Motivasi Gadis Pengangon Kambing dalam Meraih Mimpinya

Gerakan Sedekah Nasional - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 00:00 WIB
Uswatun Ainiyah, mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / dok. Daarul Quran
Jakarta -

Uswatun Ainiyah merupakan gadis asal Cirebon yang tengah mengikuti pendadaran atau pelatihan Beasiswa Tahfizh Qur'an (BTQ) for Leaders. Dia berasal dari salah satu kampung terpencil yang minim perhatian terhadap pendidikan.

Meskipun demikian, Uswah sapaan akrabnya, mempunyai mimpi yang besar terus melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Karena keterbatasan ekonomi, Uswah pun sebelumnya hanya memakai sandal jepit dan membawa kantong kresek saat bersekolah dahulu.

"Saya merupakan orang pertama di kampung saya yang mau bersekolah dan mau berkuliah. Dari semua keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga yang sedikit sekali, saya tetap berjuang, saya tetap yakin untuk kuliah," ucapnya kepada detikcom, Senin (30//4/2018).

Mimpi tersebut berawal saat dirinya membantu orang tuanya beternak kambing. "Dulu saya pernah ngangon kambing, ibu saya pernah punya beberapa kambing. Kemudian saya melihat ada orang kampanye. Loh itu orang kok bisa gitu? Saya kok malah di sawah ngangon kambing," ujarnya dengan heran.

Dari pemikiran itu, Uswah termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan menjadi orang sukses. Dia yang hanya lulus SMP itu, memutuskan keluar dari kampungnya dan melanjutkan jenjang SMA di Indramayu atas saran gurunya. Selama SMA, ia nyambi menjadi tukang memasak di sebuah pesantren.

Saat mulai memasuki dunia perkuliahan, Uswah memutuskan untuk merantau dan mencari kampus sendiri. Ia harus meyakinkan kedua orang tuanya kalau ia bisa.

Hingga akhirnya ia diterima sebagai mahasiswi dengan Jurusan Ilmu Hukum di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus mendapatkan BTQ for Leaders dari PPPA Daarul Qur'an.

Bahkan kini gadis berkacamata itu menjadi orang pertama yang berdiri dan berani memulai sesi materi dalam acara Jambore dan Pendadaran kader Beasiswa Tahfizh Qur'an BTQ for Leaders angkatan II di Pulau Tunda, Jumat (27/4/2018).

"Bapak berkata kalau saya ingin kuliah saya harus berjuang sendiri, karena kuliah tidak cuma modal nekat. Saya browsing-browsing untuk mencari informasi kuliahan dan beasiswa. Hingga saya harus pergi sendiri untuk mengikuti tes seleksi ke UIN Bandung, saya bingung naik apa," ujarnya.

Uswah adalah salah satu kader BTQ for Leaders yang diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan berjiwa Qur'ani yang membawa perubahan. Seluruh masyarakat, jemaah, dan donatur bisa mendukung langkah Uswah dan ratusan santri BTQ lainnya melalui sedekahonline.com dalam program 1000 Beasiswa Tahfizh Qur'an BTQ for Leaders.

Ayo bersama-sama mendukung langkah Uswah dan kawan-kawannya untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan. Untuk informasi lebih lanjut klik https://bit.ly/ikutgerakansedekahnasional.



(adv/adv)