Ketum PPP Kumpul Bareng Ulama Internasional di Sukabumi

Ketum PPP Kumpul Bareng Ulama Internasional di Sukabumi

Advertorial - detikNews
Kamis, 16 Nov 2017 00:00 WIB
Ketum PPP Kumpul Bareng Ulama Internasional di Sukabumi
Ketua Umum PPP Romahurnuziy (Romi) berbicara di depan ulama internasional (Dok. PPP)
Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Romi) menghadiri acara Multaqo Sanawiy Internasional dan Haul Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy al Hasaniy. Romi menjadi pencermah utama di acara itu.

Acara Temu Ulama Internasional tersebut berlangsung selama 2 hari, yaitu 15-16 Nov 2017 di Ma'had Darul Habib Islamic Boarding School Sukabumi, Jawa Barat.

Sesuai tema acara, Hubbul Wathon dan Peran Ash-Shofwah dalam Mempertahankan NKRI dengan Manhaj Abuya al-Malikiy, Romi dalam ceramahnya menyinggung soal dinamika politik Islam di Tanah Air. Menurutnya, secara teologis, agama, dan politik tidak dapat dipisahkan.

Hadir pada acara tersebut 1.500 peserta lebih, yang umumnya para tokoh masyarakat, kiai, dan habib yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Bahkan, acara tersebut dihadiri para habib dari manca negara dalam rangka sharing isu-isu yang terjadi di dunia Islam sekaligus dalam penguatan Islam Ahlussunah wal Jamaah, dengan visi Islam yang lebih tawassuth (moderat) dan dakwah yang lebih merangkul.

Romi hadir bersama anggota Fraksi PPP DPR, Mukhlisin, Muslih ZA serta fungsionaris DPP PPP Choirul Sholeh Rasyid. Kehadiran Romi itu disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Habib Islamic Boarding School, Habib Nopel Abdullah Alkaff dan M. Ihya Ulumuddin, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Pujon, Malang yang sebelumnya sudah berada di lokasi acara

Sesuai tema acara, Hubbul Wathon dan Peran Ash-Shofwah dalam Mempertahankan NKRI dengan Manhaj Abuya al-Malikiy, Romi dalam ceramahnya menyinggung soal dinamika politik Islam di Tanah Air. Menurutnya, secara teologis, agama, dan politik tidak dapat dipisahkan.

Al-Qur'an memperlakukan kehidupan manusia sebagai suatu keseluruhan yang organik. Artinya, semua bidang kehidupan manusia harus dibimbing oleh petunjuk-petunjuk yang bersumber dari Al-Qur'an, termasuk di dalamnya adalah kehidupan politik.

Karena itu, perkembangan politik di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pergulatan politik Islam di Indonesia.

Ketum PPP Kumpul Bareng Ulama Internasional di SukabumiAcara tersebut dihadiri oleh 1.500 lebih peserta (Dok. PPP)


Kondisi perpolitikan Islam di Indonesia sangat dinamis seiring dengan dinamika parpol-parpol berbasis Islam yang terus berproses untuk menemukan bentuk terbaiknya dalam mengemban amanat umat.

"Meskipun mengalami pasang surut dalam perjalanannya, eksistensi parpol Islam tetap harus dipertahankan dan diperjuangkan. Keberadaannya sangat dibutuhkan untuk kanalisasi perjuangan umat Islam," kata dia.

Selain itu, bisa juga menjadi jalan solusi menghadang gerakan ekstremisme di Indonesia. Di samping karena dua hal tersebut, suatu hal yang paling penting dari eksistensi parpol berbasis Islam adalah sebagai upaya pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam hukum positif di Indonesia.

Menurut Romi, umat Islam tidak boleh pesimistis dengan keadaan saat ini. Hal yang perlu dilakukan adalah menebar kedamaian Islam, karena NKRI sudah final, tidak perlu diperdebatkan lagi.

Tidak perlu membentuk negara Islam Indonesia, karena hukum Islam secara bertahap telah terintegrasi ke dalam peraturan perundang-undangan. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara memagarinya agar hukum di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

"Oleh karena itu, politik Islam harus benar-benar dijaga. Hal ini agar senantiasa menjadi pelindung utama tetap tegaknya ajaran Islam serta alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat," tutur Romi.

Menurut panitia, Muhammd Faruq al-Haddad, acara yang bertemakan 'Hubbul Wathon dan Peran Ash-Shofwah dalam Mempertahankan NKRI' tersebut, diharapkan melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang sifatnya menumbuhkan cinta Tanah Air dan memperkuat NKRI dengan metode dakwah yang lebih tawassuth. Rekomendasi itu nanti akan menjadi acuan praktis sebagai langkah terobosan dakwah para peserta yang hadir. (adv/adv)

Berita Terkait