Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

advertorial - detikNews
Minggu, 29 Okt 2017 00:00 WIB
Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi blusukan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan selama 2 hari (27-28/10/2017). Di Sulsel ia memantau proyek rel kereta api, sementara di Sumsel dia memantau proyek LRT.

Di hari pertama, Budi Karya hadir di Universitas Hasanuddin untuk memberikan kuliah umum bertema Sulawesi Selatan Gerbang Konektivitas Indonesia Timur. Acara dimulai sekitar pukul 14.30 WITA. Acara tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin Dwi Aries Tina Pulubuhu dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Kegiatan tersebut berlangsung seru karena mahasiswa yang hadir sangat komunikatif. Awalnya pemandu acara, Effendi Ghazali memberikan pertanyaan kepada mahasiswa yang hadir. Tiap pemenang dijanjikan mendapat helm bewarna putih yang disebut ada 11 unit.

Ia memulai pertanyaan awal tentang apa yang dimaksud dengan tol laut. Kemudian maju tiga orang mahasiswa dari tiap jurusan berbeda. Siswa pertama, Imam Akbar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Kehutanan menjawab dengan lancar dan baik.

"Menurut saya tol laut itu adalah salah satu program andalan pak Jokowi, bagaimana perpindahan logistik, pelabuhan-pelabuhan antar bulan terhubung sehingga logistik barang ke pelosok bisa lebih cepat dengan adanya tol laut," kata Imam di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (27/10/2017).

Lalu selanjutnya seorang siswi bernama Winda Pratiwi asal Fakultas Hukum. Dia menjawab dengan lancar walaupun perkataannya sedikit terselip.

"Hubungan atau keterkaitan antara di wilayah satu dan yang lain untuk melakukan kerja sama yang efektif. Eh.. Eh.. Misalnya dalam hal perikanan atau semacam itu untuk meningkatkan Indonesia yang maju dan sejahtera," ujar Winda yang diikuti tawa penonton yang hadir.

Tak lama kemudian maju seorang siswi bernama Vinidian dari Fakultas Teknik, Departemen Ilmu Perkapalan. Ia menjawab dengan grogi sehingga kata-katanya tidak lancar.

"Tol laut adalah salah satu yang dikatakan tadi. Program pak Jokowi dimana itu digunakan sebagai penghubung antara satu wilayah ke wilayah lainnya untuk memberikan suatu eh... Eh.. untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat supaya," ucap Vinidian dengan terbata.

Mendengar jawaban itu, Budi Karya langsung mengajak peserta untuk tenang. Kemudian Effendi sang moderator melontarkan candaan kepada siswi tersebut.

"Ini karena dari fakultas teknik jadi agak lama, teknik membuatnya agak lama," ujarnya diikuti gelak tawa hadirin.

Kemudian Budi akhirnya menentukan ketiga jawaban tersebut benar dan ketiganya pun mendapatkan hadiah helm. Kemudian Budi meminta ketiganya untuk berselfie bersama.

"Kelihatannya semua benar nih kelihatan semuanya pintar-pintar di Unhas. Jadi patut dihadiahkan. Mana selfie-selfie," ucap Budi sambil tersenyum

Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

Kemudian acara masih berlangsung hingga pada sekitar pukul 15.40 WITA Budi Karya menyudahi kegiatan tersebut. Ia beralasan tidak bisa berlama-lama karena akan mengunjungi proyek rel kereta Sulsel. Setelah berfoto-foto dengan mahasiswa lainnya Budi lanjut bergerak menuju lapangan TNI setempat menggunakan mobil.

Setelah tiba, Budi langsung menaiki helikopter untuk meninjau proyek rel kereta api Sulsel dari Makassar menuju Kabupaten Barru. Hal itu dilakukan untuk memantau kondisi rel dan badan jalan yang tengah dikerjakan dari atas.

Sebab ada beberapa tempat lintasan proyek tidak dapat dilewati jalur darat sehingga tidak dapat memantau secara menyeluruh. Jika menggunakan jalur darat diperkirakan waktu tempuh menjadi jauh dan lebih lama karena memantau sekitar 40-47 km badan jalan.

