Buah Manis Revolusi Mental Menko PMK di BPJS Kesehatan

Advertorial - detikNews
Minggu, 29 Apr 2018 00:00 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah)/ Foto: Dok BPJS Kesehatan.
Jakarta -

Sejak dicanangkannya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, semangat untuk berubah menuju Indonesia yang lebih baik terasa kian nyata. Gerakan Nasional Revolusi Mental dapat terwujud apabila warga negara Indonesia mengedepankan integritas, etos kerja keras, dan gotong royong. Menurut Puan, Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru untuk mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku manusia. Orientasi dari gerakan Revolusi Mental adalah kemajuan yang bisa membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain.

"Seperti dikatakan Bung Karno, Revolusi Mental bukan pekerjaan satu-dua hari melainkan sebuah gerakan nasional jangka panjang dan terus-menerus. Kerja-kerja yang kita lakukan pada hari ini menentukan nasib anak cucu kita pada masa depan," ujar Menteri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental ini.

Sebagai institusi pertama yang direkognisi Menko PMK untuk menjadi laboratorium Gerakan Nasional Revolusi Mental pada Oktober 2015 silam, BPJS Kesehatan senantiasa mengedepankan integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional dalam mengemban tugasnya melayani masyarakat. Atas komitmennya yang konsisten dalam menjalankan nilai-nilai organisasi yang selaras dengan nilai-nilai revolusi mental, tak ayal BPJS Kesehatan pun menerima penghargaan Best of The Best Revolusi Mental Award 2018 dalam ajang yang diselenggarakan oleh BUMNTrack bersama Kemenko PMK, Rabu (25/4/2018).

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan wujud dukungan BPJS Kesehatan terhadap program pemerintah, serta sebagai wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

"Gerakan Nasional Revolusi Mental terbukti secara bertahap mampu mengubah mindset mengenai pelayanan publik. Oleh karenanya, seluruh pegawai BPJS Kesehatan selaku representasi dari pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien, dengan kultur budaya kerja yang lebih berintegritas, ditambah etos kerja yang tinggi dan selalu menjunjung prinsip gotong royong sebagaimana prinsip dasar dari program JKN KIS yang dikelola BPJS Kesehatan," tutur Fachmi.

Tak hanya itu, Fachmi menambahkan, penghargaan tersebut juga merupakan buah manis atas dedikasi Kemenko PMK yang sepenuh hati merangkul segenap masyarakat Indonesia untuk turut berpartisipasi menggerakkan roda perubahan. Dengan diperolehnya apresiasi tersebut, Fachmi optimistis ke depannya komitmen seluruh pegawai atau yang lebih dikenal sebagai duta BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik pun, kian kokoh.

"Perubahan adalah proses yang tidak pernah berhenti. BPJS Kesehatan terus berupaya mengedepankan integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional dalam mengemban tugasnya melayani masyarakat. Tidak ada manusia dan pekerjaan yang sempurna, namun ketidaksempurnaan harus mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan. Berbagai upaya tersebut tentu kami lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada stakeholders BPJS Kesehatan. Apa yang kami tanamkan, diharapkan dapat saling bersinergi dengan semangat menggerakkan proses revolusi mental stakeholder terkait, seperti peserta JKN-KIS dan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan," ucap Fachmi.



(adv/adv)