Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli ini dijadikan ajang untuk bekerja sama untuk mengembangkan jaringan dalam menyalurkan pembiayaan bagi koperasi atau usaha mikro dan kecil.
Kerja sama tersebut tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNI dengan TaniHub di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (12/7/2017).
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Fadjar A Siregar dan Direktur Utama Tanihub Ivan Arie Sustiawan.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, dan Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati.
Sementara di jajaran pemerintaan hadir pula Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid.
![]() |
Dengan adanya kerja sama ini akan terbuka peluang pemanfaatan teknologi untuk memasarkan hasil pertanian melalui fasilitas e-commerce yang tersedia pada situs TaniHub,
Situs ini sengaja dibuat sebagai platform untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli hasil pertanian. Di lain pihak, BNI akan berperan menyiapkan jasa dan layanan perbankan secara lengkap, seperti pembiayaan modal kerja hingga transaksi yang terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dengan BNI tentang Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan.
Dengan Penandatanganan (MoU) ini, BNI akan menyediakan layanan jasa perbankan baik simpanan maupun pinjaman kepada Dekopin melalui unit operasional BNI yang berada di seluruh Indonesia.
Hal ini penting guna menunjang peningkatan produktivitas usaha dan perluasan akses layanan perbankan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
![]() |
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, saat ini BNI mengembangkan konsep DigiNation, yaitu layanan BNI kepada nasabah melalui model transaksasi digitalisasi perbankan.
Oleh karena itu, BNI telah mengembangkan beberapa produk layanan BNI digital antara lain BNI Kredit Digital, Agen46 BNI, dan Dashboard Bansos.
Selain itu, BNI juga bekerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) untuk memenuhi tuntutan kebutuhan nasabah yang memerlukan model bisnis yang mobile, cepat, dan ringkas.
![]() |
Melalui Harkopnas ke-70, BNI Group kembali menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong dan meningkatkan pengembangan Koperasi dan sektor UMKM di Tanah Air.
Dukungan BNI Group tersebut diberikan melalui pemberdayaan potensi dan peluang bisnis dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk dan jasa perbankan, serta akses pembiayaan seluas-luasnya bagi pengusaha UMKM dan koperasi.
"Keberadaan Koperasi di Indonesia sebagai lembaga yang berbasis perekonomian rakyat tentu harus didukung dengan adanya sistem pengelolaan keuangan yang baik berbasis teknologi yang mumpuni, untuk itu kami berharap dengan adanya fasilitas ini dapat memberikan kemudahan akses bagi mitra koperasi BNI salah satunya melalui produk BNI Kredit Digital," ujar Kiryanto dalam rilisnya, Rabu (12/7/2017).
Hingga Maret 2017, BNI telah menyalurkan pembiayaan kepada Koperasi sebesar Rp 3,4 triliun, serta menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp 67,7 triliun, antara lain ke sektor perdagangan, jasa, dan kuliner. BNI akan terus turut menyukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dengan menyalurkan pembiayaan bagi segenap pengusaha UMKM dan Koperasi.
Dukungan BNI Syariah
BNI Syariah sebagai anak perusahaan, pada kesempatan ini juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Pegawai Negeri Melati Sekretariat DPRD Sulawesi Selatan & Koperasi Pegawai Negeri Al-Muawanah UIN Alaudin Makassar.
MoU ini tentang pemanfaatan tabungan perencanaan dan pembiayaan BNI Fleksi Umroh iB Hasanah. Tujuan kerja sama ini yaitu memberikan fasilitas bagi pegawai yang ingin melaksanakan umrah ke Tanah Suci dengan cara yang Hasanah. Diharapkan ibadah mereka dapat terencana dengan baik melalui produk dan layanan BNI Syariah.
"Kami menyambut baik adanya acara ini, karena sejalan dengan visi BNI Syariah yakni memberikan kemanfaatan bagi masyarakat khususnya untuk sektor koperasi. Hal ini sejalan dengan harapan BNI Syariah sebagai bank syariah yang modern, dinamis dan universal serta menjadi Hasanah Banking Partner (Mitra yang Hasanah) untuk terus memajukan koperasi di Indonesia", tutur Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.
Tercatat hingga Mei 2017, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,166 triliun di berbagai sektor pengembangan koperasi di antaranya pertanian, perkebunan, dan perdagangan.
Untuk pembiayaan wilayah Makassar dan sekitarnya biaya yang disalurkan sekitar Rp 9,912 miliar. Dari total penyaluran pembiayaan produktif BNI Syariah, pembiayaan koperasi turut memberikan kontribusi sekitar 12,38 persen dari total pembiayan produktif sebesar Rp 9,423 triliun.
Kinerja BNI Syariah triwulan II tahun 2017 mengalami pertumbuhan positif. Dari sisi aset berada pada posisi Rp 576,998 miliar yang didukung laba sebesar Rp 24,183 miliar.
Hingga saat ini BNI Syariah KC Makassar dipercaya mengelola dana nasabah (DPK) sebesar Rp 551,593 miliar yang disalurkan melalui berbagai pembiayaan di antaranya total outstanding pembiyaan konsumen dan produktif mencapai Rp 551,591 miliar.
Beberapa produk BNI Syariah yang relevan untuk koperasi dan UMKM yaitu BNI Usaha Besar iB Hasanah. Produk ini merupakan pembiayaan syariah yang digunakan untuk tujuan produktif (modal kerja maupun investasi) kepada pengusaha pada segmentasi besar.
Produk ini menggunakan prinsip-prinsip pembiayaan syariah, yakni akad Murabahah (jual beli) Mudharabah (bagi hasil), dan Musyarakah (syirkah/kongsi).
(adv/adv)














































