Perjalanan 50 Tahun Batik Danar Hadi Beri Goresan Emas untuk Negeri

Advertorial - detikNews
Sabtu, 09 Des 2017 00:00 WIB
Foto: Danar Hadi
Jakarta - Batik Danar Hadi terus berkomitmen menjadi perusahaan pendukung dan pemelihara fine-art batik sebagai warisan budaya Indonesia. Perusahaan yang didirikan sejak 1967 oleh pasangan Santosa Doellah dan Danarsih Hadiprijono ini mengikuti pengalaman usaha batik keluarga selama beberapa generasi di Surakarta.

Kreativitas dan pemahaman akan tradisi Jawa serta yang dimiliki oleh Santosa beserta istri mampu menerjemahkan kualitas budaya menjadi komoditas dengan daya jual. Selain itu, membuat Batik Danar Hadi tetap bertahan sampai saat ini.

Diawali dengan 20 orang pembatik, Danar Hadi memproduksi kain jarit wonogiren yang sedang populer digunakan oleh masyarakat. Untuk membedakan produk dengan produk pihak lain, Santosa memutuskan untuk menggunakan nama Danar Hadi sebagai merek dagang atas produk batik yang dihasilkan agar bisa terdengar lebih feminim dimata para pelanggannya.

Perkembangan usaha Batik Danar Hadi terus mengalami kemajuan yang sangat baik. Hanya dengan hitungan beberapa tahun, Batik Danar Hadi telah memperkerjakan sekitar 1.000 pebatik dengan memiliki 2 padepokan.

Pada 1973, Batik Danar Hadi masuk kedalam usaha bisnis retail dengan membuka toko pertamanya di Jl. DR. Rajiman 164, Solo. Guna mengikuti perkembangan usaha dan permintaan pasar yang sangat besar, Batik Danar Hadi membuka toko pertamanya di Jakarta yang berlokasi di jalan Raden Saleh pada 1975. Masuknya batik Danar Hadi ke Jakarta memberikan pengalaman dan wawasan baru dengan adanya kerja sama dengan para desainer atau perancang busana dan mengikuti event-event fashion yang menuntut kreativitas tinggi.

Dengan melihat perkembangan usaha yang kian berkembang pesat, diperlukan sumber bahan baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi. Maka pada akhir 1970-an, Santosa Doellah memutuskan untuk mendirikan pabrik memproduksi kain mori sebagai bahan baku pabrik, yakni PT Kusumahadi Santosa.

Seiring perjalanan waktu, dilakukan juga peremajaan pabrik dengan nama PT Kusuma Putra Santosa dengan fasilitas sablon (screen printing) yang mampu menghasilkan tekstil motif batik dan PT Pamor yang memproduksi tekstil cetak mesin dan pemintalan benang.

Memiliki kemampuan produksi yang besar dan beragam, menuntut perusahaan untuk memiliki kondisi yang ramah lingkungan. Maka Batik Danar Hadi berkomitmen untuk mendukung program tersebut dengan memiliki sertifikasi di dalam pengelolaan limbah (zero waste).

Bagi Santosa, batik merupakan media penghubung antara masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Sebagai bentuk penghargaan dan kecintaannya akan batik, Santosa Doellah telah mengoleksi lebih dari 13.000 helai kain batik. Hal ini yang mendorong beliau untuk mendirikan House of Danar Hadi (HDH) pada 2008, sebuah komplek bangunan baru yang mengikuti arstikektur bangunan aslinya serta memiliki fasilitas berupa museum, restoran, dan ruang serbaguna.

Perjalanan 50 Tahun Batik Danar Hadi Beri Goresan Emas untuk NegeriFoto: Danar Hadi


Di museum batik Danar Hadi dapat ditemukan koleksi kain batik yang dapat menceritakan perkembangan batik nusantara selama periode 150 tahun. Dengan adanya museum tersebut, Santoesa berharap agar batik tetap dapat dikenal dan dihargai sebagai satu wastra dari kebudayaan budaya Indonesia.

Sampai saat ini, Batik Danar Hadi memiliki ratusan pebatik yang berkumpul di padepokan di daerah Pabelan – Kartasura. Dengan semangat kebersamaan, para pebatik mampu untuk mengembangkan konsep-konsep rancang ke dalam sebuah produk.

