Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sugihardjo, memaparkan salah satu pembangunan yang kini dikembangkan adalah Pelabuhan Warnasari di Cilegon. Pembangunan pelabuhan ini untuk memperlancar pergerakan logistik.
"Banten yang utama adalah konektivitas Jawa dan Sumatera, tentu Banten memegang peranan strategis," katanya saat dialog dengan tema 'Konektivitas Infrastruktir Transportasi Jawa-Sumatera' di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Senin (4/12/2017).
Menurutnya, Kemenhub juga tengah mengembangkan dermaga untuk Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Sebanyak enam dermaga di Merak pada tahun 2018 nanti akan dikembangkan untuk kapal berukuran besar minimum 5 ribu gross ton.
Sugihardjo mengatakan, kapal-kapal besar itu digunakan untuk bisa menampung angkutan darat yang akan menyeberang ke Bakauheni dalam jumlah besar termasuk truk, kendaraan pribadi, sampai bus angkutan umum.
Standadisasi kecepatan angkutan kapal tersebut juga akan diatur lebih baik. Jika kini setiap kapal yang melakukan penyeberangan ke Bakauheni dari Merak sekarang berkisar 2 jam. Tahun depan penyeberangan menurutnya hanya membutuhkan waktu satu setengah jam.
Kemenhub juga sedang mendorong studi mengenai pembangunan bandara di Pandeglang. Hal ini dilakukan mengingat di kawasan tersebut terdapat Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung yang berpotensi memberi devisa besar pada negara.
"Karena itu akan kita dorong dengan studi tentang pembangunan bandara di Pandeglang untuk mendorong di selatan Jawa," katanya.
Sementara di bidang transportasi perkeretapian, Sugihardjo mengatakan akan ada reaktivasi rel-rel yang lama di Banten. Ia menyebut ada rel yang harus diaktifkan kembali untuk integrasi transportasi seperti di Labuan, Pandeglang.
Di masa Belanda, terdapat integrasi transportasi kereta dan kapal. Saat itu kapal laut bisa membawa kereta untuk diseberangkan ke Lampung dari Merak.
"Jadi kereta dari Merak masuk ke kapal penyeberangan sampai ke Lampung. Ini kita kembangkan terus untuk integrasi," tambahnya.
Untuk daerah-daerah satelit di Banten yang dekat Jakarta, Kemenhub juga mengembangkan double track, misalnya dari stasiun Serpong ke Maja di Lebak. Pergerakan transportasi di daerah tersebut menurutnya sudah massif.
"Semuanya itu kita targetkan 2019. nanti kita evaluasi," katanya. (adv/adv)











































