Begini Cara Dove Tingkatkan Rasa Percaya Diri Remaja

advertorial - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 00:00 WIB
Fotografer Nicole Patricia berbagi cerita tentang rasa percaya diri kepada siswi SMAN 74 Jakarta di acara Dove Self Esteem Experimental Workshop (Foto: detikcom)
Jakarta -

Unilever Indonesia melalui Dove melakukan penelitian mengenai rasa percaya diri pada remaja perempuan di dunia. Hasilnya cukup mencengangkan. Faktanya, 54% remaja memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Kurangnya kepercayaan diri tersebut menyebabkan 8 dari 10 remaja menarik diri dari aktivitas penting di kehidupannya sehingga mereka melewatkan kesempatan untuk meraih potensi terbaiknya di masa depan.

Melihat fenomena tersebut, Dove menggelar kampanye Dove Self Esteem Project untuk para remaja. Sejak 2004, Dove Self Esteem Project telah membantu 20 juta remaja untuk memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih baik lagi.

Sementara di Indonesia, sejak 2017 Dove Self Esteem Project telah mengedukasi langsung 10.313 murid dan memberdayakan lebih dari 148.505 murid yang berasal dari 267 sekolah.

Personal Care Director & Board member Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengungkapkan penyebab remaja perempuan tidak percaya diri sering kali berasal dari lingkungan. Misalnya dari lingkungan pertemanan, keluarga, iklan di televisi, hingga media sosial.

"Kami melihat tingkat percaya diri remaja perempuan di Indonesia itu rendah, tekanan sosial semakin menjadi-jadi soal percaya diri yang sering terkait kecantikan. Pressure-nya pun makin tinggi tentang berbagai standar, terutama standar kecantikan. Maka melalui Dove, kami men-develop satu edukasi yang berbasis percaya diri agar bisa membantu remaja meningkatkan rasa percaya diri, agar bisa memaksimalkan potensi diri," paparnya saat mengisi acara Dove Self Esteem Experiental Workshop di SMAN 74 Jakarta, Senin (16/4/2018).

Melalui kampanye ini, Dove memiliki misi akan membantu 40 juta remaja untuk membangun kepercayaan dirinya pada 2020 mendatang.

Vice President of Personal Care & Board member Unilever Indonesia, Ira Noviarti (Foto: detikcom)Vice President of Personal Care & Board member Unilever Indonesia, Ira Noviarti (Foto: detikcom)
"Kampanye ini memang baru berusia dua tahun di Indonesia. Satu tahun ke depan kami ingin menyentuh lebih banyak remaja perempuan di Indonesia. Ini penting karena standar kecantikan yang sering dikaitkan dengan kepercayaan diri makin lama menjadi sumber kecemasan bagi remaja. Dove ingin menjadikan standar kecantikan adalah sesuatu yang unik dari diri sendiri, bukan fisik saja," lanjutnya.

Salah satu bentuk edukasi yang dibawa oleh Dove melalui kampanye ini adalah dengan mengadakan workshop ke sekolah-sekolah di Indonesia. Dalam workshop tersebut, para perempuan inspiratif diundang untuk berbagi pengalaman mereka. Misalnya Angkie Yudhistia yang berbagi pengalamannya untuk terus percaya diri meskipun memiliki keterbatasan pendengaran.
Wanita inspiratif, Angkie Yudhistia berbagi pengalamannya seputar membangun rasa percaya diri meskipun ia memiliki keterbatasan pendengaran (Foto: detikcom)Wanita inspiratif, Angkie Yudhistia berbagi pengalamannya seputar membangun rasa percaya diri meskipun ia memiliki keterbatasan pendengaran (Foto: detikcom)
"Dulu saya sempat minder kenapa nggak diberikan kesempurnaan. Sampai saat kuliah, saya mendapatkan support dari dosen untuk terus percaya diri dan membuat ketidaksempurnaan itu menjadi hal yang berarti. Maka saya mengajak teman-teman difabel lainnya untuk memaksimalkan potensi mereka," ujar Angkie.

Kepercayaan diri Angkie mengantarkan ia menjadi founder dan CEO Thisable Enteprise. Hingga kini, sekitar 1.000 teman-teman yang memiliki keterbatasan bisa memaksimalkan potensinya untuk menembus pasar kerja.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Elvi Hendrani yang turut hadir dalam workshop ini juga mengajak para remaja perempuan untuk membangkitkan rasa percaya diri.
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Elvi Hendrani bersama Vice President of Personal Care & Board member, Unilever Indonesia Ira Noviarti mengajak remaja perempuan untuk meningkatkan rasa percaya diri (Foto: detikcom)Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Elvi Hendrani bersama Vice President of Personal Care & Board member, Unilever Indonesia Ira Noviarti mengajak remaja perempuan untuk meningkatkan rasa percaya diri (Foto: detikcom)
"Rasa tidak percaya diri itu biasanya muncul karena anak salah pengasuhan. Misalnya di rumah, kreativitas mereka dibatasi. Padahal kreativitas itu bisa mengantarkan mereka menjadi orang yang sukses. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pun punya program sekolah ramah anak. Di sekolah ini, anak-anak ditingkatkan martabatnya, tidak ada diskriminasi, dan kreativitas anak diakomodir oleh sekolah," jelasnya.

Elvi juga menegaskan bahwa setiap anak punya potensi. Ia mengimbau agar rasa percaya diri bukan dinilai dari soal kecantikan, tapi dari potensi yang ada di dalam diri.

"Kalau belum tergali, ayo gali. Rasa percaya diri adalah modal berkiprah untuk masa depan. Kalau tidak percaya diri bagaimana bisa jadi pemimpin untuk masa depan," katanya.
Siswi SMAN 74 Jakarta berbagi soal standar kecantikan di acara Dove Self Esteem Experimental Workshop (Foto: detikcom)Siswi SMAN 74 Jakarta berbagi soal standar kecantikan di acara Dove Self Esteem Experimental Workshop (Foto: detikcom)
Dove Self Esteem School Workshop di SMAN 74 juga dihadiri oleh wanita inspiratif lainnya, seperti Riyanni Djangkaru, Nicole Patricia, Diera Bachir, Tanya Larasati, Martha Putri, Bellaetrix, Sandra Lubis, Cindy Priscillia, Evita Nuh, Nabila Hatifa, dan Jeane Phialsa.

Siswi-siswi SMAN 74 pun diajak berbagi soal standar kecantikan dan mendapatkan edukasi mengenai rasa percaya diri.

(adv/adv)