Patroli Terpadu KLHK Padamkan Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Advertorial - detikNews
Selasa, 22 Agu 2017 00:00 WIB
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan oleh tim patroli terpadu KLHK (Foto: dok. KLHK)
Jakarta - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Manggala Agni semakin gencar melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Upaya ini dilakukan oleh tim patroli terpadu yang sigap merespons informasi hotspot di lapangan.

"Patroli terpadu sebagai program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat efektif untuk mencegah meluasnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah-wilayah rawan karhutla," ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B Panjaitan.

Misalnya Manggala Agni Daops Banyuasin yang melakukan pemadaman pada koordinat S 03.07603° E 104.73630°, tepatnya di Desa Ibul 1. Hotspot terletak di wilayah patroli terpadu Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Induk, Kabupaten Ogan Ilir.

Tipe kebakaran merupakan kebakaran permukaan dengan vegetasi berupa akasia dan semak belukar. Jenis tanahnya gambut dengan kedalaman 50 cm. Api berhasil dipadamkan setelah dilakukan pemadaman sekitar 4 jam.

Begitu pula tim patroli terpadu Daops Banyuasin Desa Nusa Makmur, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin yang melakukan groundcheck pada koordinat satelit S -2.621° E 105.025° hasil pantauan Satelit Terra Aqua (LAPAN), Minggu (20/8/2017) dengan confidence level ≥ 100%.

Lalu kebakaran di Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin yang merupakan lahan pertanian milik masyarakat dengan vegetasi berupa semak belukar dan ilalang kering. Kebakaran yang terjadi di lahan seluas 6 hektare berhasil dipadamkan.

Tim yang sama juga melakukan groundcheck hotspot, Senin (21/8/2107) di Desa Saleh Agung, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. Lokasi hotspot merupakan lahan pertanian milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar dan ilalang. Kebakaran lahan seluas 8 hektare berhasil dipadamkan.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Tanah Laut bersama tim patroli terpadu Desa Sambangan melaporkan kebakaran di Kecamatan Bati-bati dan Kabupaten Tanah Laut telah dipadamkan dengan luas kebakaran sekitar 100 hektare dan 50 hektare.

Patroli udara dan monitoring hotspot masih dilakukan di Kalimantan Barat, Senin (21/08/2017). Rute patroli meliputi wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau. Antara lain Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Desa Korek Kecamatan Sei Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Desa Pasak Kecamatan Sei Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Desa Emberas, Kecamatan Tayan Hikir, Kabupaten Sanggau, Desa Kedakas, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, dan Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau.

Patroli udara dan groundcheck hotspot dilaksanakan selama 1,5 jam. Kondisi sepanjang jalur patroli udara dinyatakan aman dari karhutla dan tidak ditemukan titik api, namun ditemukan adanya lokasi lahan bekas terbakar di daerah Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau pada titik koordinat N. 00° 43' 20" dan E. 110° 19' 55".

Posko Pengendalian Karhutla dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan ada 19 hotspot yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Hasil pemantauan satelit NOAA19 tersebut dikeluarkan pada Senin (21/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Ada 12 titik di Kalimantan Barat (Kabupaten Sintang, Sekadau, Landak, Kapuas Hulu, dan Sanggau), 1 titik di Kalimantan Tengah (Kabupaten Kapuas), 3 titik di Kalimantan Timur (Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kertanegara), 1 titik di Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan), 1 titik di Sulawesi Selatan (Kabupaten Pinrang), dan 1 titik di Jawa Timur (Kabupaten Lamongan).

Sementara, pantauan satelit TERRA/AQUA (NASA) dengan confidence level ≥ 80% menyebutkan ada 71 hotspot. Antara lain 32 tiik di Kalimantan Barat, 2titik di Kalimantan Utara, 27 titik di Papua, 1 titik di Bangka Belitung, 1 titik di Lampung, 1 titik di Jawa Tengah, 1 titik di Jawa Barat, 1 titik di Jawa Timur, dan 3 titik di Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan, Satelit TERRA/AQUA (LAPAN) dengan confidence level ≥ 80% menunjukkan ada 83 hotspot yang tersebar di Indonesia. Di antaranya 44 titik di Kalimantan Barat, 1 titik di Kalimantan Selatan, 1 titik di Kalimantan Utara, 28 titik di Papua , 1 titik di Bangka Belitung, 1 titik di Jawa Tengah, 1 titik di Jawa Barat, 1 titik di Jawa Timur, dan 3 titik di Nusa Tenggara Timur.

Maka total hotspot berdasarkan satelit NOAA19 dari Januari-21 Agustus 2017 dilaporkan sebanyak 1.525 titik. Data ini menunjukkan penurunan keberadaan hotspot, yakni 676 titik (30,71%) jika dibandingkan pada 2016 dalam periode yang sama, yakni 2.201 titik.

Berdasarkan satelit TERRA/AQUA (NASA) per 1 Januari-21 Agustus 2017, penurunan hotpsot tercatat 2.159 titik (77,46%) jika dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama, yaitu semula 2.787 titik menjadi 628 titik. (adv/adv)