Cak Imin Nilai Kebhinekaan Turut Andil dalam Memajukan Indonesia

Cak Imin Nilai Kebhinekaan Turut Andil dalam Memajukan Indonesia

Advertorial - detikNews
Sabtu, 26 Agu 2017 20:36 WIB
Cak Imin Nilai Kebhinekaan Turut Andil dalam Memajukan Indonesia
Jakarta -

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai fanatisme keagamaan dan gerakan transnasional menjadi ancaman pilar kebangsaan. Menurutnya, prinsip kebhinekaan turut andil dalam memajukan Indonesia.

"Sejak belum merdeka, Indonesia sudah menjadi kawasan yang sangat plural, yang memang ber-Bhinneka Tunggal Ika," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/8/2017).

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, menyampaikan hal tersebut di Seminar Nasional Merajut Kebhinekaan dalam Bingkai Politik Kebangsaan di Universitas Nahdlatul Ulama, Bogor. Seminar ini dihadiri 500 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama.

Cak Imin mengatakan, tantangan mempertahankan kebhinekaan tidak berhenti sejak masa Orde Baru. Sebab Indonesia merupakan negara yang lahir dan besar dalam prinsip kebhinekaan.

Hal ini ditandai beragamnya suku, agama, ras, bahasa, pulau, hingga warna kulit. Pancasila dan NKRI merupakan pilihan terbaik untuk negara, bukannya malah dipertentangkan.

"Akhir-akhir ini ketidakpercayaan terhadap NKRI muncul. Maka tidak ada pilihan bagi kita untuk terus melakukan sosialisasi sekaligus pendidikan karakter agar keberhasilan kebangsaan kita bisa terjaga pada semua level," katanya.

Menurut Cak Imin, fenomena kehebohan media sosial saat Pilkada DKI Jakarta merupakan contoh ketidaksukaan terhadap sistem nasional dan NKRI. Ini terjadi karena gejala transnasional yang melibatkan kampanye aksi dari berbagai negara.

"Kedua, daya tahan ideologis NKRI kita sedang diuji. Oleh karena itu, kita bangun solidaritas melalui level sosialisasi, pengajaran pendidikan, dan negara bangsa ini harus dijaga melalui sistem pemerintahan yang solid. Tidak boleh ada sistem yang anti NKRI," tegasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maksum Machfoedz mengatakan, seminar nasional ini digelar dalam rangka sosialisasi kebangsaan serta menanamkan rasa nasionalisme mahasiswa sejak dini.

"Sedari dini kita ajak mereka merasakan, membangun rasa nasionalitas. NU sendiri sebagai agama yang paling toleran. Bicara toleransi tidak ada yang lebih indah dari NU. Itulah sebabnya kaderisasi tentang Pancasila dan kebangsaan di hari pertama mereka menjadi mahasiswa sudah kita tanamkan," jelasnya

(adv/adv)
Berita Terkait