PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendapatkan predikat Emerging Industry Leader dari Forum Ekselen BUMN (FEB) dalam ajang BUMN Performance Excellence Award (BPEA) 2017. Sebagai Emerging Industry Leader, BNI dinilai menjadi perusahaan yang memiliki proses bisnis yang sistematis dan menunjukkan komitmen pembelajaran yang kuat.
Berbeda dengan penghargaan lainnya, penghargaan BPEA diberikan kepada perusahaan yang mencapai Excellence Level, yaitu 'tingkat kinerja ekselen' yang dicapai perusahaan. Tentunya harus sesuai dengan hasil asesmen yang mengacu pada Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian BUMN sejak 2012.
Pada 2017, BPEA memberikan penghargaan kepada 51 BUMN yang dinilai memiliki 'Excellence Level Band minimal Good Performance'. Sebelumnya Tim Asesor KPKU telah menilai 96 BUMN dengan mengikuti seluruh proses pendampingan asesmen oleh Forum Ekselen BUMN (FEB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asesmen KPKU pada BUMN sendiri telah dilakukan sejak 2012. Awalnya hanya diikuti oleh 25 BUMN, namun pada Asesmen KPKU terakhir telah diikuti oleh 96 BUMN (dari 118 BUMN yang ada).
Kebijakan KPKU BUMN merupakan salah satu strategi inisiatif Kementerian BUMN utamanya melalui perbaikan dan peningkatan kinerja secara kesisteman dan berkelanjutan menuju kinerja kelas dunia.
Konsep KPKU diadopsi dan diadaptasi dari MBCfPE (Malcolm Baldrige Criteria Performance Excellence), yaitu model bisnis unggul (Business Excellence Model) yang dibangun dengan mengacu 'Global Best Practise' dari perusahaan terbaik kelas dunia.
Konsep ini dikembangkan dan dikelola oleh National Institute Science & Technology (NIST), Pemerintah Amerika Serikat dan telah diadopsi oleh berbagai negara didunia. Dengan KPKU diharapkan semua BUMN memiliki kinerja yang unggul yaitu memiliki kemampuan daya saing dengan mengacu atau benchmark pada perusahaan terbaik kelas dunia yang telah diakui.
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan BPEA merupakan ajang penghargaan kepada BUMN yang telah bekerja keras membangun daya saing melalui integrasi berbagai sistem manajemen hingga mencapai kinerja ekselen dalam kategori tertentu.
"Dengan adanya penghargaan ini kami harap akan menambah semangat BNI dalam membangun daya saing gobal. Semangat dari predikat ini akan terus dipelihara dan ditingkatkan, terlebih ditengah situasi ekonomi dan persaingan global di era turbulensi saat ini yang semakin ketat serta penuh ketidakpastian," ujar Kiryanto.
Penghargaan disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN RI Ahmad Bambang kepada Direktur Kepatuhan dan Risiko Perusahaan Imam Budi Sarjito di Jakarta, Senin (6/11/2017). (adv/adv)











































