Cerita di Balik Jamu Sido Muncul yang Tak Lekang Zaman

Advertorial - detikNews
Sabtu, 16 Des 2017 00:00 WIB
Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan produk jamu Sido Muncul. Produk herbal pabrikan asal Semarang ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sebut saja Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari, dan jamu lainnya. Selama puluhan tahun, jamu-jamu Sido Muncul seolah tak lekang zaman dan digemari semua kalangan usia.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat berujar kepercayaan masyarakat atas kualitas produk jadi hal yang tak bisa ditawar di perusahaan yang dirintis Ibu Rahkmat Sulistio ini. Pengembangan produk lewat inovasi dan teknologi terkini membantu jamu-jamu Sido Muncul tetap laris di pasaran. Pasarnya pun seolah tak pandang bulu, baik anak muda hingga orang tua.

"Kuncinya kreatif menciptakan jamu yang berkualitas. Produk harus baik. Makanya Sido Muncul terus melakukan penelitian bagaimana membuat produk yang aman, berkualitas, dan berkhasiat, tapi mesti berdasarkan uji toksitas. Harus dibuktikan ilmiah," kata Irwan usai menerima penghargaan Indonesia Corporate Reputation Award 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Lanjut dia, perusahaannya terus melakukan perbaruan pada jamu yang digemari masyarakat. Jamu atau produk herbal, menurutnya, saat ini malah telah menjelma menjadi gaya hidup seiring terus meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

"Sekarang jamu sudah jadi lifestyle. Di seluruh dunia, apalagi negara maju, banyak di antaranya yang minum jamu seperti temulawak, kunyit, kencur, asam. Di Jepang populer sekali jamu ukon atau yang di sini dikenal dengan sebutan kunyit. Indonesia diuntungkan karena jadi sumbernya. Jamu masih terus berkembang, tahun ini saja pertumbuhan (penjualan) sekitar 7%," lanjutnya.

Selain kepercayaan dan pengalaman selama puluhan tahun, sambungnya, Sido Muncul diuntungkan dengan pabrik jamu yang relatif sudah sangat modern. Proses produksi sudah berstandar GMP (Good Manufacturing Practice). Inovasi produk jamu juga terus digeber. Sido Muncul saat ini sudah memiliki tak kurang dari 160 varian produk.

"Di Indonesia pabrik jamu kita bisa dikatakan paling lengkap dari hulu sampai hilir. Bahkan untuk bahan baku, kita sudah memiliki pabrik sendiri yaitu PT Semarang Herbal Indo Plant yang khusus hanya memproduksi ekstrak jamu," terang Irwan.

Tak hanya akrab di dalam negeri, produk herbal Sido Muncul juga diterima secara luas di pasar luar negeri. Penjualan ekspor pun terus digenjot ke sejumlah negara seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, Afrika, dan Asia Timur.

Seolah tak lekang waktu, produk jamu Sido Muncul selalu bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman yang begitu cepat. Sekali lagi, kepercayaan atas mutu produk jadi modal utama Sido Muncul masih terus berkembang.

"Sekarang orang bisa buat jamu kunyit dan temulawak, kemudian dijual online. Kalau produk kita baik, sampai hari ini masih terus berkembang. Malahan ada online beberapa saluran distribusi kita bisa lebih efisien. Kita juga cukup banyak penjualan dari online. Menurut saya, kalau produk kita baik, merek bagus, company dipercaya, saya kira bisa terus berkembang," pungkas Irwan. (adv/adv)