Menhub Berharap Bandara Kulon Progo Menjadi Etalase Seni

Menhub Berharap Bandara Kulon Progo Menjadi Etalase Seni

Advertorial - detikNews
Senin, 09 Okt 2017 00:00 WIB
Menhub Berharap Bandara Kulon Progo Menjadi Etalase Seni
Menhub Meninjau Bandara Kulon Progo. Foto: Sukma Indah Permana/detikcom
Jakarta -

Bandara Kulon Progo menjadi salah satu proyek strategis pemerintah saat ini. Bandara ini diproyeksikan menjadi bandara berkonsep etalase seni yang pertama di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Kulon Progo, Minggu (8/10/2017), menyebut ingin mengangkat kearifan lokal masyarakat Yogyakarta, khususnya Kulon Progo. Pada rapat yang dihadiri oleh sejumlah stake holders, Menhub meminta seniman-seniman dilibatkan untuk mendisain interior bandara tersebut.

"Saya menginginkan orang-orang saat masuk ke bandara Kulon Progo, melihat bandara ini seperti etalase seni. Jadi ini akan menjadi yang pertama di Indonesia," kata Budi Karya.

Design bandara pun, khususnya pada terminal dan interior di dalamnya juga dimintanya berdasarkan budaya-budaya khas daerah Yogyakarta. Harapannya, dengan target penumpang yang 14 juta orang per tahunnya, dapat menarik para wisatawan untuk datang.

Hingga saat ini, bandara Kulon Progo masih dalam tahapan Detail Engineering Design (DED) pada sisi darat dan udara, dengan progres pembebasan lahan yang sudah mencapai 100 persen. Bandara ini ditargetkan mulai beroperasi tahun 2019. Bandara ini juga akan berdiri di atas lahan seluas 600 hektare.

"Jadi nanti akan ada patung, lukisan, di dalam bandara. Ini berbeda dengan apa yang ada di Bali dan Soekarno-Hatta," ucapnya.

Rencananya, pembangunan bandara ini menelan biaya sebesar Rp 10,9 triliun dengan rincian pembebasan lahan Rp 4,2 dan konstruksi Rp 6,7 triliun. Dalam biaya konstruksi, Angkasa Pura (AP) I akan menggelontorkan dana sebesar 30% dari total Rp 6,7 triliun dan 70% sisanya berasal dari mitra pembangunan yang ditunjuk.

Tidak hanya itu, Budi juga fokus pada transportasi menuju bandara Kulon Progo. Baginya, transportasi kereta api adalah salah satu solusi untuk penumpang bepergian ke bandara ini. Perkiraan Budi, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 40 menit bagi penumpang dari Yogyakarta menuju bandara Kulon Progo.

"Kalau ketera api bisa daripada menggunakan jalan biasa. Ini kita bisa selesaikan lintasan sebidang sehingga kecepatan di atas rata-rata," kata Budi.

"Ini untuk menjadikan Yogyakarta terbesar setelah Bali," sambungnya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, Budi memastikan proses pembangunan bandara Kulon Progo sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dia mengatakan proses pembangunan juga telah berjalan dengan baik.

"Proses berjalan baik termasuk dalam hal pembebasan tanah sesuai dengan UU yang berlaku. Sehingga masyarakat mendapatkan hasil yang maksimal dengan pembangunan bandara baru. Masyarakat diayomi dengan prosedur yang baik. Segi pembebasan tanah harganya cukup baik," terangnya.

Penerapan e-Ticket di Terminal Bus

Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan ke Terminal A Wiraraja Sumenep, Madura. Budi Karya menginginkan penerapan e-Ticket dilakukan oleh terminal-terminal angkutan di Indonesia.

Menhub Berharap Bandara Kulon Progo Menjadi Etalase SeniMenhub Saat Tinjau Terminal Wiraraja Sumenep/ Foto: Taufiqqurrahman/detikcom

Budi Karya sempat mengecek kesiapan angkutan antarprovinsi yang berada di terminal itu. Dia juga menyapa beberapa penumpang yang hendak berangkat ke luar daerah.

"Ke depan, sewaktu-waktu bisa pesan online," kata Budi

Menurutnya, terminal-terminal memiliki peran penting dalam mentransfer sosok-sosok entrepreneur yang ada di daerah ke tempat-tempat lainnya. Oleh karenanya, tarif pun diminta dapat terjangkau oleh masyarakat.

"Saya lihat saudara kita di Madura memiliki jiwa entrepreneur yang bagus. Ini harus difasilitasi," terangnya.

Kepada para bawahannya, Budi berpesan agar tetap bekerja keras dan menjaga kawasan terminal, khususnya dari para calo.

"Pesan saya, kalau ada pegawai ya benar (bekerja), jangan asal-asal saja supaya bisa layani," tegasnya.

Masih soal calo, Budi Karya juga sempat menanyakan kepada salah seorang penumpang tujuan Jakarta bernama Safrial. Kepada Budi Karya, Safrial menyebut tidak ada calo di Terminal Wiraraja.

"Nggak ada. Hebat Madura enggak ada calo," ujarnya.

Kereta Cepat Hubungkan Jakarta-Surabaya Hanya 5 Jam

Salah satu proyek yang dibangun pemerintah adalah kereta cepat Jakarta-Surabaya. Menhub Budi Karya menyebut kereta api ini akan menghubungkan kedua daerah dalam waktu 5 jam.

"Untuk 5 jam minimal 140 km per jam dan Jepang masih sanggup. Kita ingin 140 km," kata Budi saat meninjau Bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura.

Menhub Berharap Bandara Kulon Progo Menjadi Etalase SeniMenhub Meninjau Bandara Trunojoyo, Sumenep. Foto: Taufiqqurachman/detikcom


Budi mengatakan kereta api cepat ini menggunakan jalur yang telah ada sebelumnya (eksisting). Ada beberapa pertimbangan yang disebutnya menjadi alasan utama penggunaan jalur tersebut.

Pembebasan lahan yang murah, pemanfataan fungsi rel, dan pemanfataan ekonomi masyarakat di sekitar stasiun menjadi alasan bagi pemerintah untuk menggunakan jalur yang telah ada.

Ke depannya, akan menyelesaikan sekitar 800 lintasan sebidang sepanjang Jakarta-Surabaya. Efeknya, kota-kota yang dilalui akan terbebas kemacetan dan potensi tabrakan.

"Ada satu target yang sangat beralasan, kita ingin Jakarta-Surabaya ditempuh 5 jam. Kapasitasnya naik dua kali, jadi 24 jam mondar mandir dua kali," terangnya.

"Dengan 5 jam kita harapkan orang yang menggunakan pesawat bisa shifting, karena pertumbuhan penumpang 9 persen dan aircraft 5 persen. Itu sebagian dipindahkan ke kereta api," sambungnya.

Dikatakannya, realisasi kereta api cepat bisa dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah akan menyelesiakan jalur Jakarta-Semarang dengan waktu tempuh 2,5 jam dengan target rampung pada tahun 2019.

"Semarang - Surabaya katakanlah kita butuh 2 tahun lagi," ujarnya.

(adv/adv)
Berita Terkait