Salah satu faktor penting dalam peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa datang dari infrastruktur. Kini ada lebih dari 15 kota dengan penduduk lebih dari satu juta orang. Bahkan pada 2030 diperkirakan populasi penduduk perkotaan mencapai 71 persen dari populasi nasional. Maka dibutuhkan infrastruktur konektivitas untuk mendorong pengembangan wilayah, seperti pelabuhan, kereta api, angkutan perkotaan, dan jalan.
"Dalam rangka percepatan penyediaan infrastruktur, peran serta seluruh komponen bangsa sangat diperlukan, termasuk peran swasta yang memiliki kemampuan finansial, pengalaman, dan teknologi dalam penyediaan infrastruktur," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan tertulisnya.
Melihat fenomena tersebut, Tarsus menggelar ajang Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Dengan mengusung tema 'Bringing Together the Public and Private Sector in Support of Indonesia's Critical Infrastructure Development', IIW bertujuan mendorong sektor swasta untuk lebih berpartisipasi dalam usaha percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.
Di ajang ini, para pemangku kepentingan baik dari segi regulator, financier, investor, pemilik proyek, supplier, distributor, dan kontraktor juga akan dipertemukan.
Ada dua kegiatan utama yang digelar di IIW 2017, antara lain seminar dan pameran. Pada, Rabu 8 November 2017 akan digelar Seminar Infrafinance yang terdiri dari tiga sesi diskusi panel. Sesi pertama membahas topik kondisi infrastruktur Indonesia saat ini yang mencakup perkembangan, pelaksanaan, dan tantangan.
Sesi kedua membahas masa depan pendanaan infrastruktur di Indonesia. Sesi ketiga mengulas serta mengidentifikasi pasar proyek-proyek infrastruktur serta knowledge sharing dari para pelaku bisnis di sektor infrastruktur.
Pembicara yang dihadirkan berasal dari berbagai kalangan, seperti dari unsur pemerintah, lembaga kerja sama pembangunan internasional, pengusaha nasional maupun internasional, ahli hukum, dan akademisi.
Pada hari yang sama, juga digelar acara Investment Partnership Ceremonial antara PT Nusantara Infrastructure dengan investor strategis di bidang infrastruktur, terutama di bidang jalan tol, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan pembangkit listrik.
Pada 9-10 November 2017, IIW menggelar ragam forum diskusi dengan tema infrastruktur secara spesifik, seperti Infraport, Infrarail, Infratraffic, Infrawater, Special Economic & Industrial Zone, dan Jakarta Infrastructure Forum.
Para pengunjung juga bisa melihat pameran yang diikuti lebih dari 200 stan. Peserta pamerannya berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta. Pameran digelar selama IIW 2017 berlangsung, yakni pada 8-10 November 2017.
Tidak kalah pentingnya, IIW 2017 juga kembali menghadirkan fitur IIW Global Meeting Programme untuk membantu membuka peluang investasi dan bisnis. Pengunjung, delegasi, dan peserta pameran yang telah melakukan pendaftaran di situs indonesiainfrastructureweek.com bisa menjadwalkan pertemuan untuk berdiskusi dan berbisnis di area khusus. Fitur ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Ajang IIW 2017 juga digelar untuk mendukung salah satu program prioritas pemerintahan Jokowi-JK, terutama terkait pentingnya pembiayaan alternatif untuk memenuhi pendanaan infrastruktur periode 2015-2019 yang diperkirakan mencapai angka Rp 4.796,2 triliun.
"Percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat menjadi pendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengurangi ketimpangan," kata Menteri Bambang. (adv/adv)











































