Ketua Umum PPP: Hari Santri, Perjuangkan Dirjen Pesantren

Ketua Umum PPP: Hari Santri, Perjuangkan Dirjen Pesantren

advertorial - detikNews
Senin, 23 Okt 2017 00:00 WIB
Ketua Umum PPP: Hari Santri, Perjuangkan Dirjen Pesantren
Jakarta -

Memperingati Hari Santri Nasional 2017 yang jatuh pada 22 Oktober, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan pembentukan Direktorat Jenderal Diniyah dan Pondok Pesantren di Kementerian Agama. Hal itu sangat diperlukan agar santri yang berjumlah 4,2 juta se-Indonesia lebih mendapat perhatian dan berperan signifikan dalam pembangunan bangsa.

Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy mengatakan hal tersebut dalam pidato peringatan Hari Santri dan Gran Final Audisi Dai Muda Indonesia yang diadakan oleh ormas Madani (Majelis Da'wah dan Pendidikan Islam) di pondok pesantren Darul Rahman, Jagakarsa, Jakarta yang dipimpin ulama kharismatik KH Syukron Ma'mun, Minggu (22/10).

Menurutnya, ada tiga alasan utama. Pertama, urusan pondok pesantren yang diangkat ditataran pejabat eselon I menunjukkan besarnya perhatian pemerintah. Kedua, kompleksnya persoalan yang dihadapi santri dan pengembangan pondok pesantren yang sudah berjumlah 28 ribu se-Indonesia, hanya bisa ditangani oleh pejabat setingkat eselon I.

Ketua Umum PPP: Hari Santri, Perjuangkan Dirjen Pesantren

Ketiga, pembentukan direktorat jendral seperti itu sudah lebih dulu dilakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), seperti. Kemdikbud membagi urusan pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai Dirjen tersendiri. Bahkan urusan pendidikan tinggi ditangani oleh kementerian tersendiri.

"Perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren masih kurang. Anggaran yang diberikan antara madrasah dibandingkan pesantren masih cukup timpang. Maka kami mengusulkan dipecahnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menjadi tiga," kata pria yang akrab disapa Romi, Minggu (22/10/2017).

Tiga direktorat jenderal yang ia maksudkan adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Ponpes.

Dalam prosesnya, Fraksi PPP tengah menyusun naskah akademis pemecahan menjadi tiga direktorat jenderal tersebut. Setelah selesai, akan disampaikan pada Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama.

"Saya berharap sebelum Hari Santri tahun depan bisa terwujud," ujar mantan Sekjen PPP tersebut.

Menurut Romi, santri memiliki peran sangat signifikan dalam pembangunan moral generasi bangsa. Santri dinilainya sebagai benteng moral dan benteng NKRI.

"Saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga ancaman, yaitu bahaya narkoba, pornografi dan pornoaksi serta ideologi liberalisme, komunisme dan radikalisme atas nama agama," ujarnya.

Ketua Umum PPP: Hari Santri, Perjuangkan Dirjen Pesantren

Pengaruh-pengaruh negatif itu sangat mudah menyebar melalui media sosial yang saat ini sudah tersebar hingga pelosok nusantara.

Ketua Dewan Pembina Madani ini menegaskan, pendidikan agama di pondok pesantren menjadi salah satu filter masuknya hal-hal negatif tersebut. Di sisi lain pemerintah juga berkewajiban melakukan filter pada situs-situs yang memiliki konten negatif.

"Malu kita sebagai bangsa muslim terbesar di dunia, namun juga tercatat paling banyak mengakses konten porno," tegasnya.

(adv/adv)
Berita Terkait