Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengimbau agar guru membekali anak didiknya menghadapi tantangan pada zamannya. Sebab, jika belum siap, mereka bisa gagal saat menghadapi persaingan.
Romahurmuziy yang akrab disapa Romi menyampaikan hal tersebut di Perguruan Terpadu Ma'arif Nahdlatul Ulama Gunungpring, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (30/10) saat acara 'Belajar dari Prof. Dr. M Tolchah Mansoer'.
Ia yang didampingi anggota F-PPP DPR RI Muslich ZA dan Bupati Magelang Zaenal Arifin menguraikan 6 tantangan dunia pendidikan dewasa ini. Tantangan pertama adalah semakin maraknya peredaran narkoba. Hingga kini korban penyalahgunaan narkoba telah mencapai 5 juta orang di Indonesia.
Ketua Umum PPP Romahurmuziy memaparkan 6 tantangan pendidikan di Perguruan Terpadu Ma'arif Nahdlatul Ulama Gunungpring, Magelang (Foto: dok. PPP) |
Tantangan kedua yaitu semakin masifnya pornografi dan pornoaksi yang mudah diakses di dunia maya. Data Divisi Cybercrime Polri mengungkapkan Indonesia adalah negara dengan pengakses konten porno tertinggi di dunia pada 2016.
Maka dibutuhkan penguatan agar anak didik menjadikan nilai agama sebagai tameng menghadapi kemaksiatan di dunia maya.
"Internet ibarat pisau, bisa digunakan untuk memasak namun bisa juga digunakan untuk membunuh dan melukai. Jangan sampai anak didik kita bermaksud positif berselancar di dunia maya, ternyata justru nemu yang nggak-nggak," tegasnya.
Ia melanjutkan, tantangan ketiga adalah meningkatnya kriminalitas yang dilakukan usia remaja di tengah membaiknya pendidikan masyarakat. Artinya, mereka yang menjadi kriminal bukan karena pendidikannya rendah, namun karena moralnya rendah. Tantangan keempat, yakni meningkatnya kekerasan antar siswa.
Acara 'Belajar dari Prof. Dr. M Tolchah Mansoer' di Perguruan Terpadu Ma'arif Nahdlatul Ulama Gunungpring, Magelang (Foto: dok. PPP) |
"Survei menunjukkan siswa yang mengaku pernah di-bully secara fisik atau mental mencapai 40 persen," jelasnya.
Tantangan kelima adalah serbuan ideologi dunia yang bertentangan dengan Pancasila.
"Liberalisme, komunisme, dan radikalisme yang mengatasnamakan agama adalah tiga besar ideologi yang mengancam persatuan bangsa sehingga harus kita perangi bersama," paparnya.
Terakhir adalah tantangan globalisasi yang akan menghadirkan persaingan di pasar tenaga kerja secara regional.
"2019 Nanti, akan berlaku Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bisa saja asisten rumah tangga kita dari Kamboja atau sopir kita dari Vietnam karena mereka tertarik bekerja di Indonesia yang UMR-nya lebih tinggi," katanya.












































Ketua Umum PPP Romahurmuziy memaparkan 6 tantangan pendidikan di Perguruan Terpadu Ma'arif Nahdlatul Ulama Gunungpring, Magelang (Foto: dok. PPP)
Acara 'Belajar dari Prof. Dr. M Tolchah Mansoer' di Perguruan Terpadu Ma'arif Nahdlatul Ulama Gunungpring, Magelang (Foto: dok. PPP)