Dengan SIUL, Usulan Lelang di Lingkup Pemkot Surabaya Lebih Mudah

Dengan SIUL, Usulan Lelang di Lingkup Pemkot Surabaya Lebih Mudah

advertorial - detikNews
Kamis, 22 Feb 2018 00:00 WIB
Tampilan SIUL dan Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Pemkot Surabaya Noer Oemarijati (Foto: dok. Pemkot Surabaya)
Jakarta - Upaya mengembangkan e-Government yang efektif dan efisien terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Salah satunya dengan meluncurkan Sistem Informasi Usulan Lelang (SIUL). Dengan menggunakan SIUL, usulan lelang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya, lebih mudah.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Noer Oemarijati mengungkapkan SIUL merupakan sistem baru untuk mempermudah para OPD dalam mengusulkan lelang kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Jadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tingkat OPD cukup mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan ke SIUL.

"SIUL ini masih baru dan merupakan karya anak Surabaya sendiri," kata Noer dalam keterangan tertulisnya.

Sebelum ada SIUL, PPK mengajukan usulan lelang ke ULP lalu dokumennya diproses dan harus direvisi apabila ada berbagai kekurangan. Setelah itu, diperiksa lagi oleh ULP revisi-revisi dokumen tersebut sehingga harus bolak-balik mendatangi kantor ULP.

"Persoalan yang muncul pada saat pengajuan usulan lelang terdahulu adalah jauh dan lamanya waktu tempuh dalam menyerahkan dokumen lelang, risiko kemacetan dalam perjalanan, banyaknya revisi dokumen usulan lelang, dan dokumen masih dalam bentuk hardcopy," jelasnya.

Noer memaparkan keuntungan SIUL, di antaranya menghemat waktu dan memperpendek jarak pengiriman dokumen usulan lelang ke ULP, mengurangi kertas dalam kegiatan administrasi pengadaan barang/jasa (paperless), dan berperan sebagai alarm untuk memasukkan dokumen usulan lelang ke ULP.

Tidak hanya itu, SIUL juga membuat administrasi revisi dokumen usulan lelang lebih tertib dan sudah terintegrasi dengan GRMS (SPSE).

"Jadi, ini benar-benar lebih mudah karena semuanya melalui sistem online dan tidak perlu lagi ke kantor ULP," tambahnya.

Untuk menggunakan SIUL, PPK bisa langsung membuka situs lpse.surabaya.go.id, lalu login menggunakan username dan password PPK, masuk ke menu Daftar Paket, kemudian klik link usulan online.

Setelah itu, PKK harus melengkapi data dan berkas usulan pada formulir SIUL, termasuk nomor surat, periode, sumber dana, contact person, dan berkas/dokumen usulan, lalu klik Kirim Data.

Usai mengirim data, dokumen usulan terkirim ke ULP. Lalu buka situs ulp.surabaya.go.id/siul, kemudian login menggunakan username dan password PPK. Selanjutnya masuk ke menu SIUL yang terdapat menu Beranda, Usulan, Rakor, Launching, Pengumuman, dan menu Batal.

"Dari menu-menu itu, tinggal melanjutkan sesuai petunjuk atau informasi yang ingin diketahui. Termasuk apabila ada data yang harus direvisi, maka cukup merevisinya melalui sistem itu juga. Tidak perlu lagi ke kantor ULP," ujar Noer.

Jenis pengadaan yang dapat dilakukan melalui sistem SIUL ini adalah pengadaan barang, jasa konsultasi badan usaha, jasa konstruksi, dan pengadaan lainnya. Perlu dicatat, SIUL hanya bisa dilakukan oleh PPK yang ada di setiap OPD Pemkot Surabaya.

"SIUL ini hanya bisa dimanfaatkan oleh OPD Pemkot, berbeda dengan e-Procurement yang bisa dimanfaatkan oleh penyedia jasa, peserta lelang, dan masyarakat umum," tegasnya.

Pemkot Surabaya juga telah melakukan sosialisasi kepada PKK atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada 6-7 Februari 2018. Setelah mengikuti sosialisasi, OPD bisa mengunggah usulan lelang ke SIUL mulai 14 Februari 2018. Sebab, jadwal lelang telah ditetapkan selama 1 tahun.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Humas Pemkot Surabaya Yayuk Eko Agustin mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi adanya inovasi baru ini. Menurutnya, SIUL sangat membantu PPTK dalam mengurus usulan lelang ke ULP.

"Ini inovasi yang sangat bagus, sangat membantu dan memudahkan kita sebagai pelaksana teknis kegiatan," ujarnya.

Yayuk juga merasakan bahwa SIUL sangat efektif karena PPTK bisa lebih menghemat waktu karena tidak perlu bolak-balik ke ULP.

"Jadi, sekarang cukup di kantor upload ke SIUL, lalu kalau ada revisi tinggal diperbaiki di kantor juga dan selanjutnya tinggal nunggu beres lelangnya. Sangat praktis dan efisien," katanya. (adv/adv)