Ruas Jalan Nasional Ciawi-Sukabumi kerap disebut jalur neraka. Bukan tanpa alasan, perjalanan dari Jakarta begitu keluar dari Tol Jagorawi hingga ke Sukabumi bisa ditempuh 4 jam, bahkan lebih, meski jaraknya hanya sekitar 60 kilometer (km). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di beberapa simpul.
Kontur jalannya sempit, menikung, dan bergelombang. Ditambah dengan sejumlah pasar tumpah dan perilaku angkot yang ngetem sembarangan membuat kemacetan di jalur tersebut kian akut. Terlebih dengan semakin padatnya industri di Sukabumi yang menambah beban jalan tersebut dengan lalu lalang truk bermuatan berat.
Kondisi memperihatinkan selama puluhan tahun ini yang menjadi perhatian pemerintah membenahi infrastruktur transportasi dari dan ke Sukabumi. Meski letaknya relatif dekat dengan ibu kota, buruknya infrastruktur membuat konektivitasnya rendah.
"Konektivitas ke Jakarta dan ke Bandung mengalami kesulitan. Sebagai catatan, ke Jakarta 6 jam, panjangnya 107 km, mobilnya kecepatan 20 km per jam, itu membuat competitiveness Sukabumi bermasalah. Daya saing daerah biasanya sangat di dukung aksesbilitas," kata Budi di sela-sela kunjungan kerjanya ke Sukabumi, Selasa (7/11/2017).
Dalam tinjauannya di Stasiun Cicurug, Budi mengungkapkan, pembangunan double track tahap awal yakni lintas Cigombong-Cicurug sepanjang 7,7 km menelan dana Rp 178 miliar di tahun 2017. Kemudian jalur ganda lintas Bogor-Sukabumi sepanjang 57 km bisa diselesaikan seluruhnya di tahun berikutnya.
"Yang critical yaitu di Cigombong-Cicurug, dimana kemiringannya dan tikungannya terjal, sehingga mengakibatkan kecepatan dan daya dukung menurun. Harusnya 12 (gerbong) hanya bisa 8, kecepatannya mestinya 90 km/jam hanya 60 km/jam. Kita harapkan dalam satu tahun, sampai 2018 kita selesaikan, jalur ganda ini dan akan menambah fungsi aksesbilitas bisa menjadi baik," terang Budi.
Menhub Budi Karya meninjau Stasiun Cicurug (Foto: detikcom) |
Menurutnya, secara bersamaan dengan pembangunan jalur ganda tersebut, pihaknya juga mengebut penyelesaian reaktivasi rel KA peninggalan Belanda lintas Cianjur-Padalarang. Sehingga nantinya, akan banyak alternatif perjalanan KA dari Bogor menuju ke Bandung, bahkan hingga Yogyakarta via jalur Selatan.
"Pada saat bersamaan kita membuat konektivitas dari Sukabumi-Bandung, karena selama ini Cianjur-Padalarang tidak terkoneksi, kita lakukan reaktivasi. Jadi akhir 2018, dari Bogor ke Sukabumi menjadi cepat, kita reduksi dari 30-40 menit, jadi cuma 1 jam saja perjalanan KA Bogor-Sukabumi. Dari Bogor mau ke Yogyakarta lewat sini juga bisa nanti tanpa perlu ke Jakarta," ucap Budi.
Lanjut dia, baik jalur ganda maupun rekativasi bisa selesai seluruhnya pada 2020 dengan anggaran keseluruhan Rp 1,1 triliun. Bahkan, pihaknya tak menutup kemungkinan dilakukan elektrifikasi sepanjang lintasan Bogor hingga ke Sukabumi.
"Bertahap. Jadi tahapannya itu kalau di sini kan dari tunggal menjadi ganda, kalau dari Sukabumi-Bandung dari tidak ada menjadi ada. Karena anggarannya kan kita harus planning keseluruhan untuk Indonesia kan. Tapi kita memang melihat Sukabumi ini penting, makanya kita lihat walaupun bertahap, kita prioritas," tuturnya.
"Tadi yang tahun 2018 Cigombong-Cicurug Rp 78 miliar. Yang konektivitas dari Sukabumi ke Bandung kira-kira mendekati Rp 80 miliar. Itu nyambung setelah 2018. Tapi nyambungnya belum ganda dan belum elektrifikasi," imbuhnya.
Sebagai informasi, jalur KA Bogor-Padalarang memiliki panjang 140 km yang melewati 18 stasiun. Rinciannya jalur aktif sepanjang 95 km dari Bogor hingga Cianjur, kemudian jalur mati 44 km di lintas Cianjur-Padalarang. Saat ini ada 3 perjalanan KA penumpang pulang pergi yang melayani Bogor-Sukabumi dan Sukabumi-Cianjur. Serta 1 KA pengangkut semen dan 1 KA untuk angkutan air mineral.
Menhub Budi Karya meninjau Stasiun Cicurug (Foto: detikcom) |
Pembangunan double track sendiri akan mempercepat waktu KA Bogor-Sukabumi dari 2 jam 3 menit menjadi 1 jam 20 menit. Serta 1 jam 25 menit di lintas Sukabumi-Cianjur menjadi 1 jam. Rasio angkutan penumpang dengan KA di ruas tersebut juga akan naik dari saat ini hanya 1,47% menjadi 8%, serta angkutan barang dari 0,61% menjadi 11,7%.
Kebut Jalan Tol dan Bandara di Sukabumi
Selain kereta api, kata Budi, pemerintah secara paralel juga mengebut penyelesaian Tol Bocimi. Kemudian secara bersamaan dibangun bandara di letaknya direncanakan di antara Kota Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.
"Jalan Tol Ciawi sampai Cigombong kurang lebih 11 km bisa selesai akhir tahun. Nanti Presiden akan ke sini pertengah Desember untuk melihat 2 proyek, satu meresmikan tol, kedua groundbreaking rel ganda ini," ujar Budi.
Sementara untuk pembangunan bandara baru di Selatan Jawa Barat, mantan Dirut PT Angkasa Pura II ini mengungkapkan, pembebasan lahan bandara bisa dimulai tahun ini. Kemudian untuk konstruksinya bisa dimulai tahun depan, serta rampung seluruhnya dalam dua tahun berikutnya atau 2020.
"Lapangan terbang pembebasan tanah 2018, pembangunan 2019, selesai 2020. Feasibility study (kelayakan) sedang dijalankan, jadi pembebasan tanah sekaligus feasibility study (bersamaan). Jadi di bandara seperti ini, dilakukan bersamaan. (Bandara di Sukabumi) pasti dibutuhkan," pungkas Budi.












































Menhub Budi Karya meninjau Stasiun Cicurug (Foto: detikcom)
Menhub Budi Karya meninjau Stasiun Cicurug (Foto: detikcom)