Transaksi UKM Culinary Festival 2018 Tembus Rp 1 Miliar

Transaksi UKM Culinary Festival 2018 Tembus Rp 1 Miliar

Kabar Jawa Tengah - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 00:00 WIB
Transaksi UKM Culinary Festival 2018 Tembus Rp 1 Miliar
UKM Culinary Festival (Foto: Kominfo Jateng)
Jakarta - UKM Culinary Festival yang digelar sejak 20 April hingga 22 April 2018 berlangsung meriah. Hal itu ditandai dari banyaknya warga Semarang yang memadati acara tersebut. Diperkirakan 15 ribu orang memadati area foodtruck yang berderet di sepanjang jalanan Kota Lama.

Mereka sengaja datang untuk mencicipi beragam kuliner tradisional khas Jawa Tengah dan kuliner mancanegara. Tak heran, acara yang dipersembahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-471 Kota Semarang tersebut berhasil menyabet rekor MURI sebagai festival kuliner dengan jumlah foodtruck terbanyak di Indonesia.

UKM Culinary Fest merupakan festival foodtruck pertama dan terbesar di Indonesia dengan menghadirkan 50 foodtruck dari seluruh Indonesia.

Mya, pengunjung asal Semarang, mengatakan acara itu dapat membuka pengetahuan mereka terhadap keberagaman kuliner khas Jateng.

"Tidak hanya makanan internasional, makanan tradisional juga perlu diberikan tempat di festival semacam ini," bebernya.

Selain itu, apresiasi positif juga datang dari pengunjung lainnya, Desy Bakti dari Kota Semarang.

"Konsep acaranya juga menarik dengan adanya banyak foodtruck sehingga banyak pilihan jajanan yang bisa saya cicipi. Festival ini memberi warna tersendiri dan bisa sebagai ajang promosi Kota Lama Semarang. Semoga acara ini bisa terus diadakan setiap tahun di Kota Semarang," ungkapnya.

Desy dan Mya juga senang dengan hadirnya Chef Juna pada hari kedua acara. Di acara tersebut, Chef Juna memasak bersama Wakil Wali Kota Semarang dan Ketua Tim Penggerak Kota Semarang.

Tidak kurang dari 5.000 pengunjung antusias memadati venue acara untuk melihat langsung chef ganteng ini mengolah makanan meski hujan deras mengguyur Kota Semarang.

Chef Juna mengatakan energi positif dari pengunjung sangat luar biasa. Menurutnya konsep yang diusung panitia sangat menarik karena menghadirkan kombinasi foodtruck yang modern dan foodstall kuliner tradisional. Ia berharap acara seperti ini bisa terus dilakukan karena berdampak positif bagi pelestarian dan perkembangan kuliner tradisional Jawa Tengah.

''Kalau saya diundang lagi tahun depan untuk acara yang sama, saya siap dan bersedia,'' tandasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, mengapresiasi gelaran UKM Culinary Festival yang baru kali pertama diselenggarakan ini. Ia meminta agar acara ini bisa menjadi agenda tahunan setiap Hari Jadi Kota Semarang.

Apresiasi juga datang dari vendor foodtruck yg mengisi acara ini. Menurut Rani, salah satu vendor yang berasal dari Solo, kegiatan foodtruck merupakan ajang yang luar biasa dalam mempromosikan UKM.

Dia mengakui festival ini adalah festival pertama yang ia ikuti di mana banyak foodtruck yang tergabung dalam Komunitas Foodtruck Indonesia (KFI) bisa berkumpul di satu event. Sebab, sebelumnya belum pernah ada event yang bisa mengumpulkan anggota KFI hingga sebanyak ini.

Para vendor kuliner foodtruck berharap festival seperti itu bisa lebih sering dan terus diadakan setiap tahun sebagai agenda tahunan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Emma Rachmawati berharap agar generasi muda yang datang bisa terinspirasi dari vendor foodtruck yang hadir. Sehingga bisa memicu mereka untuk menjadi wirausaha baru.

"Saya berharap mereka terinspirasi dan dapat menjadi pelaku UKM yang baru. Dengan demikian mereka bisa membuka kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat untuk ikut berkarya memperbaiki ekonomi," ungkapnya.

Menurut Emma, capaian transaksi selama gelaran ini berlangsung jauh melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Selama tiga hari berlangsung, transaksi dari 125 vendor yang berpartisipasi diperkirakan menembus angka Rp 1 miliar dengan 15 ribu pengunjung.

Melihat capaian tersebut, dia berharap acara semacam ini bisa dikembangkan lagi dan menjadi agenda tahunan Provinsi Jawa Tengah sebagai usaha agar UKM bisa naik kelas dan produknya dikenal luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Pemasaran July Emmylia menjelaskan tujuan utama dari festival kuliner tersebut agar UKM bisa naik kelas.

''Kami ingin meng-upgrade kemasan UKM agar bisa lebih sesuai dengan segmentasi pasar saat ini. Jadi festival ini bukan hanya menghadirkan foodtruck, tetapi juga stan untuk kuliner tradisional Jateng yang berderet di sepanjang Jalan Branjangan," tutur July.

Ditambahkan, selain memasarkan produk UKM, gelaran itu juga menjadi event edukasi dan pariwisata bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Terbukti, banyak pengunjung yang berasal dari kalangan anak muda. (adv/adv)
Berita Terkait