Romi mengawali presentasi dengan menceritakan situasi AS ketika masih dipimpin Bill Clinton. Saat itu, Clinton membentuk tim untuk mendesain kebijakan pemerintah 50 tahun ke depan.
Tim tersebut terdiri dari para akademisi dan ilmuwan berbagai bidang. Hasil dari kajian tim, untuk bisa tetap merajai dunia selama 50 tahun ke depan, maka AS harus menguasai tiga sektor, yakni Teknologi Informasi, Bioteknologi dan Energi.
"Semoga badan kajian ini juga mampu menghasilkan pokok-pokok pikiran yang brilian," kata Romi mengawali presentasinya di Gedung GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (6/2/2018).
Hadir pula anggota Fraksi PPP MPR RI dan sejumlah akademisi. Agenda tersebut diawali oleh prakata Ketua Badan Pengkajian Rully Chairul Azwar. Adapun diskusi dipandu oleh Sekjen ICMI M. Jafar Hafsah sekaligus sebagai Sekretaris Badan Pengkajian MPR RI.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy/Foto: dok PPP |
Selanjutnya, Romi menganalisa 9 Megatrend Politik Nasional. Pertama, menguatnya konservatisme yang tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga dunia. Dia mencontohkan fenomena Trump Effect dan Brexit Effect. Sementara di Indonesia gejala tersebut tercerminkan dari 212 Effect.
"Pada Pemilu AS saya datang langsung memantau bersama KPU, Bawaslu dan beberapa pegiat pemilu. Kemenangan Partai Republik dan Donald Trump menunjukkan menguatnya konservatisme," kata politisi kelahiran Sleman DIY ini.
Kedua, partisipasi politik yang semakin turun. Hal ini dibuktikan dengan hasil pemilu angka partisipasi politik yang kurang dari 80%.
"Angka terendah terjadi pada Pilkada Medan 2015 yang partisipasi politiknya hanya 26,88%," tutur Romi.
Ketiga, demokrasi yang semakin terkonsolidasi, terbukti dengan penyederhanaan parpol di parlemen. Keempat, deferensiasi politik semakin ideologis.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy/Foto: dok PPP |
Kelima deferensiasi politik semakin sosiologis. Keenam, perilaku politik semakin instan-pragmatis. Ketujuh, korupsi politik semakin massif. Kedelapan, politik berbasis citra dan propaganda.
"Kesembilan personalisasi dan deinstitusionalisasi kepemimpinan," terangnya.
Adapun, empat megtrend yang mempengaruhi pemilu, yakni pertama literasi internet semakin tinggi. Kedua, kesenjangan sosial tinggi. Ketiga, berakhirnya generasi politisi era reformasi.
"Keempat kapitalisme dan liberalisme menyeruak," beber alumnus ITB ini.
(adv/adv)












































Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy/Foto: dok PPP
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy/Foto: dok PPP