Pemkot Surabaya Mulai Bangun Trem, Selesai 2020

Pemkot Surabaya Mulai Bangun Trem, Selesai 2020

Advertorial - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 00:00 WIB
Pemkot Surabaya Mulai Bangun Trem, Selesai 2020
- Pemkot Surabaya mulai membenahi sistem transportasi di daerahnya. Rencananya Pemkot Surabaya akan mulai membangun trem yang sudah digagas dua tahun lalu.

Untuk mendorong pembangunan ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut, disepakati anggaran trem sebesar Rp 2,7 triliun memakai APBN.

"Untuk tahun ini baru Rp 100 miliar. Tahun depan lebih banyak lagi anggarannya. Saya inginnya tahun ini dikerjakan. Kami tetap kerja sama dengan Kemenhub dan PT KAI," jelas Risma.

Menurut kesepakatan antara Pemkot Surbaya, Kemenhub, dan PT KAI tersebut, pengerjaan trem akan dimulai dari Jalan Tunjungan menuju Joyoboyo.

Kemudian loop kedua dari Tunjungan ke Jembatan Merah. Sebagai langkah awal, Risma telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengukuran.

"Marking ini memberi tanda start di Jalan Tunjungan. Kami tandai dulu, ini pesan psikologis bahwa pengerjaan trem akan dimulai," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji.

"Untuk pengukuran dilakukan konsultan mereka, kami lakukan cek ulang saja di titik KM 11 + 450. Itu dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), " lanjut Agus lagi.

Pemkot juga melakukan pengalihan arus lalu lintas guna mengatisipasi dampak pengerjaan trem. "Kami sudah bebaskan bangunan di samping jalan Simpang Dukuh untuk pelebaran jalan. Saya pimpin langsung pembongkarannya," sambung Risma.

Pemkot Surabaya juga melakukan pelebaran Jalan Simpang Dukuh. pengguna kendaraan akan diarahkan ke Jalan Genteng Kali menuju Simpang Dukuh hingga ke Jalan Gubernur Suryo.

Pemkot Surabaya Mulai Bangun Trem Selesai 2020

"Tapi masih ada satu jalur untuk kendaraan yang tujuannya ke Jalan Tunjungan semisal ke Hotel Majapahit. Dishub masih menyiapkan rekayasa lalu lintasnya," terang Agus.

Pemkot Surabaya juga menyiapkan sarana yang menjadi bagian integral dari angkutan massal cepat seperti feeder, trunk dan park and ride untuk mengantar penumpang dari tempat tinggal nya menuju halte. Termasuk menyediakan trotoar yang lebar untuk kenyamanan pejalan kaki.

Sementara untuk yang arah timur-barat, moda yang nantinya dikembangkan adalah LRT (Light Rail Transit).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono berharap pengerjaan trem Surabaya bisa selesai sebelum tahun 2020. Paling tidak untuk loop sampai Tunjungan.

"Kita mulai tahun ini. Tahun 2018 nanti langsung kencang, syukur-syukur 2019 sudah selesai. Bu Risma kalau sudah diajak mulai, nggak usah diminta sudah mulai," ujar Prasetyo.

Menurutnya, proyek trem ini akan dibangun pemerintah pusat dan memakai anggaran pemerintah pusat (APBN). Untuk tahun 2017 ini baru dianggarkan Rp 100 miliar.

"Tapi nanti sambil jalan bisa kita selesaikan. Sudah banyak skema pembiayaan yang bisa diterapkan. Bu Risma ini sudah ke Jakarta beberapa kali, rapat dengan kami dan juga Kementerian Keuangan," sambung dia.

Pemkot Surabaya Mulai Bangun Trem Selesai 2020

Dorong minat masyarakat beralih ke trem

Setelah transportasi trem sudah siap, Pemkot akan makin fokus untuk mengajak masyarakat beralih ke moda transportasi ini. Founder Good News From Indonesia Akhyari Hananto optimis masyarakat Kota Pahlawan akan tertarik untuk menggunakan trem.

Dengan syarat, Pemkot menyiapkan sarana feeder yang nyaman serta harga tiket trem yang tidak mahal. Termasuk juga memfungsikan trotoar.

"Kalau trem ini jadi, Surabaya akan menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang tremnya aktif. Dan itu akan jadi ikon Surabaya. Saya pribadi akan sangat bangga," terang dia.

Di lain pihak, Pakar Transportasi Perkotaan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Wahyu Herianto menyampaikan, masyarakat akan menilai performa dari angkutan massal cepat tersebut sebelum mengambil keputusan untuk menggunakannya. Seperti faktor ketepatan waktu dan keamanan.

"Bila sudah terbentuk citra yang bagus tentang trem, masyarakat tidak akan ragu menaiki trem dan meninggalkan kendaraan pribadi. Ini juga karena faktor kebiasaan," jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan, optimalisasi fungsi angkutan umum akan menjadi solusi bagus untuk mengatasi kepadatan kendaraan.

"PR-nya adalah bagaimana agar orang yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, bisa beralih kepada angkutan umum sehingga ada cukup ruang di jalan," sambung dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan bagian Perhubungan ini. (adv/adv)
Berita Terkait