PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut membiayai proyek pembangunan ruas jalan tol Semarang-Solo. Pembiayaan itu melalui perjanjian kredit sindikasi bersama beberapa bank lain dengan porsi 26,35 persen dari pembiayaan sindikasi tersebut atau Rp 1,35 triliun.
Tol Semarang-Solo sepanjang 72,65 kilometer memiliki nilai proyek sebesar Rp 7,31 triliun yang dibiayai secara sindikasi dengan pembiayaan total sebesar Rp 5,1 triliun.
Pembangunan Tol Semarang - Solo dibagi atas 5 seksi, yaitu seksi I: Semarang - Ungaran, seksi II: Ungaran - Bawen, seksi III: Bawen - Salatiga, seksi IV: Salatiga - Boyolali, dan seksi V: Boyolali - Kartasura. Seksi I dan seksi II saat ini telah beroperasi sejak November 2011 dan seksi II mulai April 2014.
Dalam perjanjian kredit sindikasi ini BNI juga bertindak sebagai agen fasilitas dan agen jaminan. PT Trans Marga Jateng / TMJ (Jasamarga Group) merupakan perusahaan pemilik konsesi ruas tol Semarang - Solo. Anggota sindikasi lainnya yakni Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Jateng, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Pembiayaan sindikasi yang diberikan BNI ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan lapangan kerja berkesinambungan. Pembiayaan BNI ke sektor infrastruktur per Agustus 2017 mencapai Rp 88,99 triliun dominan pada sektor ketenagalistrikan sebesar 28,8 persen serta jalan tol dan konstruksi sebesar 28,4 persen.
Tol Semarang - Solo (Dok. detikcom) |
Ada pun dukungan pembiayaan BNI terhadap Jasamarga sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang jalan tol tidak hanya diberikan pada proyek Tol Semarang - Solo.
Berbagai proyek jalan tol yang dibangun dan dikelola Jasamarga lain yang juga mendapatkan dukungan BNI antara lain Tol Surabaya - Mojokerto, Tol Bali Mandara, Tol Medan-Kualanamu (Sumatera Utara), Tol Solo - Ngawi, Tol Ngawi -Kertosono, Tol Gempol-Pasuruan, Tol Pandaan-Malang hingga Tol Manado - Bitung.
Dukungan diberikan dari mulai penyediaan garansi bank, kredit talangan pembebasan tanah, hingga kredit investasi sindikasi. BNI telah menyiapkan pembiayaan hingga Rp 15 triliun untuk Jasamarga dan perusahaan-perusahaan anaknya.
"Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu dari sektor-sektor utama yang mendapatkan pembiayaan BNI," ujar Achmad.
Aktifnya BNI dalam mendorong terjadinya perjanjian - perjanjian sindikasi berbuah pada penghargaan sebagai Penjamin Emisi Kredit Sindikasi (Bookrunner) dan Penyedia Fasilitas Kredit Sindikasi (Mandated Lead Arranger/MLA) peringkat satu di Indonesia berturut-turut untuk tahun 2015 dan 2016.
Kredit sindikasi merupakan solusi bagi pembiayaan proyek yang membutuhkan dana besar yang sulit dipenuhi perbankan secara individual karena adanya aturan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Proyek berbiaya besar ini rata-rata merupakan proyek infrastruktur.
Dari sisi perbankan, kredit sindikasi juga cenderung lebih aman karena terjadi pembagian risiko (risk sharing) dengan bank-bank lain peserta sindikasi.












































Tol Semarang - Solo (Dok. detikcom)