Ribuan Delegasi IMF-World Bank Bali 2018 Dibebaskan Biaya Visa

Ribuan Delegasi IMF-World Bank Bali 2018 Dibebaskan Biaya Visa

Kabar Imigrasi - detikNews
Jumat, 20 Apr 2018 00:00 WIB
Ribuan Delegasi IMF-World Bank Bali 2018 Dibebaskan Biaya Visa
Spring meetings 2018, Washington DC / dok. Ditjen Imigrasi
Washington - Ditjen Imigrasi bertugas memperlancar lalu lintas 18.000 delegasi dan peserta IMF-World Bank 2018 di Bali dari seluruh dunia. Untuk memastikan kelancaran acara tersebut, ratusan petugas imigrasi akan disiagakan di dua TPI utama yaitu Bandara Internasional Ngurah Rai dan Bandara Soekarno-Hatta.

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah ditambah 500 pegawai imigrasi baru. Sementara di Bandara Ngurah Rai telah ditambah sekitar 200 pegawai imigrasi baru.

Dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 yang akan diselenggarakan di Bali pada 12-14 Oktober 2018, delegasi dari setiap negara akan mendapatkan fasilitas pembebasan biaya visa. Fasilitas serupa juga akan didapatkan para jurnalis dan organisasi sosial kemasyarakatan dari luar negeri.

"Seluruh visa akan diberikan pada saat kedatangan (visa on arrival) di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Pada saat kedatangan dan keberangkatan, para delegasi dan peserta sidang tahunan nantinya akan dilayani melalui konter-konter keimigrasian khusus di TPI," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno dalam keterangannya.

Untuk kepala negara dan perwakilan pemerintah yang hadir dengan menggunakan pesawat khusus akan dilayani secara terpisah dan tersendiri. Mereka dilayani sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.

Tidak hanya memberikan bebas biaya visa serta kemudahan saat kedatangan dan keberangkatan di TPI, para delegasi dan peserta sidang tahunan juga diberikan waktu 30 hari untuk tinggal dan berada di Indonesia. Hal-hal terkait dengan kondisi darurat tertentu juga telah disiapkan demi kenyamanan dan kemudahan para delegasi dan peserta sidang tahunan.

Lanjut Agung, berdasarkan jadwal yang ada, para delegasi dan peserta sidang tahunan akan hadir beberapa hari sebelum dan sesudah sidang berlangsung, sehingga kesiapan pelayanan keimigrasian juga akan diberikan jauh hari sebelum sidang tahunan berlangsung.

Selain menghadiri sidang tahunan, para delegasi juga akan mengunjungi tempat-tempat wisata, sehingga keberadaan mereka tidak hanya di Bali dan Jakarta tetapi juga kota-kota lainnya. Untuk itu, Ditjen Imigrasi akan bekerja sama dengan pihak keamanan (Polda Bali), Pemda Bali dan instansi terkait lainnya dalam melakukan pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing yang akan menghadiri sidang tahunan tersebut agar tercipta rasa aman dan nyaman. (adv/adv)
Berita Terkait