Perjalanan menggunakan heli diperkirakan hanya 20 menit sementara menggunakan darat bisa mencapai 2 jam karena macet dan jauh. Sementara saat itu tengah menunjukan pukul 16.00 WITA.

"Kita ngecek karena harus melihat bentangan sepanjang 40 km dan kita memastikan beberapa titik jembatan yang sedang di konstruksi. Kalau jalan darat jadi take time. Ada tempat yang tidak ada aksesnya," kata Budi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, (28/10/2017).

Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

Dari atas helikopter, Budi yang sering menggunakan kemeja putih dan lengan digulung itu sempat memberitahu awak media lahan proyek kereta api yang sedang dikerjakan. Ia kemudian menunjuk-nunjuk jalan panjang yang bewarna cokelat dari jendela helikopter. Terpantau bentangan jalan berupa tanah panjang dari atas.

"Di bawah sana itu proyek rel kereta Sulsel," ujarnya sambil tersenyum dan menunjuk jalan.

Ia mengatakan saat ini progres proyek rel kereta Sulsel telah terbangun sekitar 16 km. Ia menargetkan sebanyak 47 km badan jalan akan terbangun tahun ini. Nantinya pada 2018 diharapkan rel kereta sepanjang 47 km tersebut dapat menghubungkan dengan pelabuhan di Sulsel.

"Sekarang 16 km. Tahun ini selesai badan jalan 47 km. Tahun 2018 rel kereta 47 km sudah menghubungkan beberapa tempat ke pelabuhan," ujarnya.

Budi juga sempat turun dari helikopter dan melanjutkan peninjauannya ke proyek tersebut melalui jalan darat. Jalanan menuju proyek itu terpantau masih rusak dan dipenuhi bebatuan. Di samping kiri dan kanan jalan akses menuju proyek terhampar sawah masyarakat.

Sementara di lokasi pembangunan terpantau lahan panjang yang masih berupa tanah merah. Serta beberapa pekerja yang menggunakan traktor.

Ia menyebut pada tahap berikutnya sekitar 100 km akan dibangun dengan skema KPBU atau kerja sama pemerintah dan swasta. Beberapa investor dalam negeri dan asing seperti Korea Selatan mengatakan tertarik dengan proyek tersebut.

Walaupun hari semakin gelap, saat itu pukul 17.00 WITA, Budi kembali melanjutkan meninjau Pelabuhan Garongkong. Saat tiba di pelabuhan, hari sudah malam dan menunjukan pukul 17.35 WITA.

Dengan lampu penerangan seadanya, di dermaga atas pelabuhan Budi mengatakan nantinya dermaga di pelabuhan itu akan diperpanjang dari sebelumnya 250 meter menjadi 750 meter. Hal itu dilakukan supaya kapal-kapal dapat bersandar bersamaan. Ia menargetkan pengembangan dermaga tersebut akan selesai hingga 2019.

Ia mengatakan nantinya pelabuhan dan proyek kereta api Sulawesi Selatan akan saling terkoneksi. Sebab nantinya pengiriman logistik yang datang dibawa kapal, diharapkan akan dilanjutkan menggunakan kereta api Sulsel. Misalnya membawa batu bara dari Kalimantan dan klinker yang dibawa kapal dan dilanjutkan menggunakan kereta api.

Kemudian sekitar pukul 18.00 WITA rombongan Budi Karya memutuskan untuk kembali ke Makassar. Akan tetapi di tengah perjalanan, Budi menyempatkan diri turun dari mobil untuk meninjau jembatan timbang Maccopa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Saat itu waktu menunjukan pukul 19.45 WITA, padahal Budi Karya telah beraktivitas sejak Jumat pagi (27/10) di Istana Merdeka. Sebelum berangkat ke Sulsel, Budi Karya sempat mendampingi Presiden Jokowi bertemu dengan Eks Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda.

Dalam kunjungannya di jembatan timbang itu, Budi mengapresiasi petugas setempat karena dalam sebulan saja (Oktober) telah menindak ratusan pelanggar lalu lintas.

Budi Karya mengatakan Kementerian Perhubungan baru mendapatkan pelimpahan jembatan timbang tersebut sejak sebulan yang lalu. Namun baru sebulan beroperasi telah menyasar 3.400 yang diobservasi. Sementara telah ada 833 orang yang ditilang dan disidang di pengadilan.