Batik Danar Hadi telah menjadi salah satu pemain terbesar industri batik di Tanah Air dengan berbagai macam pilihan brand unggulan seperti Danar by Danar Hadi, sebuah produk eksklusif hasil kerja sama dengan para designer pilihan ternama Indonesia.

Ada juga brand lainnya, seperti Danar Hadi Black label yang merupakan produk hi-end khusus untuk koleksi pria, Danar Hadi Ekslusif, Danar Hadi Reguler, serta Danar Hadi Kids dan Household. Bukan hanya itu, Batik Danar Hadi aktif untuk bisa terus melebarkan pasar dengan melakukan inovasi produknya.

Melalui brand Days by Danar hadi yang ditujukan untuk generasi muda yang lebih modern, batik Danar Hadi mencoba untuk memposisikan produk batik sebagai produk yang lebih aktif dan dinamis yang bisa mengikuti perkembangan jaman.

Dengan strategi ekspansi bisnis dan retail yang berkesinambungan, Batik Danar Hadi melebarkan sayap usahanya dengan memiliki 21 Rumah Batik Danar Hadi yang tersebar di beberapa kota besar. Adapun kotanya adalah Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan, dan Bali). Lalu, sebagai bentuk komitmen terhadap kepuasan pelanggan, Batik Danar Hadi telah melakukan renovasi untuk beberapa tokonya.

Tak hanya bermain di industri retail, Batik Danar Hadi juga menyediakan segala kebutuhan inovasi produk batik untuk keperluan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun internasional.

Perjalanan 50 Tahun Batik Danar Hadi Beri Goresan Emas untuk Negeri

Sebagai bukti pengakuan masyarakat dunia terhadap eksistensi dan keberadaanya, Batik Danar Hadi telah sering kali mendapat penghargaan dari berbagai lapisan komponen masyarakat. Berikut daftarnya.

- International Trophy for Quality – XII Madrid, Spain 1984,

- International Award – VI Tokyo, 1986, -

- UPAKARTI award for outstanding personal contributions, 1985

- Gold award for best commercial in the Indonesian culture category,1990

- Award from ministry of trade and industry of Republic Indonesia for efforts to preserve Indonesian Culture, 2003

- MURI for Museum batik Danar Hadi for having the biggest and most complete collection, 2005

- SUPERBRANDS 2012 -2013

- Indonesia Museum Awards, Anugerah Purwakalagrha – Pengabdian sepanjang masa, 2017.

Selain penghargaan tersebut, Batik Danar Hadi juga memiliki puluhan penghargaan lainnya sebagai bentuk apresiasi dunia terhadap apa yang telah dicapai dan sebagai dedikasi Batik Danar Hadi terhadap perkembangan batik di Tanah Air dan dunia.

Pada tahun ini, Batik Danar hadi genap berusia 50 tahun. Angka tersebut menunjukkan sebuah perjalanan dan perjuangan yang cukup panjang bagi sebuah produk asli Indonesia untuk meraih asa menjadi pemain industri batik terbaik di Indonesia. Sekaligus menjadi ujung tombak pengembangan tren batik yang mendunia.

Pada Sabtu (9/12/2017), Batik Danar Hadi menyelenggarakan acara syukuran ulang tahun yang ke-50 tahun dengan mempersembahkan tarian Bedhaya Tumaruntun atau tumurun yang memiliki makna berkelanjutan dalam hal pewarisan kebudayaan kepada generasi penerus. Persembahan ini disertai dengan pelajaran nilai luhur yang bermanfaat bagi perjalanan kehidupan generasi penerus.

Bertepatan dengan acara tersebut, Batik Danar Hadi juga akan meluncurkan buku '50th Batik Danar Hadi' yang secara simbolis akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Akan turut hadir beberapa tokoh nasional yang telah bersama-sama berkomitmen dan berjalan bersama Batik Danar Hadi untuk terus menjaga, memelihara, dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Beragam informasi mengenai Batik Danar Hadi dapat dilihat lengkap dengan mengunjungi www.danarhadibatik.com atau kunjungi site e-commerce di www.danarhadistore.co.id. (adv/adv)