BNI Salurkan KUR untuk 8.000 Petani Jagung Sumenep

BNI Salurkan KUR untuk 8.000 Petani Jagung Sumenep

advertorial - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 00:00 WIB
BNI Salurkan KUR untuk 8.000 Petani Jagung Sumenep
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat kepada Petani Jagung di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Foto: BNI)
Sumenep -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 8.000 petani jagung di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dengan pembiayaan maksimal yang disiapkan sebesar Rp 43 miliar.

Penyaluran KUR kepada petani jagung sekaligus menjadi dukungan BNI terhadap program kemitraan Jagung Hibrida yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Penyaluran KUR diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Integrasi Agri bisnis dari Hulu sampai Hilir dalam rangka pelaksanaan program Kemitraan Pengembangan Jagung Hibrida di Kabupaten Sumenep antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sumenep dengan BNI, PT Bisi International (Tbk), PT Dupont Indonesia, serta Hexa Group.

Acara yang dilangsungkan di Sumenep, Jawa Timur, Rabu (25/10/2017) dihadiri Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumenep Bambang Heriyanto, General Manager Small Business Banking BNI Bambang Setyatmojo, serta Head of Business Banking BNI Wilayah Surabaya Handoko Adi Nugroho.

Pemerintah Republik Indonesia sendiri telah menerapkan kebijakan pembatasan impor jagung dan mendorong peningkatan produksi jagung nasional pada 2016. Salah satu program Swasembada Pangan yang didukung oleh BNI diterapkan di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Sumenep.

"Ini menjadi bukti peran BNI sebagai agen pembangunan untuk mendukung pembiayaan di sektor usaha mikro dan kecil," ujar Corporate Secretary BNI Kiryanto.

Dukungan yang diberikan BNI sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadi salah satu sentra produksi jagung nasional. Saat ini, salah satu komoditas yang diunggulkan di Sumenep yaitu jagung selain padi dan tembakau.

Melalui program kemitraan tanam Jagung Hibrida, pihak Dinas Holtikultura, Pertanian, dan Perkebunan (Dispertahotbun) Kabupaten Sumenep menggandeng stakeholder lainnya yaitu produsen benih jagung dan offtaker (pembeli) jagung hasil panen petani yang mengikuti program ini.

Dari total luas area tanam jagung 117.341 hektare (ha), Dispertahotbun Sumenep menargetkan 50 ribu ha lahan akan ditanami jagung hibrida secara bertahap. Lalu dari 23.418 ha lahan yang ditanami jagung di tahap awal, BNI akan menyalurkan pembiayaan KUR Tani kepada 8.000 petani. BNI seterusnya akan menyalurkan hingga 13 ribu petani dengan target maksimal KUR Rp 72,3 miliar.

Sejak diluncurkan pada 2007 hingga akhir September 2017, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 34,47 T kepada 305.289 pelaku UMKM. Porsi penyaluran KUR pada sektor produksi mencapai 49,9% sehingga sejalan dengan program pemerintah dengan target penyaluran KUR pada sektor produksi sebesar 40%.

Pembiayaan KUR ini dapat digunakan untuk membeli bahan dan perlengkapan bercocok tanam, mulai dari pembelian bibit atau benih, pupuk, biaya penggarapan hingga panen. Para penerima KUR sekaligus mendapatkan Kartu Tani yang diterbitkan BNI.

Sampai minggu ke-3 Oktober 2017, BNI telah menerbitkan lebih dari 1 juta Kartu Tani untuk petani di Jawa Timur. Sementara untuk petani di Kabupaten Sumenep, BNI telah mendistribusikan Kartu Tani sebanyak 84.381 kartu.

Kartu Tani merupakan sarana untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, subsidi, hingga pencairan KUR. Di samping itu, Kartu Tani juga berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet/e-Wallet (Combo) untuk belanja.

Fitur Tabungan yang tertanam dalam Kartu Tani merupakan Simpanan berupa Rekening Bank yang dapat ditarik secara tunai dengan jenis produk TabunganKu.

Adapun Fitur e-Wallet merupakan simpanan uang elektronik yang dapat digunakan untuk belanja barang, penyimpanan bantuan, subsidi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, pendidikan, gas, subsidi pupuk, dan program pemerintah daerah.

Manfaat utama Kartu Tani sendiri yaitu sebagai database petani yang akurat. Selain itu, difungsikan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi pada agen pupuk. Dengan kartu tersebut, distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih terkontrol karena akan tercatat secara real time - on line dan dapat dipantau melalui sarana dashboard yang telah disediakan.

Dalam upaya mendukung swasembada pangan dengan menyalurkan KUR, BNI juga mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Program Laku Pandai. BNI meresmikan pembentukan Agen46 pada 5 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan 165 kios pupuk resmi di Kabupaten Sumenep.

Dengan cara ini, petani dapat lebih mudah mendapatkan layanan perbankan dan pembelian pupuk di daerah tempat tinggalnya. Agen46 BNI merupakan kepanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan kepada warga yang selama ini kesulitan bertransaksi keuangan di outlet-outlet perbankan.

"Sebagai Agent of Development, BNI merupakan salah satu bank BUMN yang turut menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan memastikan tersalurkannya Kartu Tani. Apabila Kartu Tani tersalurkan, maka dengan sendirinya bantuan sosial hingga subsidi dapat terdistribusi lebih tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat sasaran," ujar Kiryanto.

(adv/adv)
Berita Terkait