PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut mendukung Kota Surakarta menjadi smart city. Salah satu bentuk dukungannya adalah BNI dengan Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah menerapkan aplikasi transaksi pembayaran retribusi pasar secara elektronik (E-Retribusi) menggunakan e-channel.
Sistem ini diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah daerah saat menghimpun iuran atau retribusi dari warganya yang bermatapencaharian utama di pasar-pasar tradisional. Hambatan yang sering ditemui, seperti proses collecting yang lama hingga pengelolaan retribusi pasar yang masih bersifat manual. Hal ini menyebabkan minimnya kontrol atas sumber-sumber pendapatan asli daerah.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi kebocoran dana retribusi yang tinggi. Melalui E-Retribusi, BNI memberikan kemudahan bagi masyarakat wajib retribusi, seperti pedagang pasar dalam memenuhi kewajibannya. Selain itu, memberikan kepastian pada penerimaan daerah.
Kolaborasi antara BNI dan Pemkot Surakarta ini turut mendukung Kota Surakarta menjadi salah satu smart city di Indonesia. Smart city sendiri merupakan konsep kota cerdas yang dirancang demi membantu berbagai hal kegiatan masyarakat.
Khususnya dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien serta memberi kemudahan mengakses informasi bagi masyarakat. Diharapkan kerja sama seperti ini bisa menjadi contoh model pengembangan kota di Indonesia yang didukung oleh BNI dengan berbasis pada teknologi informasi.
Selain itu, peluncuran pembayaran E-Retribusi akan melengkapi kerja sama sebelumnya yaitu dalam pembayaran e-PBB dan diharapkan dapat dikembangkan untuk pengelolaan rekening transaksional Giro maupun payroll tambahan penghasilan untuk berbagai sektor yang ada di lingkup Pemerintahan Kota Surakarta.
Pengembangan juga dapat dilakukan menjadi e-Absensi serta pembayaran pajak daerah lainnya guna mendukung Pemerintah Kota Surakarta pada 2017 yang menargetkan penerimaan retribusi pasar lebih kurang Rp 20 miliar.
Selain berfungsi sebagai alat pembayaran retribusi, Kartu e-Retribusi pasar bisa digunakan sebagai kartu belanja di merchant-merchant BNI serta sebagai kartu indentitas pedagang. Melalui sistem e-Retribusi, para pedagang diajak turut mengikuti perkembangan perekonomian saat ini yang menuju ke arah digital.
Penerapan sistem E-Retribusi di Pasar Tradisional Surakarta (Foto: dok. BNI) |
Acara penerapan E-Retribusi dilakukan berbarengan dengan Launching Program Menuju Solo Smart City 2018 di Simpang Ngarsopuro, Surakarta, Minggu (29/10/2017). Hadir pada acara ini di antaranya Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Direktur Bisnis Kecil & Jaringan BNI Catur Budi Harto.
Acara ini menjadi kelanjutan dari Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Jasa Layanan Perbankan antara Pemerintah Kota Surakarta dan BNI pada 26 Mei 2017.
Catur menegaskan konsep Surakarta Smart City tidak akan meninggalkan karakter kuat kota ini sebagai kota budaya.
"Diharapkan dukungan BNI akan menjadikan Surakarta sebagai Smart City dengan tetap mengedepankan identitas Surakarta sebagai kota budaya dulu, sekarang dan yang akan datang," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Pemimpin BNI KC Surakarta Agus Triyono mengungkapkan pembayaran retribusi dapat dilakukan lebih efisien, transparan, dan akuntabel menggunakan kartu BNI E-Retribusi.
"Jadi pedagang pasar dapat melakukan pembayaran tersebut melalui electronic channel KIOS dengan lebih mudah, nyaman, dan cepat," paparnya.
BNI juga turut andil dalam program cashless society dan literasi keuangan yang diinisiasi baik oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan melalui e-Channel. Ke depannya, BNI juga akan mengembangkan layanan pembayaran pajak daerah lainnya dan layanan produk serta jasa perbankan lainnya melalui e-Channel.
Salurkan KUR
Pemberian KUR di Pasar Tradisional Surakarta (Foto: dok. BNI) |
Penerapan e-Retribusi pasar memungkinkan pengelola pasar memperoleh laporan perkembangan bisnis para pedagang. Tujuannya untuk memudahkan BNI sebagai bank partner untuk memberikan pembiayaan berupa KUR yang memberikan bunga cukup ringan mulai 9% atau setara Rp 7.500 per hari.
Dengan begitu, BNI mendukung penuh pertumbuhan ekonomi kota Surakarta, khususnya para pedagang tradisional dengan memberikan KUR. Pasar yang telah bekerja sama dengan BNI yaitu Pasar Nongko, Pasar Sidodadi, Pasar Kembang, dan Pasar Elpabes. Jumlah pedagang yang telah memiliki kartu e-Retribusi mencapai 597.403 orang dengan jumlah 741 los dan kios.
Surakarta merupakan kota yang dinamis dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, yaitu 5,5% pada 2016. Berbagai potensi ekonomi dapat memberi peluang bagi masyarakat Surakarta untuk lebih kreatif dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah setempat.
Diharapkan ke depannya akan memberi dampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui berbagai jenis pembayaran pajak daerah maupun retribusi.
Komitmen BNI sebagai banking partner Pemerintah Kota Surakarta guna mendukung konsep smart city dapat menjadi acuan dan langkah strategis untuk menjadikan BNI sebagai One Stop Banking Solution bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Faktanya, program Cross Selling atas semua produk dan jasa keuangan BNI secara menyeluruh merupakan salah satu solusi untuk memberikan layanan yang terbaik dan memenuhi semua kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan.












































Penerapan sistem E-Retribusi di Pasar Tradisional Surakarta (Foto: dok. BNI)
Pemberian KUR di Pasar Tradisional Surakarta (Foto: dok. BNI)