Mengenal Syamsiah, Penghafal Alquran dari NTT

Gerakan Sedekah Nasional - detikNews
Jumat, 04 Mei 2018 00:00 WIB
Syamsiah, penghafal Alquran dari NTT / dok. Daarul Qur'an
Jakarta - Tahir Busi (54) hidup bersama keluarganya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia dan keluarganya tinggal di Omakebubu (rumah bulat dari jerami), tepatnya di tengah kebun jagung. Syamsiah, anak Tahir yang paling tua pun dilahirkan dan dibesarkan di Omakebubu.

Saat ini Syamsiah menjalani pendidikan intensif di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus, Cikarang-Bekasi. Syamsiah adalah bagian dari penyiapan kader lokal untuk keberlangsungan dakwah dan pembinaan masyarakat pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengenal Syamsiah, Penghafal Alquran dari NTTOmakebubu (rumah bulat dari jerami) / dok. Daarul Qur'an

Pria paruh baya yang semakin menua itu pun tak menyangka bila tim PPPA Daarul Qur'an datang menyapa ke rumahnya pada Kamis (26/4/2018) pagi. Tim PPPA Daarul Qur'an datang untuk menyampaikan kabar Syamsiah kepada Tahir.

"Pekan lalu, kami tengok Syamsiah di pesantren," tutur Jahidin salah satu perwakilan tim PPPA Daarul Qur'an.

Untuk diketahui, perkembangan dakwah di Dusun Oe Ue, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT ini luar biasa. Geliat masyarakat yang belajar Islam cukup tinggi.

Bahkan anak-anak yang mulai rajin ke rumah tahfiz mengalami perkembangan menggembirakan. Oleh karena itu, penyiapan kader dakwah asli dari Oe Ue merupakan keharusan.

"Alhamdulillah, Syamsiah telah selesai menghafal 30 Juz," tambah Jahidin.

Mengenal Syamsiah, Penghafal Alquran dari NTTTim PPPA Daarul Qur'an datang untuk menyampaikan kabar Syamsiah kepada keluarganya / dok. Daarul Qur'an

Bapak tua yang sehari-hari disibukkan dengan jagung dan goloknya itu sulit menyatakan perasaannya. Ia seakan tak mengerti mengapa Syamsiah bisa secepat itu menghafal Alquran.

Memang sejak lahir Syamsiah hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan. Namun, karena kegigihannya, Syamsiah mampu menaklukan ketakutan hingga merantau ke pulau Jawa.

Syamsiah yang dibesarkan dalam keterbatasan itu kini dinanti banyak orang. Berita prestasinya pun menjadi buah bibir dan menyebar hingga ke kampung tetangga. Syamsiah merupakan contoh bahwa anak pelosok pun mampu tampil menjadi 'mutiara' dengan bekal kegigihan menghafal Alquran.

Syamsiah adalah salah satu dari puluhan ribu penghafal Alquran yang mendapat beasiswa dari program Beasiswa Tahfizh Qur'an (BTQ).

Anda bisa mendukung langkah Syamsiah dan para penghafal Alquran lainnya meraih cita-cita dan mendakwahkan Alquran ke pelosok negeri melalui sedekahonline.com. Untuk informasi lebih lanjut klik http://bit.ly/ikutgerakansedekahnasional. (adv/adv)