Ia sempat mengobrol dengan beberapa supir truk. Ia menemukan ada truk yang seharusnya hanya mengangkut 10 ton tapi mengangkut bobot melebihi kapasitasnya.

"Tadi kita lihat mestinya 10 ton ngangkut 30 ton, ada yang tingginya mestinya 1,6 jadi 26 jadi naik 10. Ini banyak terjadi banyak di Indonesia," kata Budi, di Maros, Sulawesi Selatan.

Sedangkan di hari kedua, Budi Karya lalu bertolak menuju Palembang Sumatera Selatan pada pukul 07.00 WITA. Setibanya di Palembang, ia memantau proyek LRT menggunakan jalur darat sambil melintas ke Balai Agung Pemprov Sumsel.

Pantauan detikcom proyek LRT telah tersambung di jalan utama kota Palembang terutama dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jembatan Ampera dan Griya Agung Pemprov Sumsel.

Budi menyebut progres proyek LRT Palembang saat ini telah terbangun 80%. Sisanya tinggal proses akhir membawa rolling stock atau sarana LRT. Ia menargetkan uji coba LRT akan dilakukan paling lambat bulan April 2018 sebelum perhelatan Asian Games.

"Dalam segi pembangunan kita akan rencanakan membawa rolling stock itu akan sampai di Palembang paling lambat April. April itu kita mungkin punya waktu sebentar semacam trail karena kita harapkan sebelum Asian Games bisa beroperasi. Jadi praktis kegiatan LRT ini berjalan sesuai rencana. Harapannya memberikan suatu manfaat bagi masyarakat Palembang," kata Budi Karya, di Balai Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

Setelah makan siang, sekitar pukul 12.00 WIB Budi Karya lalu bertolak ke Belitung. Ia meninjau pembangunan Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin yang sebelumnya direnovasi.

Kedatangannya disambut Bupati Belitung, Sahani Saleh dan jajarannya. Budi sempat dikalungkan kain khas daerah setempat di lehernya.

Budi menargetkan renovasi bandara tersebut selesai pada November 2017. Serta pada Desember nantinya bandara tersebut dapat melayani penerbangan internasional pertamanya.

Awalnya Budi menggelar rapat bersama jajaran pemda setempat. Kemudian rombongan melanjutkan meninjau ke Pelabuhan Tanjung Batu pada pukul 14.20 WIB.

Saat memasuki kawasan pelabuhan, jalanan rusak dipenuhi lubang penuh lumpur. Roda-roda mobil yang melintas sebagian tenggelam ditelan genangan bewarna cokelat itu, tidak terlihat batu di jalan karena tingginya genangan itu.

Budi menyebut ternyata jalanan tersebut rusak karena sering kali dilintasi truk pengangkut bahan tambang seperti pasir. Akhirnya dia meminta kepada pemda setempat agar pelabuhan untuk tambang dipisahkan dengan pelabuhan penumpang dan kontainer.

"Oleh karena itu saya menganjurkan pelabuhan pasir tidak di sana lagi. Kita minta di tempat lain dan kita akan perbaiki Tanjung Batu dan kita akan fungsikan kembali untuk kontainer untuk penumpang dan turis. Kita akan pisahkan fungsi pertambangan dengan yang lain. Kalau kontainer dan penumpang masih mathcing," kata Budi saat meninjau pelabuhan.

Ia menyebut Kemenhub akan mulai memperbaiki pelabuhan tersebut pada Februari mendatang. Sebab pemda setempat harus memberikan aset kepada pemerintah pusat agar dapat dianggarkan di anggaran 2018.

"Tahun depan. Insya Allah bulan Februari karena ini kaitannya serah terima aset dari daerah usat supaya uangnya bisa keluar. Saya tadi sudah kordinasi dengan pemda mungkin 1 bulan ini serahkan aset ke pemerintah pusat kami akan antarkan 2018," ujarnya.

Blusukan Menhub di Sulsel-Sumsel, Pantau Rel KA hingga LRT

Dalam blusukannya di Belitung, Budi sempat menyambangi Pantai Juru Seberang Belitung. Hal itu dilakukannya untuk melihat destinasi wisata alam Belitung yang dikenal keindahan pantainya. (adv/adv)

Berita Terkait