yang aman dan lestari juga pilar penting bagi Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB.

Agenda ini adalah sebuah seruan universal dari pimpinan negara di dunia pada 2015 untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, serta memastikan semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran.

"UNICEF juga berharap melalui pertemuan ini akan membantu antara satu dengan yang lain dan berbagi informasi saling sharing pengalaman dalam implementasi kota layak anak," terangnya.

Dia mengatakan tujuan lain dari TPB adalah menjadikan kota inklusif, aman, berdaya lenting (resilient) dan lestari. Kemudian menuntut semua pemangku kepentingan untuk menjawab risiko-risiko perkotaan, seperti polusi, kecelakaan lalu lintas, narkotika, dan ketidakterjangkauan dari layanan-layanan dasar kesehatan, pendidikan serta perlindungan sosial anak.

"Pertemuan ini menunjukkan dedikasi Ibu Risma untuk mewujudkan hak anak dan remaja di Surabaya, Indonesia dan seluruh dunia," kata Olsson.

Diajak Keliling Naik Bus Suroboyo

Sebelum menggelar diskusi, rombongan UNICEF berkesempatan menjajal Bus Suroboyo bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Minggu, (6/5/2018). Rombongan, diajak berkeliling menikmati keindahan Kota Pahlawan mulai Tugu Pahlawan - Indrapura -Rajawali - JMP - Veteran - Kramat Gantung - Gemblongan - Tunjungan - Gubernur Suryo lalu tiba di Balai Kota.

Rombongan, diajak berkeliling menikmati keindahan Kota Pahlawan (Foto: Pemkot Surabaya)Rombongan, diajak berkeliling menikmati keindahan Kota Pahlawan (Foto: Pemkot Surabaya)

Selama perjalanan, rombongan dengan total keseluruhan mencapai 105 orang dari berbagai negara itu tampak antusias. Bahkan Wali Kota Myanmar Mr. Maung Soe bertanya soal pembayaran ongkos yang menggunakan sampah plastik.

"Kenapa sistem pembayarannya menggunakan sampah palstik, tapi setelah dijelaskan ternyata Surabaya ingin zero wash dan itu ide yang sangat bagus," ujarnya.

Maung Soe juga menilai Wali Kota Risma sangat serius membangun kotanya dan dianggap sebagai sosok pemimpin yang ramah kepada masyarakatnya.

"Layak dan patut ditiru oleh pemimpin dan calon pemimpin yang lain utamanya dalam hal pembangunan kota," ungkapnya.

Sementara Wali Kota Zamboanga (Filipina) Maria Climaco Isabella yang memuji warna dan lambang berhuruf B pada tulisan Bangga Surabaya di bangku bus serta tulisan Sura&Baya.

"Mengapa boyo, kok tidak baya saja," tanya Maria.

Kendati demikian, Maria Isabella atau yang akrab dipanggil Mrs Beng merasa nyaman ketika duduk dan melihat fasilitas yang ada di dalam Bus Suroboyo itu.

"Kombinasi antara warna dan lambang itu benar-benar luar biasa," tandas perempuan yang juga berprofesi sebagai guru itu.

Bahkan, dirinya mengagumi beberapa ide pembangunan dan tata kelola kota yang telah dilakukan Wali Kota Risma seperti taman, lampu kota dan transportasi. "Saya ingin itu ada di negara Filipina," tegasnya.

Lukisan kepada delegasi UNICEF (Foto: Pemkot Surabaya)Lukisan kepada delegasi UNICEF (Foto: Pemkot Surabaya)

Pada acara Welcome Dinner, Wali Kota Risma juga turut mengajak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan anak jalanan Liponsos Keputih untuk hadir mengisi acara di hadapan para tamu undangan dari beberapa negara, seperti yang dipersembahkan Pina penderita tuna rungu.

Pina mempersembahkan dua lukisan kepada delegasi UNICEF salah satunya wajah Karin Hulshof. Terlihat bagaimana raut wajah senang dari Karin setelah melihat hasil karya Pina tersebut.

"Cantik sekali gambar ini. Kamu memang hebat," ucapnya kepada Pina.

(adv/adv)
Berita Terkait