Ini momentum bersatunya rakyat Indonesia, yang diawali bersatunya umat Islam kita.
"Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Itu baris pertama pembukaan konstitusi kita. Jadi solidaritas terhadap Palestina sama dengan menjalankan amanat konstitusi. Tepat sekali itu. Kami apresiasi para pimpinan aksi yang telah menjalankan misinya dengan damai dan kondusif," tegas Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/12/2017).
Demonstrasi yang sama juga terjadi di Kuala Lumpur, Beirut, London, Washington, Ankara, bahkan di Tel Aviv sendiri. "Jadi ini adalah soal solidaritas kemanusiaan dan kemerdekaan," jelasnya.
Cak Imin mengatakan saat ini bertambah barisan sekutu dalam menghadapi AS dan Israel. Selain Rusia, Turki, China, negara-negara OKI dan Vatikan, saat ini seluruh negara Uni Eropa sudah menolak proposal Trump dan Netanyahu (PM Israel) itu.
"Kalau semua sudah menolak seperti ini, tapi Trump dan Israel masih ngotot, ya itu memang cari gara-gara namanya. Juga jangan sampai PBB membiarkan rencana Trump ini berjalan," kata Cak Imin.
Cak Imin juga berharap AS agar mengkalkulasi ulang rencana memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Menurutnya, jika belum bisa menawarkan solusi yang lebih baik untuk Timur Tengah, jangan menambah persoalan baru.
Masalah yang lama saja belum kelar-kelar. Lihat Irak, apa jadinya negara itu sekarang, juga Libya. Berpikir adillah sebelum memutuskan intervensi dalam urusan negara lain," tutup Cak Imin. (adv/adv)










































