BRIguna Flexi Pendidikan dihadirkan sebagai respons kepada pemerintah yang menginstruksikan untuk memberikan kredit di sektor pendidikan. Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada perbankan untuk membuka program tersebut sebagai langkah meningkatkan pendidikan Indonesia.
"BRI hadir pada siang hari dalam rangka launching student loan atas imbauan Bapak Presiden saat satu atau dua minggu lalu. Kami seluruh perbankan Indonesia, direksinya dikumpulkan di Istana Negara mendapatkan arahan beliau dan diharapkan oleh beliau untuk segera seluruh perbankan memberikan student loan," kata Direktur Utama BRI Suprajarto, di Jakarta, Rabu (21/3/2018).
Diceritakan Suprajarto, Jokowi terinspirasi oleh negara Amerika Serikat yang memiliki nilai kredit lebih banyak di sektor pendidikan ketimbang kartu kredit.
"Beliau menyampaikan bahwa kredit pendidikan di Amerika menginspirasi Beliau. Kalau di Amerika itu kartu kredit hanya sekitar US$ 800 miliar, justru student student loan ada US$ 1,3 triliun. Jadi ini menunjukkan Amerika sungguh memperhatikan bagaimana pendidikan menjadi lebih baik lagi," imbuh Suprajarto.
Suprajarto saat memberikan sambutan di peluncuran BRIGuna Flexi Pendidikan, di Jakarta, Rabu (21/3/2018)/Foto: detik.com |
Peluncuran BRIGuna Flexi Pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang menaungi perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, program student loan ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Ini sangat baik yang didorong kredit kepada mahasiswa. Kredit ini karena kalau kita merujuk pada Undang-Undang (nomor) 12 tahun 2012 itu pemerintah pertama yaitu wajib menyediakan dana, kedua memberikan bantuan kepada mahasiswa miskin, berikutnya memberikan kredit tanpa bunga," ujar Nasir.
Ia berharap dengan adanya dukungan terhadap dunia pendidikan, kualitas sumber daya masyarakat Indonesia bisa meningkat. Hal ini guna menghadapi bonus demografi hingga 2030.
"Harapan baru ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Indonesia dalam menghadapi sustainability 2018 atau bonus demografi di mana sampai 2030 angkatan kerjanya akan lebih besar daripada usia anak dan orang tua," ujarnya.
Peluncuran BRIGuna Flexi Pendidikan dihadiri pula oleh rektor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
BRIGuna Flexi Pendidikan berlaku untuk pekerja aktif dengan status pekerja tetap pada instansi atau perusahaan yang akan atau sedang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Usai peluncuran, Nasir, Suprajarto dan rektor PTUN melakukan swafoto bersama/Foto: detik.com |
Student loan ini bersifat fleksibel karena jangka waktu maksimal pengambilan kredit adalah 6 tahun untuk S2 dan 10 tahun untuk S3. Selama menempuh pendidikan debitur diperkenankan untuk membayar bunga setiap bulannya (grace period). Grace period maksimal dibayarkan debitur hingga lulus atau paling lama 36 bulan untuk S2 dan 60 bulan untuk S3.
Setelah grace period, debitur diwajibkan untuk membayar angsuran pokok dan bunga setiap bulannya. Bunga yang saat ini diberikan adalah 0,65%. Kendati demikian diharapkan jika ada regulasi yang menjadi payung hukumnya, nilai bunga akan lebih rendah.
Persyaratan untuk mengajukan student loan ini adalah identitas debitur seperti KTP, NPWP, KK. Kemudian diperlukan pula SK pengangkatan sebagai pekerja tetap, slip gaji, rekomendasi atasan di tempat bekerja, dan rekomendasi dari perguruan tinggi.
(adv/adv)












































Suprajarto saat memberikan sambutan di peluncuran BRIGuna Flexi Pendidikan, di Jakarta, Rabu (21/3/2018)/Foto: detik.com